<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Alasan Tanggal 22 Juni Ditetapkan sebagai Ulang Tahun DKI Jakarta</title><description>Wali Kota Jakarta periode 1953-1958 Sudiro menyadari pentingnya peringatan ulang tahun untuk kota Jakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/21/338/2834740/ini-alasan-tanggal-22-juni-ditetapkan-sebagai-ulang-tahun-dki-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/21/338/2834740/ini-alasan-tanggal-22-juni-ditetapkan-sebagai-ulang-tahun-dki-jakarta"/><item><title>Ini Alasan Tanggal 22 Juni Ditetapkan sebagai Ulang Tahun DKI Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/21/338/2834740/ini-alasan-tanggal-22-juni-ditetapkan-sebagai-ulang-tahun-dki-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/21/338/2834740/ini-alasan-tanggal-22-juni-ditetapkan-sebagai-ulang-tahun-dki-jakarta</guid><pubDate>Rabu 21 Juni 2023 16:06 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/21/338/2834740/ini-alasan-tanggal-22-juni-ditetapkan-sebagai-ulang-tahun-dki-jakarta-tQ2eC4x4S9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/21/338/2834740/ini-alasan-tanggal-22-juni-ditetapkan-sebagai-ulang-tahun-dki-jakarta-tQ2eC4x4S9.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yMS8xLzE2NzQwMi81L3g4bHhjb3I=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wali Kota Jakarta periode 1953-1958 Sudiro menyadari pentingnya peringatan ulang tahun untuk kota Jakarta.
Dia pun ingin berdirinya Kota DKI Jakarta berbeda dengan peringatan berdirinya Batavia.
Lalu Sudiro memanggil sejumlah ahli sejarah seperti Mohamad Yamin dan Sukanto serta wartawan senior Sudarjo Tjokrosiswoyo untuk meneliti kapan Jakarta didirikan oleh Fatahillah.
Dari sana, Sudiro berkeyakinan bahwa tahunnya adalah pasti, yaitu 1527. Namun yang menjadi pertanyaan adalah hari, tanggal, dan bulan lahirnya Kota Jakarta.

BACA JUGA:
Citra Kirana Pastikan Rumah Tangganya dengan Rezky Aditya Tetap Harmonis

Dr. Sukanto menyerahkan naskah berjudul 'Dari Jayakarta ke Jakarta'. Dia menduga bahwa 22 Juni 1527 adalah hari yang paling dekat pada kenyataan dibangunnya Kota Jayakarta oleh Fatahillah.

BACA JUGA:
Momen Cristiano Ronaldo Sering Berjinjit saat Sesi Foto Bersama karena Merasa Kalah Tinggi dari Rekan Setimnya

Setelah dibahas lalu ditetapkanlah pada 22 Juni 1527 sebagai berdirinya Kota Jakarta. Hal ini tertuang dalam keputusan DPR kota sementara No.6/D/K/1956. Melalui PP No 2 Tahun 1961 juncto UU No 2 PNPS 1961 dibentuk Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.Fatahillah merupakan tokoh yang dikenal sebagai pengusir bangsa Portugis dari Pelabuhan Sunda Kelapa. Nama Fatahillah pertama kali disebutkan oleh Joao de Barros seorang ahli sejarah bangsa Portugis dalam seri bukunya yang berjudul Decadas da Asia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mengenal Wisata Menyelam ke Bangkai Titanic, Bayar Rp3,7 Miliar dari Mana Rutenya?

Di situ, ia melaporkan bahwa salah satu kapal layar bertiang dua terdampar di pantai Sunda Kelapa telah diserang oleh pasukan Muslim di bawah pimpinan Falatehan atau Fatahillah dan semua penumpangnya yang adalah laskar Portugis dibunuh.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Gelar Rapat Konsolidasi, Caleg Diminta Bekerja Keras Menangkan Pemilu 2024&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Setelah itu Falatehan berangkat untuk mengislamkan Banten, dan diberi dukungan 2.000 orang prajurit dan pembantu oleh Raja. Dengan dukungan pasukan Muslim itulah Falatehan menaklukkan pelabuhan Sunda Kelapa dan Banten.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yMS8xLzE2NzQwMi81L3g4bHhjb3I=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wali Kota Jakarta periode 1953-1958 Sudiro menyadari pentingnya peringatan ulang tahun untuk kota Jakarta.
Dia pun ingin berdirinya Kota DKI Jakarta berbeda dengan peringatan berdirinya Batavia.
Lalu Sudiro memanggil sejumlah ahli sejarah seperti Mohamad Yamin dan Sukanto serta wartawan senior Sudarjo Tjokrosiswoyo untuk meneliti kapan Jakarta didirikan oleh Fatahillah.
Dari sana, Sudiro berkeyakinan bahwa tahunnya adalah pasti, yaitu 1527. Namun yang menjadi pertanyaan adalah hari, tanggal, dan bulan lahirnya Kota Jakarta.

BACA JUGA:
Citra Kirana Pastikan Rumah Tangganya dengan Rezky Aditya Tetap Harmonis

Dr. Sukanto menyerahkan naskah berjudul 'Dari Jayakarta ke Jakarta'. Dia menduga bahwa 22 Juni 1527 adalah hari yang paling dekat pada kenyataan dibangunnya Kota Jayakarta oleh Fatahillah.

BACA JUGA:
Momen Cristiano Ronaldo Sering Berjinjit saat Sesi Foto Bersama karena Merasa Kalah Tinggi dari Rekan Setimnya

Setelah dibahas lalu ditetapkanlah pada 22 Juni 1527 sebagai berdirinya Kota Jakarta. Hal ini tertuang dalam keputusan DPR kota sementara No.6/D/K/1956. Melalui PP No 2 Tahun 1961 juncto UU No 2 PNPS 1961 dibentuk Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.Fatahillah merupakan tokoh yang dikenal sebagai pengusir bangsa Portugis dari Pelabuhan Sunda Kelapa. Nama Fatahillah pertama kali disebutkan oleh Joao de Barros seorang ahli sejarah bangsa Portugis dalam seri bukunya yang berjudul Decadas da Asia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mengenal Wisata Menyelam ke Bangkai Titanic, Bayar Rp3,7 Miliar dari Mana Rutenya?

Di situ, ia melaporkan bahwa salah satu kapal layar bertiang dua terdampar di pantai Sunda Kelapa telah diserang oleh pasukan Muslim di bawah pimpinan Falatehan atau Fatahillah dan semua penumpangnya yang adalah laskar Portugis dibunuh.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Gelar Rapat Konsolidasi, Caleg Diminta Bekerja Keras Menangkan Pemilu 2024&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Setelah itu Falatehan berangkat untuk mengislamkan Banten, dan diberi dukungan 2.000 orang prajurit dan pembantu oleh Raja. Dengan dukungan pasukan Muslim itulah Falatehan menaklukkan pelabuhan Sunda Kelapa dan Banten.



</content:encoded></item></channel></rss>
