<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pedang Kuno Zaman Perunggu Usia 3.000 Tahun Ditemukan di Pemakaman, Kondisi Masih Bagus dan Memesona</title><description>Kuburan itu berisi tulang belulang pria, wanita dan anak laki-laki, serta benda-benda perunggu lainnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/17/18/2832462/pedang-kuno-zaman-perunggu-usia-3-000-tahun-ditemukan-di-pemakaman-kondisi-masih-bagus-dan-memesona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/17/18/2832462/pedang-kuno-zaman-perunggu-usia-3-000-tahun-ditemukan-di-pemakaman-kondisi-masih-bagus-dan-memesona"/><item><title>Pedang Kuno Zaman Perunggu Usia 3.000 Tahun Ditemukan di Pemakaman, Kondisi Masih Bagus dan Memesona</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/17/18/2832462/pedang-kuno-zaman-perunggu-usia-3-000-tahun-ditemukan-di-pemakaman-kondisi-masih-bagus-dan-memesona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/17/18/2832462/pedang-kuno-zaman-perunggu-usia-3-000-tahun-ditemukan-di-pemakaman-kondisi-masih-bagus-dan-memesona</guid><pubDate>Sabtu 17 Juni 2023 13:08 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/17/18/2832462/pedang-kuno-zaman-perunggu-usia-3-000-tahun-ditemukan-di-pemakaman-kondisi-masih-bagus-dan-mempesona-V6ni8v6Dy9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pedang kuno Zaman Perunggu ditemukan masih dalam kondisi bagus (Foto: Archaologie Buro Dr. Woidich)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/17/18/2832462/pedang-kuno-zaman-perunggu-usia-3-000-tahun-ditemukan-di-pemakaman-kondisi-masih-bagus-dan-mempesona-V6ni8v6Dy9.jpg</image><title>Pedang kuno Zaman Perunggu ditemukan masih dalam kondisi bagus (Foto: Archaologie Buro Dr. Woidich)</title></images><description>JERMAN - Arkeolog Jerman sangat senang Ketika mengetahui mereka berhasil menggali pedang Zaman Perunggu berusia lebih dari 3.000 tahun yang terpelihara dengan sangat baik.
Pedang perunggu dengan gagang segi delapan ditemukan di sebuah kuburan di kota selatan N&amp;ouml;rdlingen. Pedang ini diperkirakan berasal dari akhir abad ke-14 SM.
Kantor Negara untuk Perlindungan Monumen (BLfD) Bavaria mengatakan kondisinya sangat bagus, memesona, dan masih bersinar.

BACA JUGA:
Mesir Larang Arkeolog Belanda Lakukan Penggalian di Situs Penting karena Pamerkan Musisi Kulit Hitam

Dikutip BBC, kuburan itu berisi tulang belulang pria, wanita dan anak laki-laki, serta benda-benda perunggu lainnya.

BACA JUGA:
Arkeolog Temukan 2 Korban di Pompeii yang Tewas Akibat Gempa Besar pada 79 Masehi, Tertimpa Tembok Roboh
Para arkeolog tidak yakin apakah ketiganya terkait, dan kelangkaan penemuan tersebut menimbulkan pertanyaan tentang asal usul pedang tersebut.
BLfD mengatakan pembuatan pedang semacam itu rumit, karena gagangnya dipasang ke bilahnya. Pedang N&amp;ouml;rdlingen tampaknya tidak digunakan dalam kemarahan, tetapi diyakini sebagai senjata sungguhan, bukan hanya hiasan.</description><content:encoded>JERMAN - Arkeolog Jerman sangat senang Ketika mengetahui mereka berhasil menggali pedang Zaman Perunggu berusia lebih dari 3.000 tahun yang terpelihara dengan sangat baik.
Pedang perunggu dengan gagang segi delapan ditemukan di sebuah kuburan di kota selatan N&amp;ouml;rdlingen. Pedang ini diperkirakan berasal dari akhir abad ke-14 SM.
Kantor Negara untuk Perlindungan Monumen (BLfD) Bavaria mengatakan kondisinya sangat bagus, memesona, dan masih bersinar.

BACA JUGA:
Mesir Larang Arkeolog Belanda Lakukan Penggalian di Situs Penting karena Pamerkan Musisi Kulit Hitam

Dikutip BBC, kuburan itu berisi tulang belulang pria, wanita dan anak laki-laki, serta benda-benda perunggu lainnya.

BACA JUGA:
Arkeolog Temukan 2 Korban di Pompeii yang Tewas Akibat Gempa Besar pada 79 Masehi, Tertimpa Tembok Roboh
Para arkeolog tidak yakin apakah ketiganya terkait, dan kelangkaan penemuan tersebut menimbulkan pertanyaan tentang asal usul pedang tersebut.
BLfD mengatakan pembuatan pedang semacam itu rumit, karena gagangnya dipasang ke bilahnya. Pedang N&amp;ouml;rdlingen tampaknya tidak digunakan dalam kemarahan, tetapi diyakini sebagai senjata sungguhan, bukan hanya hiasan.</content:encoded></item></channel></rss>
