<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masuk Endemi, Menko PMK: Satgas Penanganan Covid-19 Otomatis Bubar   </title><description>Indonesia saat ini telah memasuki masa endemi pasca-dicabutnya status pandemi Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/22/337/2835187/masuk-endemi-menko-pmk-satgas-penanganan-covid-19-otomatis-bubar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/22/337/2835187/masuk-endemi-menko-pmk-satgas-penanganan-covid-19-otomatis-bubar"/><item><title>Masuk Endemi, Menko PMK: Satgas Penanganan Covid-19 Otomatis Bubar   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/22/337/2835187/masuk-endemi-menko-pmk-satgas-penanganan-covid-19-otomatis-bubar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/22/337/2835187/masuk-endemi-menko-pmk-satgas-penanganan-covid-19-otomatis-bubar</guid><pubDate>Kamis 22 Juni 2023 12:32 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/22/337/2835187/masuk-endemi-menko-pmk-satgas-penanganan-covid-19-otomatis-bubar-Ebcm2QW3ri.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Muhadjir Effendy (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/22/337/2835187/masuk-endemi-menko-pmk-satgas-penanganan-covid-19-otomatis-bubar-Ebcm2QW3ri.jpg</image><title>Muhadjir Effendy (Foto : Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia saat ini telah memasuki masa endemi pasca-dicabutnya status pandemi Covid-19. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy pun memastikan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 otomatis bubar.

&amp;ldquo;Sudah bubar otomatis. Sejak di-declare Pak Presiden semuanya bubar,&amp;rdquo; ungkap Muhadjir usai Konferensi Pers Cuti Bersama Idul Adha 1444H/2023 M, Kamis (22/6/2023).

Bahkan, kata Muhadjir, penganggaran pandemi Covid-19 di berbagai sektor juga akan kembali dilakukan penyesuaian. Diketahui, selama tiga tahun pandemi anggaran pemerintah baik pusat dan daerah fokus untuk penanganan Covid-19.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Fase Endemi, Ini Tindakan Pemerintah Jika Kasus Covid-19 Kembali Meningkat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Sudah selesai termasuk penganggarannya. Jadi kembali ke penganggaran normal. Karena kemarin mungkin ada refocusing untuk menangani Covid-19 dengan segala dampaknya termasuk ekonomi,&amp;rdquo; katanya.

Diketahui, Satgas Penanganan Covid-19 dibentuk pada 13 Maret 2020 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Penambahan Kasus Positif Hampir Nihil Jadi Alasan Status Covid-19 Dijadikan Endemi

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan bahwa Satgas ini merupakan lembaga ad hoc sehingga ketika kondisi penanganan Covid-19 sudah terkendali maka peran dan fungsinya akan disesuaikan.

&amp;ldquo;Satgas yang menangani Covid-19 merupakan lembaga ad hoc yang dibentuk untuk menangani kedaruratan kesehatan masyarakat yang terjadi di Indonesia. Seperti yang terlihat kondisi penanganan Covid-19 yang semakin terkendali dan terus membaik, maka peran dan fungsi Satgas akan disesuaikan,&amp;rdquo; ungkap Wiku.Meski begitu, Wiku tetap meminta agar masyarakat tetap mengikuti anjuran dari pemerintah untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat di masa endemi.



&amp;ldquo;Maka dari itu dimohon masyarakat untuk mengikuti anjuran anjuran pemerintah untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat di masa endemi saat ini untuk menghindari penularan Covid-19 dan juga penyakit lainnya,&amp;rdquo; tandasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia saat ini telah memasuki masa endemi pasca-dicabutnya status pandemi Covid-19. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy pun memastikan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 otomatis bubar.

&amp;ldquo;Sudah bubar otomatis. Sejak di-declare Pak Presiden semuanya bubar,&amp;rdquo; ungkap Muhadjir usai Konferensi Pers Cuti Bersama Idul Adha 1444H/2023 M, Kamis (22/6/2023).

Bahkan, kata Muhadjir, penganggaran pandemi Covid-19 di berbagai sektor juga akan kembali dilakukan penyesuaian. Diketahui, selama tiga tahun pandemi anggaran pemerintah baik pusat dan daerah fokus untuk penanganan Covid-19.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Fase Endemi, Ini Tindakan Pemerintah Jika Kasus Covid-19 Kembali Meningkat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Sudah selesai termasuk penganggarannya. Jadi kembali ke penganggaran normal. Karena kemarin mungkin ada refocusing untuk menangani Covid-19 dengan segala dampaknya termasuk ekonomi,&amp;rdquo; katanya.

Diketahui, Satgas Penanganan Covid-19 dibentuk pada 13 Maret 2020 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Penambahan Kasus Positif Hampir Nihil Jadi Alasan Status Covid-19 Dijadikan Endemi

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan bahwa Satgas ini merupakan lembaga ad hoc sehingga ketika kondisi penanganan Covid-19 sudah terkendali maka peran dan fungsinya akan disesuaikan.

&amp;ldquo;Satgas yang menangani Covid-19 merupakan lembaga ad hoc yang dibentuk untuk menangani kedaruratan kesehatan masyarakat yang terjadi di Indonesia. Seperti yang terlihat kondisi penanganan Covid-19 yang semakin terkendali dan terus membaik, maka peran dan fungsi Satgas akan disesuaikan,&amp;rdquo; ungkap Wiku.Meski begitu, Wiku tetap meminta agar masyarakat tetap mengikuti anjuran dari pemerintah untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat di masa endemi.



&amp;ldquo;Maka dari itu dimohon masyarakat untuk mengikuti anjuran anjuran pemerintah untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat di masa endemi saat ini untuk menghindari penularan Covid-19 dan juga penyakit lainnya,&amp;rdquo; tandasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
