<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ziarah ke Makam Zainudin Abdul, Ganjar Pranowo Salut Perjuangan Kakek TGB Majukan Kaum Perempuan   </title><description>Kakek TGB Zainul Majdi berkontribusi kepada bangsa dan negara melalu pendidikan formal dan klasikal dengan memajukan kaum perempuan.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/18/340/2832921/ziarah-ke-makam-zainudin-abdul-ganjar-pranowo-salut-perjuangan-kakek-tgb-majukan-kaum-perempuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/18/340/2832921/ziarah-ke-makam-zainudin-abdul-ganjar-pranowo-salut-perjuangan-kakek-tgb-majukan-kaum-perempuan"/><item><title>Ziarah ke Makam Zainudin Abdul, Ganjar Pranowo Salut Perjuangan Kakek TGB Majukan Kaum Perempuan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/18/340/2832921/ziarah-ke-makam-zainudin-abdul-ganjar-pranowo-salut-perjuangan-kakek-tgb-majukan-kaum-perempuan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/18/340/2832921/ziarah-ke-makam-zainudin-abdul-ganjar-pranowo-salut-perjuangan-kakek-tgb-majukan-kaum-perempuan</guid><pubDate>Minggu 18 Juni 2023 18:31 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/18/340/2832921/ziarah-ke-makam-zainudin-abdul-ganjar-pranowo-salut-perjuangan-kakek-tgb-majukan-kaum-perempuan-i6A8fDOOfR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo ziarah ke makam Tuan Guru KH M Zainudin Abdul Madjid (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/18/340/2832921/ziarah-ke-makam-zainudin-abdul-ganjar-pranowo-salut-perjuangan-kakek-tgb-majukan-kaum-perempuan-i6A8fDOOfR.jpg</image><title>Ganjar Pranowo ziarah ke makam Tuan Guru KH M Zainudin Abdul Madjid (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xOC8xLzE2NzMwMy81L3g4bHVzcDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
LOMBOK - Bacapres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo salut atas kontribusi Tuan Guru KH Muhammad Zainudin Abdul Madjid dalam merintis dan memperjuangkan dunia pendidikan di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kata dia, kakek Tuan Guru Bajang (TGB) HM Zainul Majdi berkontribusi kepada bangsa dan negara melalu pendidikan formal dan klasikal dengan memajukan kaum perempuan.
&quot;Kontribusinya kepada bangsa dan negara adalah melalui pendidikan formal dan klasikal yang dibuka pertama di sini,&quot; kata Ganjar saat melakukan safari politik di Pulau Lombok, NTB, Minggu (18/6/2023).
Ganjar Pranowo mengatakan bahwa Tuan Guru Madjid juga melakukan trobosan dengan membuka pendidikan untuk kaum perempuan di NTB lewat pondok pesantren pada tahun 1943.

BACA JUGA:
Momen Libur Sekolah, Adventure with Kiko in the Deep Sea Hadirkan Konsep Aktivitas Outdoor di dalam Mall

&quot;Harapan kita, ada semangat yang sejak tahun 1943 pendidikan untuk perempuan melalui pondok pesantren. Betul-betul makin bisa memberdayakan kelompok perempuan. Hebat ini,&quot; lanjutnya.

BACA JUGA:
Kaisar Jepang Naruhito Kunjungi Rumah Pompa Waduk Pluit

Ganjar bercerita pengalamannya bertemu dengan para santri Tuan Guru Madjid. Banyak di antaranya yang berasal dari luar NTB. Mereka mengenal Tuan Guru Madjid dari Youtube, atau dari guru maupun tuan guru mereka yang pernah belajar di Lombok.
&quot;Berceritalah mereka sehingga banyak anak-anak, para santriwati ini ingin mondok di sumbernya lalu mereka datang ke sini,&quot; tambahnya.Menariknya, Gubernur Jawa Tengah dua periode ini terkesan dengan salah satu santriwati yang bercerita soal pesan orang tuanya untuk tidak menikah dini.

