<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keluarga di Satu Partai, PDIP Dinilai Bikin Kader Lebih Produktif</title><description>Itu lebih produktif dibanding satu keluarga beda partai. Pasti aliran politiknya beda</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/15/337/2831447/keluarga-di-satu-partai-pdip-dinilai-bikin-kader-lebih-produktif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/15/337/2831447/keluarga-di-satu-partai-pdip-dinilai-bikin-kader-lebih-produktif"/><item><title>Keluarga di Satu Partai, PDIP Dinilai Bikin Kader Lebih Produktif</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/15/337/2831447/keluarga-di-satu-partai-pdip-dinilai-bikin-kader-lebih-produktif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/15/337/2831447/keluarga-di-satu-partai-pdip-dinilai-bikin-kader-lebih-produktif</guid><pubDate>Kamis 15 Juni 2023 16:11 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/15/337/2831447/keluarga-di-satu-partai-pdip-dinilai-bikin-kader-lebih-produktif-0VrMHSMw4v.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/15/337/2831447/keluarga-di-satu-partai-pdip-dinilai-bikin-kader-lebih-produktif-0VrMHSMw4v.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah meyakini Kaesang Pangarep bakal maju di Pilwalkot Depok melalui partainya.

&amp;ldquo;Kalau keluarganya ada di PDIP maka semua keluarga itu adalah wajib juga PDIP. Itu wajib seperti itu, peraturannya. Umpama saya, anak saya lewat partai lain, itu tidak boleh,&amp;rdquo; ujar Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah, Senin 12 Juni 2023.


BACA JUGA:
Putuskan Sistem Pemilu Proporsional Terbuka, MK: Usulan PDIP Wakili Kepentingan Partai Bukan DPR


Terkait hal itu, Pengamat politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing mengatakan, adanya aturan tersebut tentu memiliki dampak positif bagi partai. Sehingga, ideologi para kader tetap seirama dengan anggota keluarga yang ingin terjun ke politik.

&amp;ldquo;Saya melihat aspek sosilogi, aturan satu keluarga satu partai itu agar seirama langkah politiknya. Baik di dalam maupun luar partai jadi napas politik jadi sama, baik sebagai keluarga maupun kader partai itu,&amp;rdquo; katanya, Kais (15/6/2023).

Dia menilai, adanya aturan tersebut akan membuat kader lebih produktif jika dibandingkan dengan satu keluarga tetapi berbeda partai. Sehingga ini akan memberikan dampak positif bagi internal partai.

&amp;ldquo;Saya pikir itu lebih produktif dibanding satu keluarga beda partai. Pasti aliran politiknya beda,&amp;rdquo; ujarnya.


BACA JUGA:
 Sambut Kedatangan Perindo DKI, PDIP: Gerak Satu Langkah Menangkan Ganjar di Jakarta&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Emrus menerangkan, perbedaan sikap politik dalam satu keluarga tentu berbahaya bagi kepentingan partai. Sebab tidak menutup kemungkinan, mereka bisa saling membocorkan rahasia partai.

&amp;ldquo;Mungkin enggak satu keluarga itu saling membocorkan? Bisa dong. Maka aturan satu partai itu ada sisi positifnya,&amp;rdquo; bebernya.Meski begitu, dia mengingatkan, aturan yang diterapkan dalam satu organisasi atau partai merupakan hasil kesepakatan bersama. Sehingga kader yang tidak sesuai  dengan aturan tersebut bisa keluar.

&amp;ldquo;Negatifnya, keluarga itu tidak punya kemerdekaan politik. Karena mereka berada dalam satu gerbong. Mereka menjadi suka tidak suka menjadi terbelenggu oleh partai itu. Jadi selalu ada positif dan negatif,&amp;rdquo; tutup Emrus.

Sebelumnya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya siap menampung Kaesang Pangarep. Salah satunya, dengan terlebih dahulu menerapkan mekanisme kaderisasi.

&quot;Ya bagi PDI Perjuangan siapa pun yang akan menjadi calon kepala daerah, termasuk misalnya Mas Kaesang dan sebelumnya Mas Gibran, partai menerapkan mekanisme kaderisasi,&quot; ujar Hasto, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu 10 Juni 2023.

