<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pernah Dipolisikan di Belanda, Sejarawan Bonnie Triyana Bakal Berbagi Kisah di Museum Multatuli</title><description>Menurut Kepala Museum Multatuli Ubaidilah Muchtar, Bonnie Triyana memiliki rekam jejak yang perhatian terhadap kaum marjinal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/13/340/2830364/pernah-dipolisikan-di-belanda-sejarawan-bonnie-triyana-bakal-berbagi-kisah-di-museum-multatuli</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/13/340/2830364/pernah-dipolisikan-di-belanda-sejarawan-bonnie-triyana-bakal-berbagi-kisah-di-museum-multatuli"/><item><title>Pernah Dipolisikan di Belanda, Sejarawan Bonnie Triyana Bakal Berbagi Kisah di Museum Multatuli</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/13/340/2830364/pernah-dipolisikan-di-belanda-sejarawan-bonnie-triyana-bakal-berbagi-kisah-di-museum-multatuli</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/13/340/2830364/pernah-dipolisikan-di-belanda-sejarawan-bonnie-triyana-bakal-berbagi-kisah-di-museum-multatuli</guid><pubDate>Selasa 13 Juni 2023 22:54 WIB</pubDate><dc:creator>Rico Afrido S</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/13/340/2830364/pernah-dipolisikan-di-belanda-sejarawan-bonnie-triyana-bakal-berbagi-kisah-di-museum-multatuli-BI53Hq4J9a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sejarawan Bonnie Triyana (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/13/340/2830364/pernah-dipolisikan-di-belanda-sejarawan-bonnie-triyana-bakal-berbagi-kisah-di-museum-multatuli-BI53Hq4J9a.jpg</image><title>Sejarawan Bonnie Triyana (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Sejarawan muda, Bonnie Triyana bakal menyampaikan Pidato Kebudayaan di Panggung Festival Seni Multatuli di Rangkasbitung, Lebak, Banten pada Jumat 16 Juni 2023.
Menurut Kepala Museum Multatuli Ubaidilah Muchtar, Bonnie Triyana didapuk sebagai pembicara lantaran rekam jejaknya yang kuat dalam memberi perhatian terhadap kehidupan warga marjinal.

BACA JUGA:
 Sejarah Ojek, dari Desa ke Kota Metropolitan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Hal itu sesuai dengan semangat Multatuli yang hidup 2 abad silam dalam membela kepentingan masyarakat yang hidup ditindas oleh Bupati Lebak masa itu.&amp;nbsp;
Pria yang akrab disapa Ubay itu menuturkan, Bonnie Triyana merupakan putra asli Rangkasbitung, Lebak, Banten. Sehingga, ia meyakini mampu memahami dan menghayati kehidupan masyarakat di wilayah selatan Banten.

&quot;Bonnie Triyana adalah putera asli Lebak. Sebagai sejarawan, dia sudah terlalu banyak bicara di forum-forum internasional. Kini, saatnya Bung Bonnie kami daulat sebagai pembicara dalam Pidato Kebudayaan di Festival Seni Multatuli di tanah kelahirannya sendiri di Rangkasbitung, Lebak, pada Jumat malam mendatang,&quot; ujar Ubaidilah dalam keterangannya di hadapan awak media, Selasa (13/6/2023).

BACA JUGA:
Kisah Prajurit Kopassus Hadapi Dukun Sakti Anggota G30S PKI yang Kebal Peluru


Bonny Triyana sempat dipolisikan di Belanda karena bela martabat Indonesia. Peristiwa itu sempat membuat heboh karena tulisannya yang berbahasa Belanda mengenai Agresi Militer ditanggapi secara reaktif oleh sejumlah kalangan di negara yang pernah menjajah Indonesia tersebut.

Ia mengkritik penggunaan istilah 'Bersiap' di Belanda yang acap digunakan untuk menggambarkan orang Indonesia yang primitif dan tidak beradab sebagai pelaku kekerasan.



Bonnie dengan tegas membela Indonesia dengan mengungkap fakta-fakta sejarah terkait kekerasan yang pernah terjadi di masa lalu yang justru banyak dilakukan tentara Belanda di era kolonial.



