<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Didua Korban Perdagangan Orang, Empat Remaja Putri Asal Alor Diamankan Polisi di Kupang</title><description>Keempat remaja putri tersebut diduga korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/12/340/2829625/didua-korban-perdagangan-orang-empat-remaja-putri-asal-alor-diamankan-polisi-di-kupang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/12/340/2829625/didua-korban-perdagangan-orang-empat-remaja-putri-asal-alor-diamankan-polisi-di-kupang"/><item><title>Didua Korban Perdagangan Orang, Empat Remaja Putri Asal Alor Diamankan Polisi di Kupang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/12/340/2829625/didua-korban-perdagangan-orang-empat-remaja-putri-asal-alor-diamankan-polisi-di-kupang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/12/340/2829625/didua-korban-perdagangan-orang-empat-remaja-putri-asal-alor-diamankan-polisi-di-kupang</guid><pubDate>Senin 12 Juni 2023 21:32 WIB</pubDate><dc:creator>Danny Manu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/12/340/2829625/didua-korban-perdagangan-orang-empat-remaja-putri-asal-alor-diamankan-polisi-di-kupang-bUC1r7i2hb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolres Alor AKBP Supriyadi Rahman (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/12/340/2829625/didua-korban-perdagangan-orang-empat-remaja-putri-asal-alor-diamankan-polisi-di-kupang-bUC1r7i2hb.jpg</image><title>Kapolres Alor AKBP Supriyadi Rahman (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xMi8xLzE2NzEwOC81L3g4bHBoODE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KUPANG &amp;ndash; Sebanyak empat remaja putri asal Alor, Nusa Tenggara Timur yang  diamankan dari warung makan di Kota Kupang oleh polisi yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga sudah dipulangkan ke Alor.
Keempat remaja putri tersebut diduga korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Empat remaja putri yang diduga korban TPPO ini tiba di Pelabuhan Dulionong Kalabahi menggunakan kapal cepat dengan pengawalan polisi.
Remaja putri yang masih bersekolah di salah satu SMP Kota Kalabahi ini sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga ke Mapolres Alor.

BACA JUGA:
Nekat Bikin Kolam Renang di Atas Pikap, Pria Israel Ditangkap Polisi

Dari laporan tersebut, polisi melakukan pengembangan dan berkoordinasi dengan Polda NTT karena informasi yang didapat mereka berada di Kupang dengan menumpang Kapal Pelni sejak hari Sabtu 10 Juni 2023.

BACA JUGA:
Curi Handphone Sopir, Pria Ini Babak Belur Dihajar Warga&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Keempat remaja putri ini berhasil diamankan Jatanras Polda NTT dari dua rumah makan yang berbeda yaitu di wilayah Oebobo dan Tenau, Kecamatan Alak Kota Kupang,&amp;rdquo; kata Kapolres Alor AKBP Supriadi Rahman.
Ia menambahkan bahwa dari pengakuan salah satu dari keempat remaja putri ini menyebutkan bahwa mereka niat ke Kupang untuk mencari kerja, termasuk pelayan di rumah makan.Kepada polisi, mereka mengaku tiba di Kupang dan lewat bantuan sopir travel. &amp;ldquo;Mereka sempat mendapat kerja di rumah maka dan akhirnya baru diamankan polisi setelah mendapat laporan dari keluargan tentang orang hilang,&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Penerus Jokowi Diminta Lanjutkan Proyek-Proyek Ini, Menko Luhut: Tak Usah Aneh-Aneh

Kapolres menambahkan bahwa pihaknya masih terus mendalami keempat orang ini merupakan TPPO yang memang lagi marak di NTT.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xMi8xLzE2NzEwOC81L3g4bHBoODE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KUPANG &amp;ndash; Sebanyak empat remaja putri asal Alor, Nusa Tenggara Timur yang  diamankan dari warung makan di Kota Kupang oleh polisi yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga sudah dipulangkan ke Alor.
Keempat remaja putri tersebut diduga korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Empat remaja putri yang diduga korban TPPO ini tiba di Pelabuhan Dulionong Kalabahi menggunakan kapal cepat dengan pengawalan polisi.
Remaja putri yang masih bersekolah di salah satu SMP Kota Kalabahi ini sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga ke Mapolres Alor.

BACA JUGA:
Nekat Bikin Kolam Renang di Atas Pikap, Pria Israel Ditangkap Polisi

Dari laporan tersebut, polisi melakukan pengembangan dan berkoordinasi dengan Polda NTT karena informasi yang didapat mereka berada di Kupang dengan menumpang Kapal Pelni sejak hari Sabtu 10 Juni 2023.

BACA JUGA:
Curi Handphone Sopir, Pria Ini Babak Belur Dihajar Warga&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Keempat remaja putri ini berhasil diamankan Jatanras Polda NTT dari dua rumah makan yang berbeda yaitu di wilayah Oebobo dan Tenau, Kecamatan Alak Kota Kupang,&amp;rdquo; kata Kapolres Alor AKBP Supriadi Rahman.
Ia menambahkan bahwa dari pengakuan salah satu dari keempat remaja putri ini menyebutkan bahwa mereka niat ke Kupang untuk mencari kerja, termasuk pelayan di rumah makan.Kepada polisi, mereka mengaku tiba di Kupang dan lewat bantuan sopir travel. &amp;ldquo;Mereka sempat mendapat kerja di rumah maka dan akhirnya baru diamankan polisi setelah mendapat laporan dari keluargan tentang orang hilang,&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Penerus Jokowi Diminta Lanjutkan Proyek-Proyek Ini, Menko Luhut: Tak Usah Aneh-Aneh

Kapolres menambahkan bahwa pihaknya masih terus mendalami keempat orang ini merupakan TPPO yang memang lagi marak di NTT.



</content:encoded></item></channel></rss>
