<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejumlah Daerah Berpotensi Alami Kekeringan pada Musim Kemarau, Berikut Lokasinya</title><description>Saat ini sejumlah wilayah di Tanah Air tengah memasuki musim kemarau.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/13/337/2829696/sejumlah-daerah-berpotensi-alami-kekeringan-pada-musim-kemarau-berikut-lokasinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/13/337/2829696/sejumlah-daerah-berpotensi-alami-kekeringan-pada-musim-kemarau-berikut-lokasinya"/><item><title>Sejumlah Daerah Berpotensi Alami Kekeringan pada Musim Kemarau, Berikut Lokasinya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/13/337/2829696/sejumlah-daerah-berpotensi-alami-kekeringan-pada-musim-kemarau-berikut-lokasinya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/13/337/2829696/sejumlah-daerah-berpotensi-alami-kekeringan-pada-musim-kemarau-berikut-lokasinya</guid><pubDate>Selasa 13 Juni 2023 01:40 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/13/337/2829696/sejumlah-daerah-berpotensi-alami-kekeringan-pada-musim-kemarau-berikut-lokasinya-Sxx5iiC7HN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/13/337/2829696/sejumlah-daerah-berpotensi-alami-kekeringan-pada-musim-kemarau-berikut-lokasinya-Sxx5iiC7HN.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau untuk waspada kekeringan bagi masyarakat di wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat dan Timur (NTB dan NTT).
Saat ini sejumlah wilayah di Tanah Air tengah memasuki musim kemarau.
&quot;Waspada bagi daerah-daerah yang sudah kita sampaikan di sini, umumnya Jawa itu sangat rentan terhadap kekeringan. Jawa, Bali, Nusa Tenggara baik Barat maupun Nusa Tenggara Timur,&quot; ujar Pelaksana tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dilansir Antara, Selasa (13/6/2023).
Abdul melaporkan di Nusa Tenggara Barat sudah tampak mengalami kekeringan. Wilayah-wilayah tersebut merupakan wilayah rawan kekeringan dalam data yang telah diteliti selama 10 tahun terakhir.

BACA JUGA:
Polisi: Miras Penyebab Utama Kecelakaan Lalu Lintas di Jayapura

Untuk memitigasi kekeringan, BNPB mengupayakan teknologi modifikasi cuaca (TMC), dengan membuat hujan buatan untuk mengisi maupun mempertahankan posisi air di waduk-waduk.

BACA JUGA:
Musim Kemarau, BNPB: Waspada Karhutla dan Kekeringan

Sehingga nanti pas musim kemarau, kalaupun berkurang berkurangnya sedikit airnya, masih terdapat stok air yang tersisa untuk dipergunakan.
&quot;Jadi kita tidak menunggu musim kering dulu baru hujan buatan, karena kalau begitu udah musim kering dulu kita mau hujan buatan, awan udah tidak ada, sudah tidak bisa,&quot; ujar Abdul.Kekeringan, kata Abdul, akan sangat berdampak pada perekonomian Indonesia. BNPB mengimbau adanya peringatan dini maupun apel kesiapsiagaan terkait kekeringan di daerah tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Polisi Tangkap Mucikari Prostitusi Daring di Tarakan

Sementara itu wilayah Sumatera, BNPB mengimbau kewaspadaan pada potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).





</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau untuk waspada kekeringan bagi masyarakat di wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat dan Timur (NTB dan NTT).
Saat ini sejumlah wilayah di Tanah Air tengah memasuki musim kemarau.
&quot;Waspada bagi daerah-daerah yang sudah kita sampaikan di sini, umumnya Jawa itu sangat rentan terhadap kekeringan. Jawa, Bali, Nusa Tenggara baik Barat maupun Nusa Tenggara Timur,&quot; ujar Pelaksana tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dilansir Antara, Selasa (13/6/2023).
Abdul melaporkan di Nusa Tenggara Barat sudah tampak mengalami kekeringan. Wilayah-wilayah tersebut merupakan wilayah rawan kekeringan dalam data yang telah diteliti selama 10 tahun terakhir.

BACA JUGA:
Polisi: Miras Penyebab Utama Kecelakaan Lalu Lintas di Jayapura

Untuk memitigasi kekeringan, BNPB mengupayakan teknologi modifikasi cuaca (TMC), dengan membuat hujan buatan untuk mengisi maupun mempertahankan posisi air di waduk-waduk.

BACA JUGA:
Musim Kemarau, BNPB: Waspada Karhutla dan Kekeringan

Sehingga nanti pas musim kemarau, kalaupun berkurang berkurangnya sedikit airnya, masih terdapat stok air yang tersisa untuk dipergunakan.
&quot;Jadi kita tidak menunggu musim kering dulu baru hujan buatan, karena kalau begitu udah musim kering dulu kita mau hujan buatan, awan udah tidak ada, sudah tidak bisa,&quot; ujar Abdul.Kekeringan, kata Abdul, akan sangat berdampak pada perekonomian Indonesia. BNPB mengimbau adanya peringatan dini maupun apel kesiapsiagaan terkait kekeringan di daerah tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Polisi Tangkap Mucikari Prostitusi Daring di Tarakan

Sementara itu wilayah Sumatera, BNPB mengimbau kewaspadaan pada potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).





</content:encoded></item></channel></rss>