Tak hanya dilaporkan ke polisi, Bonnie juga hadir di Gedung Parlemen Belanda untuk menjelaskan sikapnya. Di hadapan para anggota parlemen yang sebagiannya diisi partai sayap kanan, Bonnie tak menggeser sikapnya dalam membela martabat Indonesia.



Perdebatan Bonnie Triyana menghadapi anggota parlemen Belanda dari sayap kanan mengingatkan banyak pihak pada pidato pembelaan Bung Karno di persidangan Landraad, Bandung, dengan tajuk Indonesia Menggugat.



Pada waktu itu, Bung Karno bersama Gatot Mangkupraja, Maskun, dan Supriadinata didakwa hendak menggulingkan kekuasaan Hindia Belanda. Pidato pembelaan Bung Karno menjadi salah satu dokumen politik penting dalam menentang kolonialisme dan imperialisme.

</description><content:encoded>JAKARTA - Sejarawan muda, Bonnie Triyana bakal menyampaikan Pidato Kebudayaan di Panggung Festival Seni Multatuli di Rangkasbitung, Lebak, Banten pada Jumat 16 Juni 2023.
Menurut Kepala Museum Multatuli Ubaidilah Muchtar, Bonnie Triyana didapuk sebagai pembicara lantaran rekam jejaknya yang kuat dalam memberi perhatian terhadap kehidupan warga marjinal.

BACA JUGA:
 Sejarah Ojek, dari Desa ke Kota Metropolitan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Hal itu sesuai dengan semangat Multatuli yang hidup 2 abad silam dalam membela kepentingan masyarakat yang hidup ditindas oleh Bupati Lebak masa itu.&amp;nbsp;
Pria yang akrab disapa Ubay itu menuturkan, Bonnie Triyana merupakan putra asli Rangkasbitung, Lebak, Banten. Sehingga, ia meyakini mampu memahami dan menghayati kehidupan masyarakat di wilayah selatan Banten.

&quot;Bonnie Triyana adalah putera asli Lebak. Sebagai sejarawan, dia sudah terlalu banyak bicara di forum-forum internasional. Kini, saatnya Bung Bonnie kami daulat sebagai pembicara dalam Pidato Kebudayaan di Festival Seni Multatuli di tanah kelahirannya sendiri di Rangkasbitung, Lebak, pada Jumat malam mendatang,&quot; ujar Ubaidilah dalam keterangannya di hadapan awak media, Selasa (13/6/2023).

BACA JUGA:
Kisah Prajurit Kopassus Hadapi Dukun Sakti Anggota G30S PKI yang Kebal Peluru


Bonny Triyana sempat dipolisikan di Belanda karena bela martabat Indonesia. Peristiwa itu sempat membuat heboh karena tulisannya yang berbahasa Belanda mengenai Agresi Militer ditanggapi secara reaktif oleh sejumlah kalangan di negara yang pernah menjajah Indonesia tersebut.

Ia mengkritik penggunaan istilah 'Bersiap' di Belanda yang acap digunakan untuk menggambarkan orang Indonesia yang primitif dan tidak beradab sebagai pelaku kekerasan.



Bonnie dengan tegas membela Indonesia dengan mengungkap fakta-fakta sejarah terkait kekerasan yang pernah terjadi di masa lalu yang justru banyak dilakukan tentara Belanda di era kolonial.



Tak hanya dilaporkan ke polisi, Bonnie juga hadir di Gedung Parlemen Belanda untuk menjelaskan sikapnya. Di hadapan para anggota parlemen yang sebagiannya diisi partai sayap kanan, Bonnie tak menggeser sikapnya dalam membela martabat Indonesia.



Perdebatan Bonnie Triyana menghadapi anggota parlemen Belanda dari sayap kanan mengingatkan banyak pihak pada pidato pembelaan Bung Karno di persidangan Landraad, Bandung, dengan tajuk Indonesia Menggugat.



Pada waktu itu, Bung Karno bersama Gatot Mangkupraja, Maskun, dan Supriadinata didakwa hendak menggulingkan kekuasaan Hindia Belanda. Pidato pembelaan Bung Karno menjadi salah satu dokumen politik penting dalam menentang kolonialisme dan imperialisme.

</content:encoded></item></channel></rss>