Tak hanya itu, kata Hasto, partainya juga memiliki sekolah partai yang diisi pengajar berpengalaman. Seperti, Tri Rismaharini, Azwar Anas hingga Pramono Anung.

&quot;Jadi melalui sekolah partai, Bu Risma menjadi pengajar sekolah partai, Pak Pramono Anung menjadi pengajar sekolah partai, Pak Anas Menteri PAN-RB, jadi semua dipersiapkan dengan sebaik-baiknya,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah meyakini Kaesang Pangarep bakal maju di Pilwalkot Depok melalui partainya.

&amp;ldquo;Kalau keluarganya ada di PDIP maka semua keluarga itu adalah wajib juga PDIP. Itu wajib seperti itu, peraturannya. Umpama saya, anak saya lewat partai lain, itu tidak boleh,&amp;rdquo; ujar Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah, Senin 12 Juni 2023.


BACA JUGA:
Putuskan Sistem Pemilu Proporsional Terbuka, MK: Usulan PDIP Wakili Kepentingan Partai Bukan DPR


Terkait hal itu, Pengamat politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing mengatakan, adanya aturan tersebut tentu memiliki dampak positif bagi partai. Sehingga, ideologi para kader tetap seirama dengan anggota keluarga yang ingin terjun ke politik.

&amp;ldquo;Saya melihat aspek sosilogi, aturan satu keluarga satu partai itu agar seirama langkah politiknya. Baik di dalam maupun luar partai jadi napas politik jadi sama, baik sebagai keluarga maupun kader partai itu,&amp;rdquo; katanya, Kais (15/6/2023).

Dia menilai, adanya aturan tersebut akan membuat kader lebih produktif jika dibandingkan dengan satu keluarga tetapi berbeda partai. Sehingga ini akan memberikan dampak positif bagi internal partai.

&amp;ldquo;Saya pikir itu lebih produktif dibanding satu keluarga beda partai. Pasti aliran politiknya beda,&amp;rdquo; ujarnya.


BACA JUGA:
 Sambut Kedatangan Perindo DKI, PDIP: Gerak Satu Langkah Menangkan Ganjar di Jakarta&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Emrus menerangkan, perbedaan sikap politik dalam satu keluarga tentu berbahaya bagi kepentingan partai. Sebab tidak menutup kemungkinan, mereka bisa saling membocorkan rahasia partai.

&amp;ldquo;Mungkin enggak satu keluarga itu saling membocorkan? Bisa dong. Maka aturan satu partai itu ada sisi positifnya,&amp;rdquo; bebernya.Meski begitu, dia mengingatkan, aturan yang diterapkan dalam satu organisasi atau partai merupakan hasil kesepakatan bersama. Sehingga kader yang tidak sesuai  dengan aturan tersebut bisa keluar.

&amp;ldquo;Negatifnya, keluarga itu tidak punya kemerdekaan politik. Karena mereka berada dalam satu gerbong. Mereka menjadi suka tidak suka menjadi terbelenggu oleh partai itu. Jadi selalu ada positif dan negatif,&amp;rdquo; tutup Emrus.

Sebelumnya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya siap menampung Kaesang Pangarep. Salah satunya, dengan terlebih dahulu menerapkan mekanisme kaderisasi.

&quot;Ya bagi PDI Perjuangan siapa pun yang akan menjadi calon kepala daerah, termasuk misalnya Mas Kaesang dan sebelumnya Mas Gibran, partai menerapkan mekanisme kaderisasi,&quot; ujar Hasto, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu 10 Juni 2023.

Tak hanya itu, kata Hasto, partainya juga memiliki sekolah partai yang diisi pengajar berpengalaman. Seperti, Tri Rismaharini, Azwar Anas hingga Pramono Anung.

&quot;Jadi melalui sekolah partai, Bu Risma menjadi pengajar sekolah partai, Pak Pramono Anung menjadi pengajar sekolah partai, Pak Anas Menteri PAN-RB, jadi semua dipersiapkan dengan sebaik-baiknya,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
