<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>El Nino Meningkat Lebih dari 50%, BMKG: Potensi Kekeringan Menjadi Nyata   </title><description>Sehingga, intensitas hujan akan semakin menurun yang berdampak pada kekeringan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/20/337/2833813/el-nino-meningkat-lebih-dari-50-bmkg-potensi-kekeringan-menjadi-nyata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/20/337/2833813/el-nino-meningkat-lebih-dari-50-bmkg-potensi-kekeringan-menjadi-nyata"/><item><title>El Nino Meningkat Lebih dari 50%, BMKG: Potensi Kekeringan Menjadi Nyata   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/20/337/2833813/el-nino-meningkat-lebih-dari-50-bmkg-potensi-kekeringan-menjadi-nyata</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/20/337/2833813/el-nino-meningkat-lebih-dari-50-bmkg-potensi-kekeringan-menjadi-nyata</guid><pubDate>Selasa 20 Juni 2023 09:16 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/20/337/2833813/el-nino-meningkat-lebih-dari-50-bmkg-potensi-kekeringan-menjadi-nyata-RvCUBhkENZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Guswanto. (Foto: BMKG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/20/337/2833813/el-nino-meningkat-lebih-dari-50-bmkg-potensi-kekeringan-menjadi-nyata-RvCUBhkENZ.jpg</image><title>Guswanto. (Foto: BMKG)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan saat ini indeks El Nino sudah meningkat lebih dari 50%. Sehingga, intensitas hujan akan semakin menurun yang berdampak pada kekeringan.
&amp;ldquo;Saat ini memang BMKG sudah memprediksi bahwa kalau kita lihat pada waktu itu disampaikan El Nino ini potensinya baru 50% dan saat ini itu (El Nino) sudah meningkat, indeksnya pun saat ini sudah 0,9 dan ini pertanda dia akan merambat menuju moderate, dari lemah menuju moderate,&amp;rdquo; kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto saat dialog di FMB9, dikutip Selasa (20/6/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BMKG Mencatat Tiga Kali Gempa Susulan Usai Gempa M4,6 di Mojokerto

&amp;ldquo;Nah artinya, apabila ini tidak diantisipasi maka (terjadi) kekeringan, dampaknya bahwa wilayah Indonesia akan kekurangan hujan itu akan menjadi nyata,&amp;rdquo; sambungnya.
Oleh karena itu, Guswanto meminta agar dilakukan langkah-langkah antisipasi.  Misalnya dengan menghemat air dan menyimpan air hujan ke dalam waduk atau di embung.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sleman Diguyur Hujan Ringan, BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi

Kedua, kata Guswanto, antisipasi yaitu khusus untuk wilayah-wilayah yang memiliki gambut khususnya Sumatera, Kalimantan bisa dilakukan pembasahan dengan dialiri air dari tanah maupun menggunakan teknologi modifikasi cuaca (TMC).
&amp;ldquo;Terakhir yang perlu diantisipasi lagi adalah Apabila ada kebakaran maka tentunya oleh asap lintas batas ini perlu diwaspadai jangan sampai ini asap lintas batas bisa mengganggu negara tetangga,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan saat ini indeks El Nino sudah meningkat lebih dari 50%. Sehingga, intensitas hujan akan semakin menurun yang berdampak pada kekeringan.
&amp;ldquo;Saat ini memang BMKG sudah memprediksi bahwa kalau kita lihat pada waktu itu disampaikan El Nino ini potensinya baru 50% dan saat ini itu (El Nino) sudah meningkat, indeksnya pun saat ini sudah 0,9 dan ini pertanda dia akan merambat menuju moderate, dari lemah menuju moderate,&amp;rdquo; kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto saat dialog di FMB9, dikutip Selasa (20/6/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BMKG Mencatat Tiga Kali Gempa Susulan Usai Gempa M4,6 di Mojokerto

&amp;ldquo;Nah artinya, apabila ini tidak diantisipasi maka (terjadi) kekeringan, dampaknya bahwa wilayah Indonesia akan kekurangan hujan itu akan menjadi nyata,&amp;rdquo; sambungnya.
Oleh karena itu, Guswanto meminta agar dilakukan langkah-langkah antisipasi.  Misalnya dengan menghemat air dan menyimpan air hujan ke dalam waduk atau di embung.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sleman Diguyur Hujan Ringan, BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi

Kedua, kata Guswanto, antisipasi yaitu khusus untuk wilayah-wilayah yang memiliki gambut khususnya Sumatera, Kalimantan bisa dilakukan pembasahan dengan dialiri air dari tanah maupun menggunakan teknologi modifikasi cuaca (TMC).
&amp;ldquo;Terakhir yang perlu diantisipasi lagi adalah Apabila ada kebakaran maka tentunya oleh asap lintas batas ini perlu diwaspadai jangan sampai ini asap lintas batas bisa mengganggu negara tetangga,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
