<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wagner Serukan Boikot, Tentara Paramiliter Chechnya Tandatangani Kontrak dengan Rusia</title><description>Dengan menandatangani kontrak tersebut, paramiliter Akhmat berada di bawah kendali Kementerian Pertahanan Rusia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/13/18/2829825/wagner-serukan-boikot-tentara-paramiliter-chechnya-tandatangani-kontrak-dengan-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/13/18/2829825/wagner-serukan-boikot-tentara-paramiliter-chechnya-tandatangani-kontrak-dengan-rusia"/><item><title>Wagner Serukan Boikot, Tentara Paramiliter Chechnya Tandatangani Kontrak dengan Rusia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/13/18/2829825/wagner-serukan-boikot-tentara-paramiliter-chechnya-tandatangani-kontrak-dengan-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/13/18/2829825/wagner-serukan-boikot-tentara-paramiliter-chechnya-tandatangani-kontrak-dengan-rusia</guid><pubDate>Selasa 13 Juni 2023 10:24 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/13/18/2829825/wagner-serukan-boikot-tentara-paramiliter-chechnya-tandatangani-kontrak-dengan-rusia-whOyExUczf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tentara Chechnya. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/13/18/2829825/wagner-serukan-boikot-tentara-paramiliter-chechnya-tandatangani-kontrak-dengan-rusia-whOyExUczf.jpg</image><title>Tentara Chechnya. (Foto: Reuters)</title></images><description>


MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada Senin, (12/6/2023) pihaknya telah menandatangani kontrak dengan pasukan khusus Chechnya, Akhmat, sehari setelah kepala tentara bayaran Wagner Rusia Yevgeny Prigozhin menolak untuk melakukannya dan menyerukan boikot.
Penandatanganan tersebut mengikuti perintah bahwa semua &quot;unit sukarelawan&quot; harus menandatangani kontrak sebelum 1 Juli, yang membuat mereka di bawah kendali Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, saat Moskow mencoba untuk menegaskan kendalinya atas tentara swasta yang berperang atas namanya di Ukraina.

BACA JUGA:
Rusia Ambil Langkah Kendalikan Tentara Sukarelawan di Ukraina, Bos Wagner Serukan Boikot

Sebagai imbalannya, para pejuang sukarela akan mendapatkan manfaat dan perlindungan yang sama seperti pasukan reguler, termasuk dukungan bagi mereka dan keluarganya jika mereka terluka atau terbunuh.
Prigozhin, yang telah mengobarkan perseteruan dengan kementerian pertahanan dan menuduhnya gagal memberikan pasokan amunisi yang memadai kepada tentara bayaran Wagner di Ukraina, mengatakan pada Minggu,(11/6/2023), bahwa dia akan menolak untuk menandatangani kontrak semacam itu.

BACA JUGA:
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov Ungkap Keinginan Dirikan Kelompok Tentara Bayaran Sendiri

Dia mengatakan bahwa Shoigu &quot;tidak dapat mengelola formasi militer dengan baik&quot;.
Diwartakan Reuters, kontrak yang ditandatangani kementerian pertahanan pada Senin adalah dengan kelompok paramiliter Akhmat yang sering disebut tentara swasta Ramzan Kadyrov, pemimpin wilayah Chechnya Rusia.Tidak seperti Prigozhin, Kadyrov baru-baru ini menahan diri untuk tidak mengkritik kementerian pertahanan. Anggota dari kedua kelompok telah berdebat secara terbuka, dengan salah satu sekutu dekat Kadyrov pada Kamis, (8/6/2023) menyebut Prigozhin sebagai blogger yang selalu berteriak tentang masalah.
Komandan Akhmat, Apty Alaudinov, yang ikut serta dalam penandatanganan kontrak, mengatakan unit tersebut telah &quot;menyiapkan dan mengirim puluhan ribu sukarelawan&quot; ke Ukraina dalam 15 bulan terakhir.
Moskow mengatakan pada Jumat, (9/6/2023) bahwa pasukan Akhmat melancarkan serangan di dekat kota Maryinka, di wilayah Donetsk, Ukraina timur.
&quot;Saya pikir ini adalah hal yang sangat bagus,&quot; kata Alaudinov seperti dikutip situs kementerian pertahanan setelah menandatangani kesepakatan.
Wakil kepala staf umum Rusia, Kolonel Jenderal Alexei Kim, mengatakan setelah menandatangani perjanjian dengan Chechen bahwa dia berharap unit sukarelawan lainnya akan mengikuti.</description><content:encoded>


MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada Senin, (12/6/2023) pihaknya telah menandatangani kontrak dengan pasukan khusus Chechnya, Akhmat, sehari setelah kepala tentara bayaran Wagner Rusia Yevgeny Prigozhin menolak untuk melakukannya dan menyerukan boikot.
Penandatanganan tersebut mengikuti perintah bahwa semua &quot;unit sukarelawan&quot; harus menandatangani kontrak sebelum 1 Juli, yang membuat mereka di bawah kendali Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, saat Moskow mencoba untuk menegaskan kendalinya atas tentara swasta yang berperang atas namanya di Ukraina.

BACA JUGA:
Rusia Ambil Langkah Kendalikan Tentara Sukarelawan di Ukraina, Bos Wagner Serukan Boikot

Sebagai imbalannya, para pejuang sukarela akan mendapatkan manfaat dan perlindungan yang sama seperti pasukan reguler, termasuk dukungan bagi mereka dan keluarganya jika mereka terluka atau terbunuh.
Prigozhin, yang telah mengobarkan perseteruan dengan kementerian pertahanan dan menuduhnya gagal memberikan pasokan amunisi yang memadai kepada tentara bayaran Wagner di Ukraina, mengatakan pada Minggu,(11/6/2023), bahwa dia akan menolak untuk menandatangani kontrak semacam itu.

BACA JUGA:
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov Ungkap Keinginan Dirikan Kelompok Tentara Bayaran Sendiri

Dia mengatakan bahwa Shoigu &quot;tidak dapat mengelola formasi militer dengan baik&quot;.
Diwartakan Reuters, kontrak yang ditandatangani kementerian pertahanan pada Senin adalah dengan kelompok paramiliter Akhmat yang sering disebut tentara swasta Ramzan Kadyrov, pemimpin wilayah Chechnya Rusia.Tidak seperti Prigozhin, Kadyrov baru-baru ini menahan diri untuk tidak mengkritik kementerian pertahanan. Anggota dari kedua kelompok telah berdebat secara terbuka, dengan salah satu sekutu dekat Kadyrov pada Kamis, (8/6/2023) menyebut Prigozhin sebagai blogger yang selalu berteriak tentang masalah.
Komandan Akhmat, Apty Alaudinov, yang ikut serta dalam penandatanganan kontrak, mengatakan unit tersebut telah &quot;menyiapkan dan mengirim puluhan ribu sukarelawan&quot; ke Ukraina dalam 15 bulan terakhir.
Moskow mengatakan pada Jumat, (9/6/2023) bahwa pasukan Akhmat melancarkan serangan di dekat kota Maryinka, di wilayah Donetsk, Ukraina timur.
&quot;Saya pikir ini adalah hal yang sangat bagus,&quot; kata Alaudinov seperti dikutip situs kementerian pertahanan setelah menandatangani kesepakatan.
Wakil kepala staf umum Rusia, Kolonel Jenderal Alexei Kim, mengatakan setelah menandatangani perjanjian dengan Chechen bahwa dia berharap unit sukarelawan lainnya akan mengikuti.</content:encoded></item></channel></rss>
