<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pencarian Masih Nihil, Kapal Selam yang Hilang Kontak Tinggal Miliki Sisa Udara Kurang dari 40 Jam</title><description>Pencarian difokuskan di sekitar lokasi kapal karam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/21/18/2834430/pencarian-masih-nihil-kapal-selam-yang-hilang-kontak-tinggal-miliki-sisa-udara-kurang-dari-40-jam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/21/18/2834430/pencarian-masih-nihil-kapal-selam-yang-hilang-kontak-tinggal-miliki-sisa-udara-kurang-dari-40-jam"/><item><title>Pencarian Masih Nihil, Kapal Selam yang Hilang Kontak Tinggal Miliki Sisa Udara Kurang dari 40 Jam</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/21/18/2834430/pencarian-masih-nihil-kapal-selam-yang-hilang-kontak-tinggal-miliki-sisa-udara-kurang-dari-40-jam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/21/18/2834430/pencarian-masih-nihil-kapal-selam-yang-hilang-kontak-tinggal-miliki-sisa-udara-kurang-dari-40-jam</guid><pubDate>Rabu 21 Juni 2023 08:06 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/21/18/2834430/pencarian-masih-nihil-kapal-selam-yang-hilang-kontak-tinggal-miliki-sisa-udara-kurang-dari-40-jam-5uZtsoY4Aa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapal selam wisata hilang di Samudra Atlantik (Foto: OceanGate)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/21/18/2834430/pencarian-masih-nihil-kapal-selam-yang-hilang-kontak-tinggal-miliki-sisa-udara-kurang-dari-40-jam-5uZtsoY4Aa.jpg</image><title>Kapal selam wisata hilang di Samudra Atlantik (Foto: OceanGate)</title></images><description>NEW YORK - Menurut Penjaga Pantai Amerika Serikat (AS), lima orang di kapal selam yang hilang di dekat reruntuhan kapal Titanic hanya memiliki waktu kurang dari 40 jam untuk bernapas.
Dikutip CNN, pencarian mendesak sejauh ini belum menghasilkan apa-apa, tetapi para pejabat sedang mencari baik di permukaan maupun di bawah air di daerah Atlantik Utara yang terpencil. Penjaga Pantai pada Selasa (20/6/2023) mengatakan lebih banyak peralatan dan personel diharapkan tiba segera.

BACA JUGA:
Pencarian Masih Terus Dilakukan, Kapal Selam Hilang Kontak 1 Jam 45 Menit Usai Turun ke Dasar Laut

Seperti diketahui, kapal selam yang hilang itu adalah bagian dari ekspedisi delapan hari ke Titanic yang dilakukan oleh Ekspedisi OceanGate. Pencarian difokuskan di sekitar lokasi kapal karam, sekitar 900 mil lepas pantai Cape Cod. Kapal selam itu mulai turun selama dua jam pada Minggu (18/6/2023) pagi.

BACA JUGA:
Kapal Selam Wisata yang Ingin Lihat Bangkai Kapal Titanic Hilang di Samudra Atlantik, Pencarian Besar-besaran Dikerahkan

Kapal itu kehilangan kontak dengan Polar Prince,  kapal pendukung yang mengangkut kapal itu ke lokasi, kurang dari dua jam setelah turun.
Operasi pencarian dilakukan hari itu juga. Kapten Jamie Frederick, dari Departemen Tanggap Distrik Penjaga Pantai Pertama, dalam pengarahan pada Selasa (20/6/2023) mengatakan  Penjaga Pantai AS bekerja &quot;sepanjang waktu&quot; untuk mencoba menemukan kapal selam yang hilang.Selain melihat ke permukaan air, tim memiliki kemampuan pencarian bawah air di tempat kejadian.
Perusahaan pemetaan laut dalam Magellan, yang paling terkenal karena citra laut dalam Titanic yang unik, juga bekerja untuk mengirimkan peralatannya ke lokasi.
Menurut pejabat, cuaca dan kabut memperumit upaya pencarian udara pada Senin (19/6/2023). Tapi, kondisinya membaik pada Selasa (20/6/2023).
Angkatan Laut AS mengirimkan para ahli dan &quot;Flyaway Deep Ocean Salvage System&quot; - yang dapat mengangkat kapal kecil - untuk membantu.
Menurut Penjaga Pantai dan Komando Transportasi AS, militer AS memindahkan aset militer dan komersial. Prancis mengatakan telah mengirim kapal dengan robot bawah air.</description><content:encoded>NEW YORK - Menurut Penjaga Pantai Amerika Serikat (AS), lima orang di kapal selam yang hilang di dekat reruntuhan kapal Titanic hanya memiliki waktu kurang dari 40 jam untuk bernapas.
Dikutip CNN, pencarian mendesak sejauh ini belum menghasilkan apa-apa, tetapi para pejabat sedang mencari baik di permukaan maupun di bawah air di daerah Atlantik Utara yang terpencil. Penjaga Pantai pada Selasa (20/6/2023) mengatakan lebih banyak peralatan dan personel diharapkan tiba segera.

BACA JUGA:
Pencarian Masih Terus Dilakukan, Kapal Selam Hilang Kontak 1 Jam 45 Menit Usai Turun ke Dasar Laut

Seperti diketahui, kapal selam yang hilang itu adalah bagian dari ekspedisi delapan hari ke Titanic yang dilakukan oleh Ekspedisi OceanGate. Pencarian difokuskan di sekitar lokasi kapal karam, sekitar 900 mil lepas pantai Cape Cod. Kapal selam itu mulai turun selama dua jam pada Minggu (18/6/2023) pagi.

BACA JUGA:
Kapal Selam Wisata yang Ingin Lihat Bangkai Kapal Titanic Hilang di Samudra Atlantik, Pencarian Besar-besaran Dikerahkan

Kapal itu kehilangan kontak dengan Polar Prince,  kapal pendukung yang mengangkut kapal itu ke lokasi, kurang dari dua jam setelah turun.
Operasi pencarian dilakukan hari itu juga. Kapten Jamie Frederick, dari Departemen Tanggap Distrik Penjaga Pantai Pertama, dalam pengarahan pada Selasa (20/6/2023) mengatakan  Penjaga Pantai AS bekerja &quot;sepanjang waktu&quot; untuk mencoba menemukan kapal selam yang hilang.Selain melihat ke permukaan air, tim memiliki kemampuan pencarian bawah air di tempat kejadian.
Perusahaan pemetaan laut dalam Magellan, yang paling terkenal karena citra laut dalam Titanic yang unik, juga bekerja untuk mengirimkan peralatannya ke lokasi.
Menurut pejabat, cuaca dan kabut memperumit upaya pencarian udara pada Senin (19/6/2023). Tapi, kondisinya membaik pada Selasa (20/6/2023).
Angkatan Laut AS mengirimkan para ahli dan &quot;Flyaway Deep Ocean Salvage System&quot; - yang dapat mengangkat kapal kecil - untuk membantu.
Menurut Penjaga Pantai dan Komando Transportasi AS, militer AS memindahkan aset militer dan komersial. Prancis mengatakan telah mengirim kapal dengan robot bawah air.</content:encoded></item></channel></rss>
