<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keberanian dan Kegigihan Tan Malaka Bikin Soekarno Kagum</title><description>Seokarno pun mejadi salah satu orang yang menghormati dan mengagumi sosoknya.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/22/337/2834638/keberanian-dan-kegigihan-tan-malaka-bikin-soekarno-kagum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/22/337/2834638/keberanian-dan-kegigihan-tan-malaka-bikin-soekarno-kagum"/><item><title>Keberanian dan Kegigihan Tan Malaka Bikin Soekarno Kagum</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/22/337/2834638/keberanian-dan-kegigihan-tan-malaka-bikin-soekarno-kagum</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/22/337/2834638/keberanian-dan-kegigihan-tan-malaka-bikin-soekarno-kagum</guid><pubDate>Kamis 22 Juni 2023 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/21/337/2834638/keberanian-dan-kegigihan-tan-malaka-bikin-soekarno-kagum-ytE9OA6ctW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tan Malaka (Foto: Istimewa/Okezone/Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/21/337/2834638/keberanian-dan-kegigihan-tan-malaka-bikin-soekarno-kagum-ytE9OA6ctW.jpg</image><title>Tan Malaka (Foto: Istimewa/Okezone/Sindo)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Keberanian dan kegigihan Tan Malaka dalam upaya meraih kemerdekaan Indonesia sudah tak diragukan lagi. Salah satu tokoh pergerakan Indonesia ini dianggap cocok untuk melajutkan kepemimpinan revolusi.&amp;nbsp;Soekarno pun mejadi salah satu orang yang menghormati dan mengagumi sosoknya.

Hal ini terungkap pada momen pertemuan Soekarno dengan Tan Malaka pada 19 September 1945 yang dikutip dari laman Setneg.

Di penghujung pertemuan mereka, Soekarno memberi penghormatan dan pernyataan jelas. Yakni jika ia tidak berdaya lagi, maka kepemimpinan revolusi akan diserahkan kepada Tan Malaka.

BACA JUGA:
Kisah Arif Yoshizumi, Perwira Intelijen Jepang yang Membelot Setelah Bertemu Tan Malaka

Kemudian, Pernyataan Soekarno tersebut dituangkan ke dalam surat wasiat Presiden Soekarno untuk Tan Malaka yang disebut Testamen Politik untuk Tan Malaka yang berisi penyerahan kekuasaan pemerintahan Soekarno dan Mohammad Hatta kepada Tan Malaka.


BACA JUGA:
Pertemuan Sangat Rahasia Soekarno-Tan Malaka, Lampu Dipadamkan Hindari Mata-Mata Jepang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Tetapi, ketika surat wasiat tersebut masuk ke Bung Hatta untuk ditandatanganinya, Hatta menolak usulan tersebut dan meminta kepada Soekarno untuk diganti. Surat ini dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan mereka berdua.


Kemudian pada 1 Oktober 1945, surat wasiat yang sudah diperbarui diketik dan ditandatangani oleh Soekarno-Hatta yang berisi penyerahan kekuasaan pemerintahan akan diteruskan oleh saudara-saudara: Tan Malaka, Iwa Kusuma Sumantri, Sjahrir, dan Wongsonegoro.
Menyoal pertemuan Soekarno-Tan Malaka, pada masa penjajahan Jepang, gerak-gerik Soekarno selalu dipantau oleh militer Jepang, Soekarno mengusulkan untuk diadakan pertemuan dengan Tan Malaka.

Pada masa yang sulit saat itu, Soekarno mengarahkan untuk pertemuannya dengan Tan Malaka dirahasiakan dan dilakukan di tempat yang aman dari intaian militer Jepang. Salah satunya di rumah DR. R. Soeharto.



Pada 9 September 145 di hari pertama Hari Raya Idul Fitri, pertemuan antara Soekarno dan Tan Malaka digelar secara rahasia di kediaman DR. R. Soeharto di Jl. Kramat Raya No. 128.



Pertemuan Soekarno dan Tan Malaka di rumah DR. R. Soeharto ini dilakukan dalam kondisi gelap. Lampu penerangan di kamar pertemuan sengaja dipadamkan untuk menghindari mata-mata Jepang.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Keberanian dan kegigihan Tan Malaka dalam upaya meraih kemerdekaan Indonesia sudah tak diragukan lagi. Salah satu tokoh pergerakan Indonesia ini dianggap cocok untuk melajutkan kepemimpinan revolusi.&amp;nbsp;Soekarno pun mejadi salah satu orang yang menghormati dan mengagumi sosoknya.

Hal ini terungkap pada momen pertemuan Soekarno dengan Tan Malaka pada 19 September 1945 yang dikutip dari laman Setneg.

Di penghujung pertemuan mereka, Soekarno memberi penghormatan dan pernyataan jelas. Yakni jika ia tidak berdaya lagi, maka kepemimpinan revolusi akan diserahkan kepada Tan Malaka.

BACA JUGA:
Kisah Arif Yoshizumi, Perwira Intelijen Jepang yang Membelot Setelah Bertemu Tan Malaka

Kemudian, Pernyataan Soekarno tersebut dituangkan ke dalam surat wasiat Presiden Soekarno untuk Tan Malaka yang disebut Testamen Politik untuk Tan Malaka yang berisi penyerahan kekuasaan pemerintahan Soekarno dan Mohammad Hatta kepada Tan Malaka.


BACA JUGA:
Pertemuan Sangat Rahasia Soekarno-Tan Malaka, Lampu Dipadamkan Hindari Mata-Mata Jepang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Tetapi, ketika surat wasiat tersebut masuk ke Bung Hatta untuk ditandatanganinya, Hatta menolak usulan tersebut dan meminta kepada Soekarno untuk diganti. Surat ini dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan mereka berdua.


Kemudian pada 1 Oktober 1945, surat wasiat yang sudah diperbarui diketik dan ditandatangani oleh Soekarno-Hatta yang berisi penyerahan kekuasaan pemerintahan akan diteruskan oleh saudara-saudara: Tan Malaka, Iwa Kusuma Sumantri, Sjahrir, dan Wongsonegoro.
Menyoal pertemuan Soekarno-Tan Malaka, pada masa penjajahan Jepang, gerak-gerik Soekarno selalu dipantau oleh militer Jepang, Soekarno mengusulkan untuk diadakan pertemuan dengan Tan Malaka.

Pada masa yang sulit saat itu, Soekarno mengarahkan untuk pertemuannya dengan Tan Malaka dirahasiakan dan dilakukan di tempat yang aman dari intaian militer Jepang. Salah satunya di rumah DR. R. Soeharto.



Pada 9 September 145 di hari pertama Hari Raya Idul Fitri, pertemuan antara Soekarno dan Tan Malaka digelar secara rahasia di kediaman DR. R. Soeharto di Jl. Kramat Raya No. 128.



Pertemuan Soekarno dan Tan Malaka di rumah DR. R. Soeharto ini dilakukan dalam kondisi gelap. Lampu penerangan di kamar pertemuan sengaja dipadamkan untuk menghindari mata-mata Jepang.

</content:encoded></item></channel></rss>
