<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menuju Indonesia Emas 2045, TGB Tekankan Kerja Sama Politik Jadi Faktor Krusial</title><description>PDIP sebagai pemenang Pemilu 2019 lalu dalam posisi yang absolut. Sehingga, diksi yang tepat digunakan adalah kerja sama, bukan koalisi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/19/337/2833383/menuju-indonesia-emas-2045-tgb-tekankan-kerja-sama-politik-jadi-faktor-krusial</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/19/337/2833383/menuju-indonesia-emas-2045-tgb-tekankan-kerja-sama-politik-jadi-faktor-krusial"/><item><title>Menuju Indonesia Emas 2045, TGB Tekankan Kerja Sama Politik Jadi Faktor Krusial</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/19/337/2833383/menuju-indonesia-emas-2045-tgb-tekankan-kerja-sama-politik-jadi-faktor-krusial</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/19/337/2833383/menuju-indonesia-emas-2045-tgb-tekankan-kerja-sama-politik-jadi-faktor-krusial</guid><pubDate>Senin 19 Juni 2023 14:51 WIB</pubDate><dc:creator>Inin Nastain</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/19/337/2833383/menuju-indonesia-emas-2045-tgb-tekankan-kerja-sama-politik-jadi-faktor-krusial-e3RpFWyPFX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Harian DPP Partai Perindo TGB Zainul Majdi dan Bakal Capres Ganjar Pranowo (Foto: Inin Nastain)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/19/337/2833383/menuju-indonesia-emas-2045-tgb-tekankan-kerja-sama-politik-jadi-faktor-krusial-e3RpFWyPFX.jpg</image><title>Ketua Harian DPP Partai Perindo TGB Zainul Majdi dan Bakal Capres Ganjar Pranowo (Foto: Inin Nastain)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xOC8xLzE2NzMwMC81L3g4bHVyMnI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua Harian DPP Perindo TGB M. Zainul Majdi mengingatkan, kerja sama politik merupakan faktor krusial dalam membangun konsensus bagi pihak yang bekerja sama dalam jangka panjang. Apalagi, rancangan akhir RPJMN &amp;lsquo;Indonesia Emas 2045&amp;rsquo; baru saja diluncurkan pada 15 Juni lalu.

&amp;ldquo;Pihak yang memiliki kerja sama politik wajib bicara tentang rancangan tersebut. Apalagi, bila mau mengajukan Bacawapres bagi Ganjar Pranowo. Mengapa penting? Karena masa kepresidenan 2024-2029 akan mengawali kerangka 20 tahunan perencanaan pembangunan bangsa ke depan,&amp;rdquo; kata TGB.

BACA JUGA:
Ziarah ke Makam Zainudin Abdul, Ganjar Pranowo Salut Perjuangan Kakek TGB Majukan Kaum Perempuan&amp;nbsp; &amp;nbsp;


PDIP sebagai pemenang Pemilu 2019 lalu, jelas dia, dalam posisi yang absolut. Sehingga, diksi yang tepat digunakan adalah kerja sama, bukan koalisi.

&quot;Maka digunakanlah diksi kerja sama politik, bukan koalisi. Sebab, PDIP tidak memerlukan tiket pembulat untuk memenuhi syarat mengusung capres-cawapres. Artinya, seluruh parpol peserta kerja sama politik dengan PDIP, sesungguhnya memiliki posisi yang setara di hadapan PDIP sebagai sohibul bait,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Ganjar soal TGB Jadi Cawapres: Bagus, Saya Kenal Sejak di DPR


Dari kerja sama itu, jelas dia, yang terpenting adalah bagaimana mampu membentuk konsensus dan konsistensi. Sehingga penyelenggaraan pembangunan secara 20 tahunan yang telah disiapkan dengan cermat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat terwujud.

&amp;ldquo;Dengan kerangka akselerasi atau percepatan yang akan dilakukan oleh Mas Ganjar Pranowo jika Insya Allah terpilih secara gilang-gemilang nanti,&quot; papar dia.

Sementara, menanggapi kemunculan namanya sebagai kandidat yang masuk dalam daftar pertimbangan Cawapres, TGB lebih memilih menjelaskan sosok PDIP dan Megawati. Dijelaskannya, Megawati dan PDIP adalah sosok dan partai politik yang sangat ideologis.



&amp;ldquo;Dapat dipastikan bahwa tokoh-tokoh yang masuk pertimbangan, bukanlah sosok yang lahir dari proses transaksional kepentingan jangka pendek, atau semata-mata konsesi titip-menitip. Tidak ada ceritanya Ibu Megawati bisa didesak-desak dengan cara-cara non ideologis,&quot; kata TGB.

BACA JUGA:
Diteriaki TGB Cawapres oleh Warga NTB, Ganjar Pranowo Tersenyum




Oleh sebab itu, jelas dia, alangkah baiknya menunggu bagaimana pemikiran, arahan, dan keputusan final dari Megawati. &amp;ldquo;Kita jangan terlalu banyak berasumsi apalagi berandai-andai. Kedua, kami memberikan apresiasi kepada publik secara luas yang turut menambah nama-nama alternatif dari yang selama ini sudah berkembang,&quot; katanya.



