<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Masuk Endemi, Satgas Covid-19: Tak Lepas dari Peran Vaksinasi</title><description>Saat ini, tingkat masyarakat yang memiliki imunitas terhadap virus Covid-19 sebanyak 99 persen.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/22/337/2835180/indonesia-masuk-endemi-satgas-covid-19-tak-lepas-dari-peran-vaksinasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/22/337/2835180/indonesia-masuk-endemi-satgas-covid-19-tak-lepas-dari-peran-vaksinasi"/><item><title>Indonesia Masuk Endemi, Satgas Covid-19: Tak Lepas dari Peran Vaksinasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/22/337/2835180/indonesia-masuk-endemi-satgas-covid-19-tak-lepas-dari-peran-vaksinasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/22/337/2835180/indonesia-masuk-endemi-satgas-covid-19-tak-lepas-dari-peran-vaksinasi</guid><pubDate>Kamis 22 Juni 2023 12:20 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/22/337/2835180/indonesia-masuk-endemi-satgas-covid-19-tak-lepas-dari-peran-vaksinasi-5soHSWYsoU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wiku Adisasmito. (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/22/337/2835180/indonesia-masuk-endemi-satgas-covid-19-tak-lepas-dari-peran-vaksinasi-5soHSWYsoU.jpg</image><title>Wiku Adisasmito. (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Wiku Adisasmito mengklaim bahwa perbaikan kondisi Covid-19 di Indonesia tidak lepas dari peran vaksinasi. Saat ini, tingkat masyarakat yang memiliki imunitas terhadap virus Covid-19 sebanyak 99 persen.


&quot;Adanya perbaikan kondisi covid-19 Indonesia tidak terlepas dari peran vaksin. Jumlah dosis 3 vaksin adalah 38,01% dan angka ini masih tetap penting untuk ditingkatkan,&quot; kata Wiku dalam konferensi pers, Kamis (22/6/2023).


Selain itu, Wiku menjelaskan, berdasarkan zero survei antibodi SARS Cov-2 di bulan Januari 2023 menunjukkan proporsi penduduk yang memiliki kadar imunitas SARS Cov-2 masih tinggi yakni 99%. Hal ini ditandai dengan rendahnya tingkat kasus aktif yang terjadi di masyarakat saat ini.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Masuk Fase Endemi, Satgas Covid-19: Pemerintah Jamin Vaksinasi dan Pengobatan Pasien

&quot;Kasus aktif saat ini sebesar 0,14% sedangkan saat gelombang kedua sebesar 8,96% dan gelombang pertama bahkan mencapai 17,61%,&quot; kata dia.


Selain itu, untuk ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 juga terus  mengalami perbaikan. Saat ini ketersian tempat tidur menjadi hanya 1,7%, dari yang sebelumnya mencapai 78% pada gelombang pertama, dan 60% pada gelombang kedua.


&quot;Dengan adanya perkembangan yang baik untuk kasus positif kematian kasus aktif dan angka keterisian tempat tidur, maka kondisi faktual ini cukup untuk menjadi dasar pencabutan status pandemi covid-19 di Indonesia,&quot; ujarnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Breaking News: Jokowi Putuskan Pandemi Covid-19 Jadi Endemi Hari Ini

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pemerintah memutuskan untuk merubah status pandemi Covid-19 menjadi endemi. Hal itu dikatakan Jokowi pada Rabu (21/6/2023).Jokowi menjelaskan bahwa alasan pemerintah memutuskan status endemi saat ini dikarenakan angka konfirmasi harian Covid-19 mendekati nihil.





&quot;Keputusan ini diambil pemerintah dengan mempertimbangkan angka konfirmasi harian kasus covid-19 mendekati nihil. Hasil zero survei menunjukkan 99% masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi covid-19,&quot; kata Jokowi dalam keterangannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (21/6/2023).

</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Wiku Adisasmito mengklaim bahwa perbaikan kondisi Covid-19 di Indonesia tidak lepas dari peran vaksinasi. Saat ini, tingkat masyarakat yang memiliki imunitas terhadap virus Covid-19 sebanyak 99 persen.


&quot;Adanya perbaikan kondisi covid-19 Indonesia tidak terlepas dari peran vaksin. Jumlah dosis 3 vaksin adalah 38,01% dan angka ini masih tetap penting untuk ditingkatkan,&quot; kata Wiku dalam konferensi pers, Kamis (22/6/2023).


Selain itu, Wiku menjelaskan, berdasarkan zero survei antibodi SARS Cov-2 di bulan Januari 2023 menunjukkan proporsi penduduk yang memiliki kadar imunitas SARS Cov-2 masih tinggi yakni 99%. Hal ini ditandai dengan rendahnya tingkat kasus aktif yang terjadi di masyarakat saat ini.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Masuk Fase Endemi, Satgas Covid-19: Pemerintah Jamin Vaksinasi dan Pengobatan Pasien

&quot;Kasus aktif saat ini sebesar 0,14% sedangkan saat gelombang kedua sebesar 8,96% dan gelombang pertama bahkan mencapai 17,61%,&quot; kata dia.


Selain itu, untuk ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 juga terus  mengalami perbaikan. Saat ini ketersian tempat tidur menjadi hanya 1,7%, dari yang sebelumnya mencapai 78% pada gelombang pertama, dan 60% pada gelombang kedua.


&quot;Dengan adanya perkembangan yang baik untuk kasus positif kematian kasus aktif dan angka keterisian tempat tidur, maka kondisi faktual ini cukup untuk menjadi dasar pencabutan status pandemi covid-19 di Indonesia,&quot; ujarnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Breaking News: Jokowi Putuskan Pandemi Covid-19 Jadi Endemi Hari Ini

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pemerintah memutuskan untuk merubah status pandemi Covid-19 menjadi endemi. Hal itu dikatakan Jokowi pada Rabu (21/6/2023).Jokowi menjelaskan bahwa alasan pemerintah memutuskan status endemi saat ini dikarenakan angka konfirmasi harian Covid-19 mendekati nihil.





&quot;Keputusan ini diambil pemerintah dengan mempertimbangkan angka konfirmasi harian kasus covid-19 mendekati nihil. Hasil zero survei menunjukkan 99% masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi covid-19,&quot; kata Jokowi dalam keterangannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (21/6/2023).

</content:encoded></item></channel></rss>
