<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jika Infrastruktur Nuklir Iran Tetap Utuh, Khamenei: Tak Ada Salahnya Kesepakatan Nuklir dengan Barat</title><description>Kedua pihak saling menuduh pihak lain mengajukan tuntutan yang tidak masuk akal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/12/18/2829477/jika-infrastruktur-nuklir-iran-tetap-utuh-khamenei-tak-ada-salahnya-kesepakatan-nuklir-dengan-barat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/12/18/2829477/jika-infrastruktur-nuklir-iran-tetap-utuh-khamenei-tak-ada-salahnya-kesepakatan-nuklir-dengan-barat"/><item><title>Jika Infrastruktur Nuklir Iran Tetap Utuh, Khamenei: Tak Ada Salahnya Kesepakatan Nuklir dengan Barat</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/12/18/2829477/jika-infrastruktur-nuklir-iran-tetap-utuh-khamenei-tak-ada-salahnya-kesepakatan-nuklir-dengan-barat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/12/18/2829477/jika-infrastruktur-nuklir-iran-tetap-utuh-khamenei-tak-ada-salahnya-kesepakatan-nuklir-dengan-barat</guid><pubDate>Senin 12 Juni 2023 17:25 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/12/18/2829477/jika-infrastruktur-nuklir-iran-tetap-utuh-khamenei-tak-ada-salahnya-kesepakatan-nuklir-dengan-barat-ShnuqAaUaT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/12/18/2829477/jika-infrastruktur-nuklir-iran-tetap-utuh-khamenei-tak-ada-salahnya-kesepakatan-nuklir-dengan-barat-ShnuqAaUaT.jpg</image><title>Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (Foto: Reuters)</title></images><description>IRAN - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei pada Minggu (11/6/2023), mengatakan kesepakatan dengan Barat mengenai program nuklir Teheran dimungkinkan jika infrastruktur nuklir negara itu tetap utuh. Hal ini diungkapkan di tengah kebuntuan antara Teheran dan Washington untuk menghidupkan kembali pakta nuklir 2015.

Pembicaraan tidak langsung selama berbulan-bulan antara Teheran dan Washington untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir dengan enam negara kuat terhenti sejak September tahun lalu, dan kedua pihak saling menuduh pihak lain mengajukan tuntutan yang tidak masuk akal.


BACA JUGA:
Ayatollah Khamenei: Iran Bisa Buat Senjata Nuklir Jika Mau

Persetujuan yang diberikan oleh Ayatollah Ali Khamenei itu datang beberapa hari setelah Teheran dan Washington membantah laporan bahwa kedua negara hampir mencapai kesepakatan sementara di mana Teheran akan mengekang program nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi.


BACA JUGA:
Perang Rusia-Ukraina Diharap Tak Berdampak pada Negosiasi Program Nuklir Iran

&amp;ldquo;Tidak ada yang salah dengan kesepakatan (dengan Barat), tapi infrastruktur industri nuklir kita tidak boleh disentuh,&amp;rdquo; terangnya, dikutip media pemerintah.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (Deplu AS) menolak memberikan komentar khusus atas pernyataan Khamenei itu. Dia menegaskan kembali sikap pemerintahan Presiden AS Joe Biden bahwa Amerika Serikat berkomitmen untuk tidak pernah mengizinkan Iran memperoleh senjata nuklir.
&amp;ldquo;Kami percaya diplomasi adalah cara terbaik untuk mencapai tujuan itu dengan dasar yang dapat diverifikasi dan bertahan lama, tetapi presiden juga telah menjelaskan bahwa kami belum menyingkirkan opsi apa pun dari perundingan,&amp;rdquo; katanya, menyiratkan kemungkinan aksi militer, dikutip VOA.



Perjanjian pada 2015 itu membatasi aktivitas pengayaan uranium Iran untuk mempersulit Teheran mengembangkan senjata nuklir, sebagai imbalan atas pencabutan sanksi internasional.



Presiden AS kala itu, Donald Trump ketika itu menarik Amerika serikat keluar dari pakta tersebut pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Iran. Sejak itu Iran secara bertahap melakukan pengayaan nuklir melampaui pembatasan yang ada dalam kesepakatan dan menghidupkan kembali kekhawatiran AS, Eropa, dan Israel bahwa Iran mungkin berusaha membuat bom atom.

</description><content:encoded>IRAN - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei pada Minggu (11/6/2023), mengatakan kesepakatan dengan Barat mengenai program nuklir Teheran dimungkinkan jika infrastruktur nuklir negara itu tetap utuh. Hal ini diungkapkan di tengah kebuntuan antara Teheran dan Washington untuk menghidupkan kembali pakta nuklir 2015.

Pembicaraan tidak langsung selama berbulan-bulan antara Teheran dan Washington untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir dengan enam negara kuat terhenti sejak September tahun lalu, dan kedua pihak saling menuduh pihak lain mengajukan tuntutan yang tidak masuk akal.


BACA JUGA:
Ayatollah Khamenei: Iran Bisa Buat Senjata Nuklir Jika Mau

Persetujuan yang diberikan oleh Ayatollah Ali Khamenei itu datang beberapa hari setelah Teheran dan Washington membantah laporan bahwa kedua negara hampir mencapai kesepakatan sementara di mana Teheran akan mengekang program nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi.


BACA JUGA:
Perang Rusia-Ukraina Diharap Tak Berdampak pada Negosiasi Program Nuklir Iran

&amp;ldquo;Tidak ada yang salah dengan kesepakatan (dengan Barat), tapi infrastruktur industri nuklir kita tidak boleh disentuh,&amp;rdquo; terangnya, dikutip media pemerintah.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (Deplu AS) menolak memberikan komentar khusus atas pernyataan Khamenei itu. Dia menegaskan kembali sikap pemerintahan Presiden AS Joe Biden bahwa Amerika Serikat berkomitmen untuk tidak pernah mengizinkan Iran memperoleh senjata nuklir.
&amp;ldquo;Kami percaya diplomasi adalah cara terbaik untuk mencapai tujuan itu dengan dasar yang dapat diverifikasi dan bertahan lama, tetapi presiden juga telah menjelaskan bahwa kami belum menyingkirkan opsi apa pun dari perundingan,&amp;rdquo; katanya, menyiratkan kemungkinan aksi militer, dikutip VOA.



Perjanjian pada 2015 itu membatasi aktivitas pengayaan uranium Iran untuk mempersulit Teheran mengembangkan senjata nuklir, sebagai imbalan atas pencabutan sanksi internasional.



Presiden AS kala itu, Donald Trump ketika itu menarik Amerika serikat keluar dari pakta tersebut pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Iran. Sejak itu Iran secara bertahap melakukan pengayaan nuklir melampaui pembatasan yang ada dalam kesepakatan dan menghidupkan kembali kekhawatiran AS, Eropa, dan Israel bahwa Iran mungkin berusaha membuat bom atom.

</content:encoded></item></channel></rss>
