<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Status Pandemi Covid-19 Dicabut, Satgas: Rata-Rata Kasus Harian Turun 97 Persen</title><description>Status pandemi Covid-19 di Indonesia telah dicabut pada 21 Juni 2023.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/22/337/2835165/status-pandemi-covid-19-dicabut-satgas-rata-rata-kasus-harian-turun-97-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/22/337/2835165/status-pandemi-covid-19-dicabut-satgas-rata-rata-kasus-harian-turun-97-persen"/><item><title>Status Pandemi Covid-19 Dicabut, Satgas: Rata-Rata Kasus Harian Turun 97 Persen</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/22/337/2835165/status-pandemi-covid-19-dicabut-satgas-rata-rata-kasus-harian-turun-97-persen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/22/337/2835165/status-pandemi-covid-19-dicabut-satgas-rata-rata-kasus-harian-turun-97-persen</guid><pubDate>Kamis 22 Juni 2023 11:59 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/22/337/2835165/status-pandemi-covid-19-dicabut-satgas-rata-rata-kasus-harian-turun-97-persen-jYJ9rgKuBy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wiku Adisasmito (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/22/337/2835165/status-pandemi-covid-19-dicabut-satgas-rata-rata-kasus-harian-turun-97-persen-jYJ9rgKuBy.jpg</image><title>Wiku Adisasmito (Foto: BNPB)</title></images><description>


JAKARTA - Status pandemi Covid-19 di Indonesia telah dicabut pada 21 Juni 2023. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan saat ini rata-rata kasus harian turun hingga 97%.
&amp;ldquo;Rata-rata penambahan kasus positif harian selama bulan Januari sampai dengan Juni 2023 hanya sebesar 533 kasus positif atau turun lebih dari 97% dari rata-rata saat puncak kedua,&amp;rdquo; kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito saat Konferensi Pers, Kamis (22/6/2023).
Wiku mengatakan bahwa Indonesia selama kurun waktu 3 tahun menghadapi Covis-19, terdapat dua kali puncak kasus Covid-19 yaitu pada tanggal 15 Juli 2021 yang disebabkan oleh varian Delta dan pada tanggal 16 Februari 2022 yang disebabkan oleh varian Omicron.
&amp;ldquo;Pada gelombang pertama akibat varian Delta di tahun 2021, rata-rata penambahan kasus positif harian adalah 16.041 kasus dan pada gelombang kedua akibat varian Omicron di tahun 2022 angka ini meningkat menjadi 18.138 kasus,&amp;rdquo; kata Wiku.

BACA JUGA:
Masuk Fase Endemi, Satgas Covid-19: Pemerintah Jamin Vaksinasi dan Pengobatan Pasien

Sementara itu, Wiku juga melaporkan rata-rata penambahan kasus kematian harian terlihat penurunan signifikan hingga lebih dari 94% jika dibandingkan dengan periode gelombang kedua akibat varian Omicron dan gelombang pertama akibat varian Delta.

BACA JUGA:
Kawal Sidang Kekerasan Seksual Anak, RPA Perindo Sambangi PN Tulungagung&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Melihat kasus aktif Covid-19 saat ini angkanya jauh lebih rendah dibandingkan kasus aktif selama 2 kali gelombang kasus. Kasus aktif saat ini sebesar 0,4% sedangkan saat gelombang kedua sebesar 8,96% dan gelombang pertama bahkan mencapai 17,61%,&amp;rdquo; katanya.Selain itu, Wiku mengungkapkan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 juga terus mengalami perbaikan dari yang sebelumnya sangat tinggi hingga mencapai 78% dan 60% pada gelombang kasus pertama dan kedua yang lalu menjadi hanya 1,7% saat ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bappenas Ungkap 3 Kunci Capai Kemiskinan Ekstrem Nol di 2024