Lebih jauh TGB memastikan berkomitmen untuk menyukseskan kontestasi Pemilu 2024 secara utuh dalam satu rangkaian Pileg, Pilpres, dan Pilkada pada kerja sama politik dengan PDIP. Hal itu seperti yang telah tertuang dalam Dokumen Kerjasama Politik antara PDIP - Perindo.

BACA JUGA:
Usai Ziarah, Ganjar dan TGB Diskusi dengan Ulama dan Santri di NTB




&amp;ldquo;Untuk Pileg tentunya ada harapan besar bagi Partai Perindo agar memenuhi ambang batas parlemen dengan kursi yang signifikan. Untuk Pilpres tentu adalah kemenangan satu putaran bagi GP dan untuk Pilkada adalah bagaimana Kerjasama Politik ini bisa terbangun secara satu nafas antara kepemimpinan di seluruh provinsi dan kabupaten/kota dengan kepemimpinan nasional kedepan,&amp;rdquo; pungkas TGB.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xOC8xLzE2NzMwMC81L3g4bHVyMnI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua Harian DPP Perindo TGB M. Zainul Majdi mengingatkan, kerja sama politik merupakan faktor krusial dalam membangun konsensus bagi pihak yang bekerja sama dalam jangka panjang. Apalagi, rancangan akhir RPJMN &amp;lsquo;Indonesia Emas 2045&amp;rsquo; baru saja diluncurkan pada 15 Juni lalu.

&amp;ldquo;Pihak yang memiliki kerja sama politik wajib bicara tentang rancangan tersebut. Apalagi, bila mau mengajukan Bacawapres bagi Ganjar Pranowo. Mengapa penting? Karena masa kepresidenan 2024-2029 akan mengawali kerangka 20 tahunan perencanaan pembangunan bangsa ke depan,&amp;rdquo; kata TGB.

BACA JUGA:
Ziarah ke Makam Zainudin Abdul, Ganjar Pranowo Salut Perjuangan Kakek TGB Majukan Kaum Perempuan&amp;nbsp; &amp;nbsp;


PDIP sebagai pemenang Pemilu 2019 lalu, jelas dia, dalam posisi yang absolut. Sehingga, diksi yang tepat digunakan adalah kerja sama, bukan koalisi.

&quot;Maka digunakanlah diksi kerja sama politik, bukan koalisi. Sebab, PDIP tidak memerlukan tiket pembulat untuk memenuhi syarat mengusung capres-cawapres. Artinya, seluruh parpol peserta kerja sama politik dengan PDIP, sesungguhnya memiliki posisi yang setara di hadapan PDIP sebagai sohibul bait,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Ganjar soal TGB Jadi Cawapres: Bagus, Saya Kenal Sejak di DPR


Dari kerja sama itu, jelas dia, yang terpenting adalah bagaimana mampu membentuk konsensus dan konsistensi. Sehingga penyelenggaraan pembangunan secara 20 tahunan yang telah disiapkan dengan cermat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat terwujud.

&amp;ldquo;Dengan kerangka akselerasi atau percepatan yang akan dilakukan oleh Mas Ganjar Pranowo jika Insya Allah terpilih secara gilang-gemilang nanti,&quot; papar dia.

Sementara, menanggapi kemunculan namanya sebagai kandidat yang masuk dalam daftar pertimbangan Cawapres, TGB lebih memilih menjelaskan sosok PDIP dan Megawati. Dijelaskannya, Megawati dan PDIP adalah sosok dan partai politik yang sangat ideologis.



&amp;ldquo;Dapat dipastikan bahwa tokoh-tokoh yang masuk pertimbangan, bukanlah sosok yang lahir dari proses transaksional kepentingan jangka pendek, atau semata-mata konsesi titip-menitip. Tidak ada ceritanya Ibu Megawati bisa didesak-desak dengan cara-cara non ideologis,&quot; kata TGB.

BACA JUGA:
Diteriaki TGB Cawapres oleh Warga NTB, Ganjar Pranowo Tersenyum




Oleh sebab itu, jelas dia, alangkah baiknya menunggu bagaimana pemikiran, arahan, dan keputusan final dari Megawati. &amp;ldquo;Kita jangan terlalu banyak berasumsi apalagi berandai-andai. Kedua, kami memberikan apresiasi kepada publik secara luas yang turut menambah nama-nama alternatif dari yang selama ini sudah berkembang,&quot; katanya.



Lebih jauh TGB memastikan berkomitmen untuk menyukseskan kontestasi Pemilu 2024 secara utuh dalam satu rangkaian Pileg, Pilpres, dan Pilkada pada kerja sama politik dengan PDIP. Hal itu seperti yang telah tertuang dalam Dokumen Kerjasama Politik antara PDIP - Perindo.

BACA JUGA:
Usai Ziarah, Ganjar dan TGB Diskusi dengan Ulama dan Santri di NTB




&amp;ldquo;Untuk Pileg tentunya ada harapan besar bagi Partai Perindo agar memenuhi ambang batas parlemen dengan kursi yang signifikan. Untuk Pilpres tentu adalah kemenangan satu putaran bagi GP dan untuk Pilkada adalah bagaimana Kerjasama Politik ini bisa terbangun secara satu nafas antara kepemimpinan di seluruh provinsi dan kabupaten/kota dengan kepemimpinan nasional kedepan,&amp;rdquo; pungkas TGB.



</content:encoded></item></channel></rss>
