<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diimingi Gaji Besar, Kombatan Prancis Ternyata Ditipu Belanda</title><description>Diimingi Gaji Besar, Kombatan Prancis Ternyata Ditipu Belanda
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/14/337/2830025/diimingi-gaji-besar-kombatan-prancis-ternyata-ditipu-belanda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/14/337/2830025/diimingi-gaji-besar-kombatan-prancis-ternyata-ditipu-belanda"/><item><title>Diimingi Gaji Besar, Kombatan Prancis Ternyata Ditipu Belanda</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/14/337/2830025/diimingi-gaji-besar-kombatan-prancis-ternyata-ditipu-belanda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/14/337/2830025/diimingi-gaji-besar-kombatan-prancis-ternyata-ditipu-belanda</guid><pubDate>Rabu 14 Juni 2023 06:13 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/13/337/2830025/diimingi-gaji-besar-kombatan-prancis-ternyata-ditipu-belanda-GILUjc0RUa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KNIL Legiun asing pertama. (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/13/337/2830025/diimingi-gaji-besar-kombatan-prancis-ternyata-ditipu-belanda-GILUjc0RUa.jpg</image><title>KNIL Legiun asing pertama. (Reuters)</title></images><description>





JAKARTA - Pada era kolonialisme di Nusantara (Indonesia) pasca-kebangkrutan VOC (Kongsi Dagang Hindia Timur), Belanda butuh banyak serdadu untuk terus menancapkan kepentingannya.

Pasalnya kala itu di medio abad 19, Belanda terus dirongrong perlawanan lokal, seperti di Bali, Perang Jawa, Perang Paderi, hingga Perang Aceh.

Tugas ini kemudian jadi tanggung jawab KNIL (Koninklijke Nederlandsch Indisch Leger) atau Tentara Kerajaan Hindia-Belanda yang lahir pada 1830 atau setahun lebih awal dari terbentuknya legiun asing Prancis yang terkenal itu.





BACA JUGA:
Perang Saudara Tak Kunjung Usai, Belanda dan Kanada Ajukan Tuduhan Penyiksaan Suriah ke Mahkamah Internasional








Pada awal pembentukannya, Belanda banyak merekrut orang Eropa lainnya, seperti Jerman, Swiss, Belgia, dan Prancis. Dari para perekrut yang tersebar di Eropa, KNIL dipromosikan besar-besaran. Para pelamar dijanjikan upah yang mencapai 300 gulden.

Kala itu, angka di atas setara dengan upah buruh selama setahun. Sayang, janji tinggal janji. Banyak kisah para anggota KNIL yang tertipu dengan hal itu, seperti yang dialami orang-orang Prancis.

&quot;Belanda saat itu membutuhkan banyak serdadu di Hindia-Belanda. Mereka banyak merekrut dari Belgia, Swiss, Prancis, dengan bayaran sampai 300 gulden,&quot; ungkap Jean Rocher, penulis buku 'KNIL: Perang Kolonial.






BACA JUGA:
Ketika Pribumi Jadi Pasukan Belanda demi Urusan Perut








&quot;Banyak (orang) Prancis ikut KNIL, tetapi ketika tiba di Jawa, mereka kecewa karena gaji kecil, tidak seperti yang dijanjikan. (Meski begitu adanya) mereka harus tetap ikut KNIL, karena jauh untuk pulang ke Eropa. Ada desersi, tapi tidak banyak,&quot; tandas eks atase militer Kedutaan Besar Prancis di Indonesia itu.

</description><content:encoded>





JAKARTA - Pada era kolonialisme di Nusantara (Indonesia) pasca-kebangkrutan VOC (Kongsi Dagang Hindia Timur), Belanda butuh banyak serdadu untuk terus menancapkan kepentingannya.

Pasalnya kala itu di medio abad 19, Belanda terus dirongrong perlawanan lokal, seperti di Bali, Perang Jawa, Perang Paderi, hingga Perang Aceh.

Tugas ini kemudian jadi tanggung jawab KNIL (Koninklijke Nederlandsch Indisch Leger) atau Tentara Kerajaan Hindia-Belanda yang lahir pada 1830 atau setahun lebih awal dari terbentuknya legiun asing Prancis yang terkenal itu.





BACA JUGA:
Perang Saudara Tak Kunjung Usai, Belanda dan Kanada Ajukan Tuduhan Penyiksaan Suriah ke Mahkamah Internasional








Pada awal pembentukannya, Belanda banyak merekrut orang Eropa lainnya, seperti Jerman, Swiss, Belgia, dan Prancis. Dari para perekrut yang tersebar di Eropa, KNIL dipromosikan besar-besaran. Para pelamar dijanjikan upah yang mencapai 300 gulden.

Kala itu, angka di atas setara dengan upah buruh selama setahun. Sayang, janji tinggal janji. Banyak kisah para anggota KNIL yang tertipu dengan hal itu, seperti yang dialami orang-orang Prancis.

&quot;Belanda saat itu membutuhkan banyak serdadu di Hindia-Belanda. Mereka banyak merekrut dari Belgia, Swiss, Prancis, dengan bayaran sampai 300 gulden,&quot; ungkap Jean Rocher, penulis buku 'KNIL: Perang Kolonial.






BACA JUGA:
Ketika Pribumi Jadi Pasukan Belanda demi Urusan Perut








&quot;Banyak (orang) Prancis ikut KNIL, tetapi ketika tiba di Jawa, mereka kecewa karena gaji kecil, tidak seperti yang dijanjikan. (Meski begitu adanya) mereka harus tetap ikut KNIL, karena jauh untuk pulang ke Eropa. Ada desersi, tapi tidak banyak,&quot; tandas eks atase militer Kedutaan Besar Prancis di Indonesia itu.

</content:encoded></item></channel></rss>
