<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tangani Kasus Penganiayaan PMI di Libya, KBRI Tripoli Jalin Komunikasi dengan Korban</title><description>Keluhan terkait penganiayaan terhadap SM diterima KBRI Tripoli pada 14 Juni.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/16/18/2831923/tangani-kasus-penganiayaan-pmi-di-libya-kbri-tripoli-jalin-komunikasi-dengan-korban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/16/18/2831923/tangani-kasus-penganiayaan-pmi-di-libya-kbri-tripoli-jalin-komunikasi-dengan-korban"/><item><title>Tangani Kasus Penganiayaan PMI di Libya, KBRI Tripoli Jalin Komunikasi dengan Korban</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/16/18/2831923/tangani-kasus-penganiayaan-pmi-di-libya-kbri-tripoli-jalin-komunikasi-dengan-korban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/16/18/2831923/tangani-kasus-penganiayaan-pmi-di-libya-kbri-tripoli-jalin-komunikasi-dengan-korban</guid><pubDate>Jum'at 16 Juni 2023 12:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/16/18/2831923/tangani-kasus-penganiayaan-pmi-di-libya-kbri-tripoli-jalin-komunikasi-dengan-korban-nSCAQtwl0e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">SM mengaku menerima kekerasan fisik dari majikannya di Libya. (Foto: Tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/16/18/2831923/tangani-kasus-penganiayaan-pmi-di-libya-kbri-tripoli-jalin-komunikasi-dengan-korban-nSCAQtwl0e.jpg</image><title>SM mengaku menerima kekerasan fisik dari majikannya di Libya. (Foto: Tangkapan layar)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kedutaan Besar RI (KBRI) Tripoli tengah menangani kasus seorang warga negara Indonesia (WNI) pekerja migran (PMI) di Libya yang meminta bantuan lantaran menerima kekerasan fisik dari majikannya.

BACA JUGA:
 Viral! 2 PMI Asal Banyuwangi Ngaku Disiksa di Perbatasan Myanmar, Ini Faktanya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Pada 14 Juni KBRI Tripoli menerima pengaduan mengenai SM, WNI asal Lombok Timur yang diduga mengalami kekerasan fisik dari pihak majikan di Libya. Dalam video yang beredar di media sosial SM mengaku awalnya dijanjikan bekerja di Turki namun pada kenyataannya dipekerjakan di Libya.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemneterian Luar Negeri RI (Kemlu RI) Judha Nugraha mengatakan bahwa pihak Kemlu RI segera mengambil tindakan setelah menerima pengaduan tersebut.

BACA JUGA:
Wapres Minta Seluruh KBRI Siaga Lindungi WNI di Luar Negeri

&amp;ldquo;KBRI Tripoli segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pelacakan terhadap lokasi dan nomor kontak SM. Pada tanggal 15 Juni 2023, KBRI telah berhasil berkomunikasi langsung dengan SM,&amp;rdquo; kata Judha dalam keterangan kepada media, Jumat, (16/6/2023).
Berdasarkan komunikasi tersebut, diketahui SM bertempat tinggal di Benghazi, sekira 1.000 km dari Tripoli.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Yang bersangkutan sudah dipindahkan dari rumah majikan dan saat ini telah aman berada di kantor agensi,&amp;rdquo; tambah keterangan tersebut.
KBRI Tripoli telah mengajukan izin kepada Kemlu Libya untuk melakukan kunjungan ke Benghazi. Pertemuan dengan SM di Benghazi dijadwalkan dilakukan pada 18 Juni 2023 untuk memastikan terpenuhinya hak-hak yang bersangkutan dalam hukum Libya. KBRI juga telah menghubungi pihak keluarga dan BP3MI NTB untuk menyampaikan langkah penanganan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kedutaan Besar RI (KBRI) Tripoli tengah menangani kasus seorang warga negara Indonesia (WNI) pekerja migran (PMI) di Libya yang meminta bantuan lantaran menerima kekerasan fisik dari majikannya.

BACA JUGA:
 Viral! 2 PMI Asal Banyuwangi Ngaku Disiksa di Perbatasan Myanmar, Ini Faktanya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Pada 14 Juni KBRI Tripoli menerima pengaduan mengenai SM, WNI asal Lombok Timur yang diduga mengalami kekerasan fisik dari pihak majikan di Libya. Dalam video yang beredar di media sosial SM mengaku awalnya dijanjikan bekerja di Turki namun pada kenyataannya dipekerjakan di Libya.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemneterian Luar Negeri RI (Kemlu RI) Judha Nugraha mengatakan bahwa pihak Kemlu RI segera mengambil tindakan setelah menerima pengaduan tersebut.

BACA JUGA:
Wapres Minta Seluruh KBRI Siaga Lindungi WNI di Luar Negeri

&amp;ldquo;KBRI Tripoli segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pelacakan terhadap lokasi dan nomor kontak SM. Pada tanggal 15 Juni 2023, KBRI telah berhasil berkomunikasi langsung dengan SM,&amp;rdquo; kata Judha dalam keterangan kepada media, Jumat, (16/6/2023).
Berdasarkan komunikasi tersebut, diketahui SM bertempat tinggal di Benghazi, sekira 1.000 km dari Tripoli.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Yang bersangkutan sudah dipindahkan dari rumah majikan dan saat ini telah aman berada di kantor agensi,&amp;rdquo; tambah keterangan tersebut.
KBRI Tripoli telah mengajukan izin kepada Kemlu Libya untuk melakukan kunjungan ke Benghazi. Pertemuan dengan SM di Benghazi dijadwalkan dilakukan pada 18 Juni 2023 untuk memastikan terpenuhinya hak-hak yang bersangkutan dalam hukum Libya. KBRI juga telah menghubungi pihak keluarga dan BP3MI NTB untuk menyampaikan langkah penanganan.</content:encoded></item></channel></rss>
