<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berkaca Kasus Bom Sarinah, Dewan Pers Ingatkan Pentingnya Klarifikasi di Balik Pemberitaan</title><description>Sebab, saat itu banyak media-media turut menyebarkan berita yang belum dapat dipastikan kebenarannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/22/337/2835463/berkaca-kasus-bom-sarinah-dewan-pers-ingatkan-pentingnya-klarifikasi-di-balik-pemberitaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/22/337/2835463/berkaca-kasus-bom-sarinah-dewan-pers-ingatkan-pentingnya-klarifikasi-di-balik-pemberitaan"/><item><title>Berkaca Kasus Bom Sarinah, Dewan Pers Ingatkan Pentingnya Klarifikasi di Balik Pemberitaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/22/337/2835463/berkaca-kasus-bom-sarinah-dewan-pers-ingatkan-pentingnya-klarifikasi-di-balik-pemberitaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/22/337/2835463/berkaca-kasus-bom-sarinah-dewan-pers-ingatkan-pentingnya-klarifikasi-di-balik-pemberitaan</guid><pubDate>Kamis 22 Juni 2023 18:15 WIB</pubDate><dc:creator>Bachtiar Rojab</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/22/337/2835463/berkaca-kasus-bom-sarinah-dewan-pers-ingatkan-pentingnya-klarifikasi-di-balik-pemberitaan-qOcezbuRi4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Dewan Pers Yadi Hendriana (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/22/337/2835463/berkaca-kasus-bom-sarinah-dewan-pers-ingatkan-pentingnya-klarifikasi-di-balik-pemberitaan-qOcezbuRi4.jpg</image><title>Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Dewan Pers Yadi Hendriana (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yMi8yMC8xNjc0MzgvNS94OGx5ZjJj&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Dewan Pers Yadi Hendriana kembali membedah kasus memalukan di dunia jurnalistik. Kasus tersebut, yakni terkait tragedi Bom Sarinah pada 2016 silam.
Berkaca pada kasus Bom Sarinah, Yadi turut menyesalkan kejadian heboh yang menggemparkan dunia pemberitaan. Sebab, saat itu banyak media-media turut menyebarkan berita yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

BACA JUGA:
Mahfud MD Tunggu DPR Sahkan RUU Perampasan Aset Jadi Undang-Undang

&quot;Semua media baik media mainstream apalagi media sosial sudah menyebarkan ketakutan dan teror, ternyata beritanya hoaks itu adalah kesalahan besar,&quot; ujar Yadi di acara Okezone Goes To Campus di Universitas Bakrie, Kamis (22/6/2023).
Yadi menambahkan, hal ini begitu menegaskan bahwa pentingnya Klarifikasi maupun verifikasi dalam sebuah sajian berita.

BACA JUGA:
 Kapal Selam yang Hilang Dekat Bangkai Titanic Belum Ditemukan, Berapa Lama Manusia Bisa Hidup Tanpa Oksigen?&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Karena proses verifikasi, klarifikasi (saat itu) tidak dilakukan oleh teman-teman pers dan juga sosial media. Dampaknya, ada ketakutan, publik menjadi dirugikan,&quot; imbuhnya.
Sehingga, Yadi meminta kepada seluruh konten kreator baik dari media mainstream maupun media sosial (Medsos) untuk selalu mengutamakan verifikasi.Diketahui, Okezone.com kembali menggelar acara Okezone Goes to Campus. Kali ini, acara digelar di Universitas Bakrie pada hari ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dadang Buaya Diserahkan Polisi ke Kejaksaan, Kini Ditahan di Rutan Garut

Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie Suhariyanti menyambut baik acara ini. Okezone Goes to Campus ini diisi dengan seminar bertajuk tema &quot;Media Sosial Vs Kebebasan Pers di Era Society 5.0&quot;.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Darius Sinathrya dan Donna Agnesia Pacaran Sambil Touring, Bikin Mupeng Netizen

Seminar sendiri diisi oleh para pakar dan praktisi yang ahli di bidangnya. Seminar ini menghadirkan Ketua Pengaduan dan Penegakan Etika Dewan Pers Yadi Hendriana, CEO Good News From Indonesia (GNFI) Wahyu Aji, dan Mahasiswa Ilkom Universitas Bakrie 2020 Gabriel Bias sebagai pembicara.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yMi8yMC8xNjc0MzgvNS94OGx5ZjJj&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Dewan Pers Yadi Hendriana kembali membedah kasus memalukan di dunia jurnalistik. Kasus tersebut, yakni terkait tragedi Bom Sarinah pada 2016 silam.
Berkaca pada kasus Bom Sarinah, Yadi turut menyesalkan kejadian heboh yang menggemparkan dunia pemberitaan. Sebab, saat itu banyak media-media turut menyebarkan berita yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

BACA JUGA:
Mahfud MD Tunggu DPR Sahkan RUU Perampasan Aset Jadi Undang-Undang

&quot;Semua media baik media mainstream apalagi media sosial sudah menyebarkan ketakutan dan teror, ternyata beritanya hoaks itu adalah kesalahan besar,&quot; ujar Yadi di acara Okezone Goes To Campus di Universitas Bakrie, Kamis (22/6/2023).
Yadi menambahkan, hal ini begitu menegaskan bahwa pentingnya Klarifikasi maupun verifikasi dalam sebuah sajian berita.

BACA JUGA:
 Kapal Selam yang Hilang Dekat Bangkai Titanic Belum Ditemukan, Berapa Lama Manusia Bisa Hidup Tanpa Oksigen?&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Karena proses verifikasi, klarifikasi (saat itu) tidak dilakukan oleh teman-teman pers dan juga sosial media. Dampaknya, ada ketakutan, publik menjadi dirugikan,&quot; imbuhnya.
Sehingga, Yadi meminta kepada seluruh konten kreator baik dari media mainstream maupun media sosial (Medsos) untuk selalu mengutamakan verifikasi.Diketahui, Okezone.com kembali menggelar acara Okezone Goes to Campus. Kali ini, acara digelar di Universitas Bakrie pada hari ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dadang Buaya Diserahkan Polisi ke Kejaksaan, Kini Ditahan di Rutan Garut

Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie Suhariyanti menyambut baik acara ini. Okezone Goes to Campus ini diisi dengan seminar bertajuk tema &quot;Media Sosial Vs Kebebasan Pers di Era Society 5.0&quot;.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Darius Sinathrya dan Donna Agnesia Pacaran Sambil Touring, Bikin Mupeng Netizen

Seminar sendiri diisi oleh para pakar dan praktisi yang ahli di bidangnya. Seminar ini menghadirkan Ketua Pengaduan dan Penegakan Etika Dewan Pers Yadi Hendriana, CEO Good News From Indonesia (GNFI) Wahyu Aji, dan Mahasiswa Ilkom Universitas Bakrie 2020 Gabriel Bias sebagai pembicara.

</content:encoded></item></channel></rss>
