<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: Sembilan Wilayah Yogyakarta Berstatus Waspada Kekeringan Meteorologis</title><description>Status waspada kekeringan meteorologis berdasarkan hasil pemantauan curah hujan di DIY hingga tanggal 10 Juni 2023.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/10/337/2828653/bmkg-sembilan-wilayah-yogyakarta-berstatus-waspada-kekeringan-meteorologis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/10/337/2828653/bmkg-sembilan-wilayah-yogyakarta-berstatus-waspada-kekeringan-meteorologis"/><item><title>BMKG: Sembilan Wilayah Yogyakarta Berstatus Waspada Kekeringan Meteorologis</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/10/337/2828653/bmkg-sembilan-wilayah-yogyakarta-berstatus-waspada-kekeringan-meteorologis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/10/337/2828653/bmkg-sembilan-wilayah-yogyakarta-berstatus-waspada-kekeringan-meteorologis</guid><pubDate>Sabtu 10 Juni 2023 22:13 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/10/337/2828653/bmkg-sembilan-wilayah-yogyakarta-berstatus-waspada-kekeringan-meteorologis-J7RV4fEDXu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/10/337/2828653/bmkg-sembilan-wilayah-yogyakarta-berstatus-waspada-kekeringan-meteorologis-J7RV4fEDXu.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xMC8xLzE2NzA0My81L3g4bG51eWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan sembilan wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta berstatus waspada kekeringan meteorologis dengan potensi curah hujan rendah.
&quot;Sembilan wilayah waspada kekeringan meteorologis di DIY itu, yakni Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Kecamatan Sentolo (Kulon Progo), Kecamatan Sedayu, Pandak, Imogiri (Bantul), Kecamatan Patuk, Playen, Wonosari, Nglipar (Gunungkidul),&quot; kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas dilansir Antara, Sabtu (10/5/2023).
Menurut Reni, status waspada kekeringan meteorologis berdasarkan hasil pemantauan curah hujan di DIY hingga tanggal 10 Juni 2023.

BACA JUGA:
Bali United Wajib Kalahkan Lee Man dan Urawa Reds demi Lolos ke Liga Champions Asia 2023-2024

&quot;Sembilan kecamatan dengan status waspada tersebut telah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 21 hari dengan prakiraan curah hujan rendah di bawah 20 mm per dasarian,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Breaking News: Cedera, Sandy Walsh Dipastikan Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2023!

Di wilayah tersebut, kata dia, peluang terjadi kekeringan mencapai 70 persen. Ia menjelaskan kekeringan meteorologis adalah berkurangnya curah hujan dari keadaan normal.
&quot;Berkurangnya curah hujan dalam jangka waktu yang panjang dengan kurun waktu bulanan, dua bulanan, dan seterusnya,&quot; kata dia.Menurut dia, ancaman kekeringan berpotensi menimbulkan sejumlah dampak seperti di sektor pertanian dengan sistem tadah hujan.
&quot;Selain itu, ketersediaan air tanah berkurang, terjadi kelangkaan air bersih, dan peningkatan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan,&quot; kata dia.
Oleh karena itu, kata Reni, diperlukan kewaspadaan dan upaya antisipasi dari masyarakat setempat terkait dampak bencana kekeringan.
Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta Etik Setyaningrum menambahkan bahwa periode status waspada kekeringan di DIY tersebut berlaku hingga sepuluh hari ke depan atau dasarian kedua Juni 2023.

BACA JUGA:
Bali United Raih Tiket ke Kualifikasi Liga Champions Asia 2023-2024 Setelah Kalahkan PSM Makassar Lewat Adu Penalti

&quot;Setelah itu, status bisa berubah menjadi tidak ada peringatan di daerah tersebut atau naik level status, tergantung kondisi iklim ke depan,&quot; kata Etik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi kelangkaan air bersih saat memasuki musim kemarau.

