<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RPA Perindo: Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Jatim Cukup Tinggi</title><description>Acara ini dihadiri jaringan relawan dan bakal calon legislatif (bacaleg) dari Partai Perindo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/10/519/2828586/rpa-perindo-kasus-kekerasan-perempuan-dan-anak-di-jatim-cukup-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/10/519/2828586/rpa-perindo-kasus-kekerasan-perempuan-dan-anak-di-jatim-cukup-tinggi"/><item><title>RPA Perindo: Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Jatim Cukup Tinggi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/10/519/2828586/rpa-perindo-kasus-kekerasan-perempuan-dan-anak-di-jatim-cukup-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/10/519/2828586/rpa-perindo-kasus-kekerasan-perempuan-dan-anak-di-jatim-cukup-tinggi</guid><pubDate>Sabtu 10 Juni 2023 19:00 WIB</pubDate><dc:creator>Lukman Hakim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/10/519/2828586/rpa-perindo-kasus-kekerasan-perempuan-dan-anak-di-jatim-cukup-tinggi-NywWpI7KLP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua RPA Perindo Jeannie Latumahina (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/10/519/2828586/rpa-perindo-kasus-kekerasan-perempuan-dan-anak-di-jatim-cukup-tinggi-NywWpI7KLP.jpg</image><title>Ketua RPA Perindo Jeannie Latumahina (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xMC8xLzE2NzAzOS81L3g4bG5xMXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SURABAYA - Ketua RPA Perindo, Jeannie Latumahina mengatakan bahwa kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Jawa Timur Cukup Tinggi.
Hal itu disampaikan saat konsolidasi DPW RPA Perindo Jatim bersama semua jaringan relawan di di One East Penthouse and Residence, Jalan Kertajaya, Surabaya, Sabtu (10/6/2023).
Acara ini dihadiri jaringan relawan dan bakal calon legislatif (bacaleg) dari Partai Perindo.
&quot;Saat ini sudah menerima lima laporan kasus kekerasan perempuan dan anak di Surabaya. Jumlah itu belum termasuk kasus di Kediri, Tulungagung dan beberapa daerah lain di Jatim,&quot; kata dia.

BACA JUGA:
DPW RPA Perindo Jatim Gelar Konsolidasi untuk Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan

Ia menambahkan bahwa dengan adanya laporan dari masyarakat tersebut menunjukkan masyarakat sudah mulai percaya terhadap program dari Partai Perindo.
Jeannie berharap bahwa agar organisasi sayap dari Partai Perindo ini mampu benar-benar membantu perempuan dan anak ketika mengalami kekerasan.

BACA JUGA:
Senam Sehat di Palembang Sosialisasikan Partai Perindo kepada Masyarakat

Kata dia, kegiatan dari RPA Perindo ini juga merupakan wujud dari visi dan misi dari Partai Perindo. &quot;Kami bergerak tidak hanya pada konsep, tapi juga nyata. Mereka (korban) dapat dipulihkan dan diberdayakan lewat program bersama,&quot; katanya.
Sementara itu, pemenang Miss Global Indonesia 2018, Fabienne Nicole yang turut hadir dalam acara ini menambahkan bahwa kehadirannya dalam acara ini bertujuan untuk menggali secara lebih mendalam terkait persoalan kekerasan perempuan dan anak.
Sebab, menurutnya, setiap kasus kekerasan yang dialami setiapp perempuan dan anak itu berbeda-beda. &quot;Dari pengetahuan yang saya dapat nanti, lantas apa yang bisa saya bantu,&quot; ujarnya.
Sebagai generasi muda, kata dia, sudah menjadi kewajibannya untuk turut berperan aktif dalam menekan kasus kekerasan perempuan dan anak. Untuk itu, dirinya mendorong korban kekerasan bisa berani bicara atas apa yang mereka alami.
&quot;Kita harus mendorong agar perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan bisa mandiri dan mempunyai hidup baru yang lebih baik,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Kartini Perindo Gelar Senam Sehat Ceria di Palembang


</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xMC8xLzE2NzAzOS81L3g4bG5xMXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SURABAYA - Ketua RPA Perindo, Jeannie Latumahina mengatakan bahwa kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Jawa Timur Cukup Tinggi.
Hal itu disampaikan saat konsolidasi DPW RPA Perindo Jatim bersama semua jaringan relawan di di One East Penthouse and Residence, Jalan Kertajaya, Surabaya, Sabtu (10/6/2023).
Acara ini dihadiri jaringan relawan dan bakal calon legislatif (bacaleg) dari Partai Perindo.
&quot;Saat ini sudah menerima lima laporan kasus kekerasan perempuan dan anak di Surabaya. Jumlah itu belum termasuk kasus di Kediri, Tulungagung dan beberapa daerah lain di Jatim,&quot; kata dia.

BACA JUGA:
DPW RPA Perindo Jatim Gelar Konsolidasi untuk Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan

Ia menambahkan bahwa dengan adanya laporan dari masyarakat tersebut menunjukkan masyarakat sudah mulai percaya terhadap program dari Partai Perindo.
Jeannie berharap bahwa agar organisasi sayap dari Partai Perindo ini mampu benar-benar membantu perempuan dan anak ketika mengalami kekerasan.

BACA JUGA:
Senam Sehat di Palembang Sosialisasikan Partai Perindo kepada Masyarakat

Kata dia, kegiatan dari RPA Perindo ini juga merupakan wujud dari visi dan misi dari Partai Perindo. &quot;Kami bergerak tidak hanya pada konsep, tapi juga nyata. Mereka (korban) dapat dipulihkan dan diberdayakan lewat program bersama,&quot; katanya.
Sementara itu, pemenang Miss Global Indonesia 2018, Fabienne Nicole yang turut hadir dalam acara ini menambahkan bahwa kehadirannya dalam acara ini bertujuan untuk menggali secara lebih mendalam terkait persoalan kekerasan perempuan dan anak.
Sebab, menurutnya, setiap kasus kekerasan yang dialami setiapp perempuan dan anak itu berbeda-beda. &quot;Dari pengetahuan yang saya dapat nanti, lantas apa yang bisa saya bantu,&quot; ujarnya.
Sebagai generasi muda, kata dia, sudah menjadi kewajibannya untuk turut berperan aktif dalam menekan kasus kekerasan perempuan dan anak. Untuk itu, dirinya mendorong korban kekerasan bisa berani bicara atas apa yang mereka alami.
&quot;Kita harus mendorong agar perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan bisa mandiri dan mempunyai hidup baru yang lebih baik,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Kartini Perindo Gelar Senam Sehat Ceria di Palembang


</content:encoded></item></channel></rss>
