<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Letjen (Purn) Kuntara, Jenderal Keturunan Tionghoa yang Terlibat Operasi Woyla</title><description>Letnan Jenderal TNI (Purn) H. Kuntara, salah satu jenderal keturunan Tionghoa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/16/337/2831699/letjen-purn-kuntara-jenderal-keturunan-tionghoa-yang-terlibat-operasi-woyla</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/16/337/2831699/letjen-purn-kuntara-jenderal-keturunan-tionghoa-yang-terlibat-operasi-woyla"/><item><title>Letjen (Purn) Kuntara, Jenderal Keturunan Tionghoa yang Terlibat Operasi Woyla</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/16/337/2831699/letjen-purn-kuntara-jenderal-keturunan-tionghoa-yang-terlibat-operasi-woyla</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/16/337/2831699/letjen-purn-kuntara-jenderal-keturunan-tionghoa-yang-terlibat-operasi-woyla</guid><pubDate>Jum'at 16 Juni 2023 05:08 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/15/337/2831699/letjen-purn-kuntara-jenderal-keturunan-tionghoa-yang-terlibat-operasi-woyla-aQ12HsCBej.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Letjen (Purn) Kuntara (Foto: Wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/15/337/2831699/letjen-purn-kuntara-jenderal-keturunan-tionghoa-yang-terlibat-operasi-woyla-aQ12HsCBej.jpg</image><title>Letjen (Purn) Kuntara (Foto: Wikipedia)</title></images><description>JAKARTA - Letnan Jenderal TNI (Purn) H. Kuntara, salah satu jenderal keturunan Tionghoa. Berbagai operasi militer pernah diembannya.&amp;nbsp;
Salah satunya adalah Operasi Woyla. Sebuah operasi yang dilakukan untuk membebaskan para sandera di dalam Pesawat Garuda Indonesia pada 1981.
Kala itu, Pesawat Garuda Indonesia dibajak di Bangkok, Thailand. Operasi tersebut pun berjalan mulus, para sandera berhasil dibebaskan.

BACA JUGA:
Komandan Koopssus Tegaskan Pasukan Khusus TNI Harus Kompeten dan Kolaboratif

Kuntara lahir pada 1 September 1939 dari orangtua  keturunan Tionghoa. Alumnus Akademi Militer Nasional tahun 1963 ini seangkatan dengan mantan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Wismoyo Arismunandar, mantan Gubernur Jawa Timur Mayor Jenderal TNI Basofi Sudirman.

Selain itu, seangkatan juga dengan mantan Pangdam IX Udayana Letnan Jenderal TNI Sintong Panjaitan.

Sederet jabatan strategis pernah diemban Kuntara, seperti menjadi Pangkostrad ke-18. Bahkan, sebelumnya Kuntara menjabat sebagai Danjen Kopassus. Kuntara sangat fasih bahasa Mandarin.

BACA JUGA:
5 Fakta KKB Disikat Pasukan TNI, 14 Nakes Aman Kembali Bertugas

Usai pensiun dari militer, ia menjadi Duta Besar RI untuk China pada 1997 hingga 2001. Pada 21 Agustus 2021 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, Kuntara wafat.
Ia wafat karena sakit. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.
Menukil wikipedia, berikut riwayat jabatannya:
- Wadan Yonif 733/Masariku (1974-1976)

- Wadanjen Kopassandha (1983&amp;mdash;1986)

- Wadanjen Kopassus (1986&amp;mdash;1987)

- Danjen Kopassus (1988&amp;mdash;1992)

- Pangkostrad (1992&amp;mdash;1994)</description><content:encoded>JAKARTA - Letnan Jenderal TNI (Purn) H. Kuntara, salah satu jenderal keturunan Tionghoa. Berbagai operasi militer pernah diembannya.&amp;nbsp;
Salah satunya adalah Operasi Woyla. Sebuah operasi yang dilakukan untuk membebaskan para sandera di dalam Pesawat Garuda Indonesia pada 1981.
Kala itu, Pesawat Garuda Indonesia dibajak di Bangkok, Thailand. Operasi tersebut pun berjalan mulus, para sandera berhasil dibebaskan.

BACA JUGA:
Komandan Koopssus Tegaskan Pasukan Khusus TNI Harus Kompeten dan Kolaboratif

Kuntara lahir pada 1 September 1939 dari orangtua  keturunan Tionghoa. Alumnus Akademi Militer Nasional tahun 1963 ini seangkatan dengan mantan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Wismoyo Arismunandar, mantan Gubernur Jawa Timur Mayor Jenderal TNI Basofi Sudirman.

Selain itu, seangkatan juga dengan mantan Pangdam IX Udayana Letnan Jenderal TNI Sintong Panjaitan.

Sederet jabatan strategis pernah diemban Kuntara, seperti menjadi Pangkostrad ke-18. Bahkan, sebelumnya Kuntara menjabat sebagai Danjen Kopassus. Kuntara sangat fasih bahasa Mandarin.

BACA JUGA:
5 Fakta KKB Disikat Pasukan TNI, 14 Nakes Aman Kembali Bertugas

Usai pensiun dari militer, ia menjadi Duta Besar RI untuk China pada 1997 hingga 2001. Pada 21 Agustus 2021 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, Kuntara wafat.
Ia wafat karena sakit. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.
Menukil wikipedia, berikut riwayat jabatannya:
- Wadan Yonif 733/Masariku (1974-1976)

- Wadanjen Kopassandha (1983&amp;mdash;1986)

- Wadanjen Kopassus (1986&amp;mdash;1987)

- Danjen Kopassus (1988&amp;mdash;1992)

- Pangkostrad (1992&amp;mdash;1994)</content:encoded></item></channel></rss>
