<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ridwan Kamil Bentuk Tim Investigasi Terkait Ponpes Al Zaytun</title><description>Ridwan Kamil Bentuk Tim Investigasi Terkait Ponpes Al Zaytun
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/20/525/2833729/ridwan-kamil-bentuk-tim-investigasi-terkait-ponpes-al-zaytun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/20/525/2833729/ridwan-kamil-bentuk-tim-investigasi-terkait-ponpes-al-zaytun"/><item><title>Ridwan Kamil Bentuk Tim Investigasi Terkait Ponpes Al Zaytun</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/20/525/2833729/ridwan-kamil-bentuk-tim-investigasi-terkait-ponpes-al-zaytun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/20/525/2833729/ridwan-kamil-bentuk-tim-investigasi-terkait-ponpes-al-zaytun</guid><pubDate>Selasa 20 Juni 2023 03:02 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/20/525/2833729/ridwan-kamil-bentuk-tim-investigasi-terkait-ponpes-al-zaytun-BhP65QQzJ8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/20/525/2833729/ridwan-kamil-bentuk-tim-investigasi-terkait-ponpes-al-zaytun-BhP65QQzJ8.jpg</image><title>Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (MPI)</title></images><description>BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil akan membentuk tim investigasi terkait polemik Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun, Indramayu.
Ridwan Kamil mengatakan, keputusan ini berdasarkan hasil rapat bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) hingga elemen ormas Islam.
&quot;MUI, ormas Islam, Kesbangpol sudah rapat kesimpulannya adalah kami membentuk tim investigasi yang akan bekerja selama 7 hari,&quot; ucap Kang Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (19/6/2023).
Ia menyebutkan, tim investigasi akan bekerja dengan prinsip berkeadilan dan tabayyun. Sehingga, tim yang bekerja selama tujuh hari tersebut bisa menemukan data dan fakta atas polemik yang terjadi di Ponpes Al-Zaytun.
&quot;Jika nantinya ditemukan ada pelanggaran-pelanggaran secara fiqih, syariat dan sebagainya hingga berpotensi adanya pelanggaran administrasi terhadap norma hukum, maka akan ada tindakan administratif dan hukum,&quot; terangnya.

BACA JUGA:
 Dugaan Ajaran Sesat di Ponpes Al-Zaytun, Ridwan Kamil Tunggu Fatwa MUI&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kang Emil menyebut, hingga saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah Ponpes Al Zaytun terbukti melakukan pelanggaran atau tidak.
&quot;Kami merespon keresahan masyarakat, dengan data yang lengkap, sehingga dibutuhkan kelengkapan data dan fakta,&quot; ungkapnya.Kang Emil meminta pihak Ponpes Al-Zaytun kooperatif. Sebab, berkaca dari pengalaman Ponpes Al-Zaytun sudah bebera kali sering menolak mereka yang mencoba untuk berdialog.

BACA JUGA:
Bahas Polemik Ponpes Al-Zaytun, Puluhan Ulama dan Kiai Ngumpul di Gedung Sate

&quot;Kami minta Al-Zaytun untuk kooperatif karena sudah beberapa kali dalam catatan sejarah, sering menolak mereka yang mencoba untuk bertabayun dan berdialog,&quot; katanya.
Bagi Kang Emil, pihaknya harus bisa menyelamatkan ribuan siswa didik yang terindentifikasi berada dalam ideologi yang melanggar tatanan hukum.
&quot;Yang terpenting dari kami, Pemprov harus menyelamatkan 5000 siswa, yang terindentifikasi berada dalam ideologi yang melanggar tatanan hukum, akan ada upaya yang terukur,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil akan membentuk tim investigasi terkait polemik Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun, Indramayu.
Ridwan Kamil mengatakan, keputusan ini berdasarkan hasil rapat bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) hingga elemen ormas Islam.
&quot;MUI, ormas Islam, Kesbangpol sudah rapat kesimpulannya adalah kami membentuk tim investigasi yang akan bekerja selama 7 hari,&quot; ucap Kang Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (19/6/2023).
Ia menyebutkan, tim investigasi akan bekerja dengan prinsip berkeadilan dan tabayyun. Sehingga, tim yang bekerja selama tujuh hari tersebut bisa menemukan data dan fakta atas polemik yang terjadi di Ponpes Al-Zaytun.
&quot;Jika nantinya ditemukan ada pelanggaran-pelanggaran secara fiqih, syariat dan sebagainya hingga berpotensi adanya pelanggaran administrasi terhadap norma hukum, maka akan ada tindakan administratif dan hukum,&quot; terangnya.

BACA JUGA:
 Dugaan Ajaran Sesat di Ponpes Al-Zaytun, Ridwan Kamil Tunggu Fatwa MUI&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kang Emil menyebut, hingga saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah Ponpes Al Zaytun terbukti melakukan pelanggaran atau tidak.
&quot;Kami merespon keresahan masyarakat, dengan data yang lengkap, sehingga dibutuhkan kelengkapan data dan fakta,&quot; ungkapnya.Kang Emil meminta pihak Ponpes Al-Zaytun kooperatif. Sebab, berkaca dari pengalaman Ponpes Al-Zaytun sudah bebera kali sering menolak mereka yang mencoba untuk berdialog.

BACA JUGA:
Bahas Polemik Ponpes Al-Zaytun, Puluhan Ulama dan Kiai Ngumpul di Gedung Sate

&quot;Kami minta Al-Zaytun untuk kooperatif karena sudah beberapa kali dalam catatan sejarah, sering menolak mereka yang mencoba untuk bertabayun dan berdialog,&quot; katanya.
Bagi Kang Emil, pihaknya harus bisa menyelamatkan ribuan siswa didik yang terindentifikasi berada dalam ideologi yang melanggar tatanan hukum.
&quot;Yang terpenting dari kami, Pemprov harus menyelamatkan 5000 siswa, yang terindentifikasi berada dalam ideologi yang melanggar tatanan hukum, akan ada upaya yang terukur,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