BACA JUGA:
Bule di Bali Kembali Berulah, Tenteng Pisau Sambil Ngamuk di Jalanan Seminyak&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD DIY Lilik Andi Aryanto mengatakan upaya mitigasi telah dibahas dalam rapat koordinasi bersama BPBD kabupaten/kota se-DIY, Dinas PUP-PESDM DIY, serta Dinas Sosial DIY.
&quot;Masing-masing kabupaten menyampaikan telah mempersiapkan diri untuk distribusi air apabila dibutuhkan,&quot; ujar dia.
Selain itu, BPBD DIY juga telah menyiagakan sekitar 1.500 relawan pemadam kebakaran untuk mencegah potensi bencana kebakaran selama musim kemarau.





</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xMC8xLzE2NzA0My81L3g4bG51eWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan sembilan wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta berstatus waspada kekeringan meteorologis dengan potensi curah hujan rendah.
&quot;Sembilan wilayah waspada kekeringan meteorologis di DIY itu, yakni Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Kecamatan Sentolo (Kulon Progo), Kecamatan Sedayu, Pandak, Imogiri (Bantul), Kecamatan Patuk, Playen, Wonosari, Nglipar (Gunungkidul),&quot; kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas dilansir Antara, Sabtu (10/5/2023).
Menurut Reni, status waspada kekeringan meteorologis berdasarkan hasil pemantauan curah hujan di DIY hingga tanggal 10 Juni 2023.

BACA JUGA:
Bali United Wajib Kalahkan Lee Man dan Urawa Reds demi Lolos ke Liga Champions Asia 2023-2024

&quot;Sembilan kecamatan dengan status waspada tersebut telah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 21 hari dengan prakiraan curah hujan rendah di bawah 20 mm per dasarian,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Breaking News: Cedera, Sandy Walsh Dipastikan Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2023!

Di wilayah tersebut, kata dia, peluang terjadi kekeringan mencapai 70 persen. Ia menjelaskan kekeringan meteorologis adalah berkurangnya curah hujan dari keadaan normal.
&quot;Berkurangnya curah hujan dalam jangka waktu yang panjang dengan kurun waktu bulanan, dua bulanan, dan seterusnya,&quot; kata dia.Menurut dia, ancaman kekeringan berpotensi menimbulkan sejumlah dampak seperti di sektor pertanian dengan sistem tadah hujan.
&quot;Selain itu, ketersediaan air tanah berkurang, terjadi kelangkaan air bersih, dan peningkatan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan,&quot; kata dia.
Oleh karena itu, kata Reni, diperlukan kewaspadaan dan upaya antisipasi dari masyarakat setempat terkait dampak bencana kekeringan.
Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta Etik Setyaningrum menambahkan bahwa periode status waspada kekeringan di DIY tersebut berlaku hingga sepuluh hari ke depan atau dasarian kedua Juni 2023.

BACA JUGA:
Bali United Raih Tiket ke Kualifikasi Liga Champions Asia 2023-2024 Setelah Kalahkan PSM Makassar Lewat Adu Penalti

&quot;Setelah itu, status bisa berubah menjadi tidak ada peringatan di daerah tersebut atau naik level status, tergantung kondisi iklim ke depan,&quot; kata Etik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi kelangkaan air bersih saat memasuki musim kemarau.

BACA JUGA:
Bule di Bali Kembali Berulah, Tenteng Pisau Sambil Ngamuk di Jalanan Seminyak&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD DIY Lilik Andi Aryanto mengatakan upaya mitigasi telah dibahas dalam rapat koordinasi bersama BPBD kabupaten/kota se-DIY, Dinas PUP-PESDM DIY, serta Dinas Sosial DIY.
&quot;Masing-masing kabupaten menyampaikan telah mempersiapkan diri untuk distribusi air apabila dibutuhkan,&quot; ujar dia.
Selain itu, BPBD DIY juga telah menyiagakan sekitar 1.500 relawan pemadam kebakaran untuk mencegah potensi bencana kebakaran selama musim kemarau.





</content:encoded></item></channel></rss>