Wiku mengatakan adanya perbaikan kondisi covid-19 Indonesia tidak terlepas dari peran vaksin. Jumlah dosis 3 vaksin adalah 38,01% dan angka ini masih tetap penting untuk ditingkatkan. &amp;ldquo;Selain itu Sero Survei antibodi SARS Cov 2 di bulan Januari 2002 3 menunjukkan proporsi penduduk yang memiliki kadar imunitas SARS Cov 2 masih tinggi yaitu 99%.&amp;rdquo;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menaker: Cuti Bersama Idul Adha 2023 Bersifat Pilihan, Kesepakatan Perusahaan-Pekerja

&amp;ldquo;Dengan adanya perkembangan yang baik untuk kasus positif, kematian, kasus aktif dan angka keterisian tempat tidur, maka kondisi faktual ini cukup menjadi dasar pencabutan status pandemi Covid-19 di Indonesia,&amp;rdquo; tandas Wiku.</description><content:encoded>


JAKARTA - Status pandemi Covid-19 di Indonesia telah dicabut pada 21 Juni 2023. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan saat ini rata-rata kasus harian turun hingga 97%.
&amp;ldquo;Rata-rata penambahan kasus positif harian selama bulan Januari sampai dengan Juni 2023 hanya sebesar 533 kasus positif atau turun lebih dari 97% dari rata-rata saat puncak kedua,&amp;rdquo; kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito saat Konferensi Pers, Kamis (22/6/2023).
Wiku mengatakan bahwa Indonesia selama kurun waktu 3 tahun menghadapi Covis-19, terdapat dua kali puncak kasus Covid-19 yaitu pada tanggal 15 Juli 2021 yang disebabkan oleh varian Delta dan pada tanggal 16 Februari 2022 yang disebabkan oleh varian Omicron.
&amp;ldquo;Pada gelombang pertama akibat varian Delta di tahun 2021, rata-rata penambahan kasus positif harian adalah 16.041 kasus dan pada gelombang kedua akibat varian Omicron di tahun 2022 angka ini meningkat menjadi 18.138 kasus,&amp;rdquo; kata Wiku.

BACA JUGA:
Masuk Fase Endemi, Satgas Covid-19: Pemerintah Jamin Vaksinasi dan Pengobatan Pasien

Sementara itu, Wiku juga melaporkan rata-rata penambahan kasus kematian harian terlihat penurunan signifikan hingga lebih dari 94% jika dibandingkan dengan periode gelombang kedua akibat varian Omicron dan gelombang pertama akibat varian Delta.

BACA JUGA:
Kawal Sidang Kekerasan Seksual Anak, RPA Perindo Sambangi PN Tulungagung&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Melihat kasus aktif Covid-19 saat ini angkanya jauh lebih rendah dibandingkan kasus aktif selama 2 kali gelombang kasus. Kasus aktif saat ini sebesar 0,4% sedangkan saat gelombang kedua sebesar 8,96% dan gelombang pertama bahkan mencapai 17,61%,&amp;rdquo; katanya.Selain itu, Wiku mengungkapkan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 juga terus mengalami perbaikan dari yang sebelumnya sangat tinggi hingga mencapai 78% dan 60% pada gelombang kasus pertama dan kedua yang lalu menjadi hanya 1,7% saat ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bappenas Ungkap 3 Kunci Capai Kemiskinan Ekstrem Nol di 2024

Wiku mengatakan adanya perbaikan kondisi covid-19 Indonesia tidak terlepas dari peran vaksin. Jumlah dosis 3 vaksin adalah 38,01% dan angka ini masih tetap penting untuk ditingkatkan. &amp;ldquo;Selain itu Sero Survei antibodi SARS Cov 2 di bulan Januari 2002 3 menunjukkan proporsi penduduk yang memiliki kadar imunitas SARS Cov 2 masih tinggi yaitu 99%.&amp;rdquo;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menaker: Cuti Bersama Idul Adha 2023 Bersifat Pilihan, Kesepakatan Perusahaan-Pekerja

&amp;ldquo;Dengan adanya perkembangan yang baik untuk kasus positif, kematian, kasus aktif dan angka keterisian tempat tidur, maka kondisi faktual ini cukup menjadi dasar pencabutan status pandemi Covid-19 di Indonesia,&amp;rdquo; tandas Wiku.</content:encoded></item></channel></rss>