&quot;Ada yang bagus tadi, ada pesan dari orangtuanya kamu ngapain jauh-jauh ke sana nanti habis itu kamu nikah gitu ya. Jadi ia sudah punya barier untuk bisa mengontrol diri untuk tidak menikah dini. Itu saya ingatkan kepada mereka agar perempuan Indonesia belajar setinggi-tingginya, tidak menikah dini,&quot; kata Ganjar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

7 Tahun Layanan Katering di Makkah demi Manjakan Lidah Jamaah Haji

Tuan Guru KH Muhammad Zainuddin Abdul Madj&amp;#299;d (5 Agustus 1898 &amp;ndash; 21 Oktober 1997) adalah seorang ulama karismatik dari Pulau Lombok. Selain dikenal sebagai tokoh pendidikan, kakek mantan Gubernur NTB, TGB Zainul Majdi, adalah pendiri Nahdlatul Wathan, Ormas Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Terinspirasi Ganjar, Komunitas Nelayan Sulsel Edukasi Warga Jaga Lingkungan Hidup

Disinggung soal sosok TGB, Ganjar mengatakan kalau dirinya sudah mengenal Tuan Guru Bajang sejak masih sama-sama anggota DPR RI. Selain itu, keduanya juga sering berinteraksi sebagai sesama gubernur.

&quot;Hari ini PDIP dengan Perindo (partai TGB) juga bersama-sama, bagus,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xOC8xLzE2NzMwMy81L3g4bHVzcDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
LOMBOK - Bacapres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo salut atas kontribusi Tuan Guru KH Muhammad Zainudin Abdul Madjid dalam merintis dan memperjuangkan dunia pendidikan di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kata dia, kakek Tuan Guru Bajang (TGB) HM Zainul Majdi berkontribusi kepada bangsa dan negara melalu pendidikan formal dan klasikal dengan memajukan kaum perempuan.
&quot;Kontribusinya kepada bangsa dan negara adalah melalui pendidikan formal dan klasikal yang dibuka pertama di sini,&quot; kata Ganjar saat melakukan safari politik di Pulau Lombok, NTB, Minggu (18/6/2023).
Ganjar Pranowo mengatakan bahwa Tuan Guru Madjid juga melakukan trobosan dengan membuka pendidikan untuk kaum perempuan di NTB lewat pondok pesantren pada tahun 1943.

BACA JUGA:
Momen Libur Sekolah, Adventure with Kiko in the Deep Sea Hadirkan Konsep Aktivitas Outdoor di dalam Mall

&quot;Harapan kita, ada semangat yang sejak tahun 1943 pendidikan untuk perempuan melalui pondok pesantren. Betul-betul makin bisa memberdayakan kelompok perempuan. Hebat ini,&quot; lanjutnya.

BACA JUGA:
Kaisar Jepang Naruhito Kunjungi Rumah Pompa Waduk Pluit

Ganjar bercerita pengalamannya bertemu dengan para santri Tuan Guru Madjid. Banyak di antaranya yang berasal dari luar NTB. Mereka mengenal Tuan Guru Madjid dari Youtube, atau dari guru maupun tuan guru mereka yang pernah belajar di Lombok.
&quot;Berceritalah mereka sehingga banyak anak-anak, para santriwati ini ingin mondok di sumbernya lalu mereka datang ke sini,&quot; tambahnya.Menariknya, Gubernur Jawa Tengah dua periode ini terkesan dengan salah satu santriwati yang bercerita soal pesan orang tuanya untuk tidak menikah dini.

&quot;Ada yang bagus tadi, ada pesan dari orangtuanya kamu ngapain jauh-jauh ke sana nanti habis itu kamu nikah gitu ya. Jadi ia sudah punya barier untuk bisa mengontrol diri untuk tidak menikah dini. Itu saya ingatkan kepada mereka agar perempuan Indonesia belajar setinggi-tingginya, tidak menikah dini,&quot; kata Ganjar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

7 Tahun Layanan Katering di Makkah demi Manjakan Lidah Jamaah Haji

Tuan Guru KH Muhammad Zainuddin Abdul Madj&amp;#299;d (5 Agustus 1898 &amp;ndash; 21 Oktober 1997) adalah seorang ulama karismatik dari Pulau Lombok. Selain dikenal sebagai tokoh pendidikan, kakek mantan Gubernur NTB, TGB Zainul Majdi, adalah pendiri Nahdlatul Wathan, Ormas Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Terinspirasi Ganjar, Komunitas Nelayan Sulsel Edukasi Warga Jaga Lingkungan Hidup

Disinggung soal sosok TGB, Ganjar mengatakan kalau dirinya sudah mengenal Tuan Guru Bajang sejak masih sama-sama anggota DPR RI. Selain itu, keduanya juga sering berinteraksi sebagai sesama gubernur.

&quot;Hari ini PDIP dengan Perindo (partai TGB) juga bersama-sama, bagus,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
