<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tradisi Unik Suku Using Banyuwangi Jemur Kasur Massal, Warnanya Hitam dan Merah</title><description>Tradisi Unik Suku Using Banyuwangi Jemur Kasur Massal, Warnanya Hitam dan Merah
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/22/519/2835306/tradisi-unik-suku-using-banyuwangi-jemur-kasur-massal-warnanya-hitam-dan-merah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/22/519/2835306/tradisi-unik-suku-using-banyuwangi-jemur-kasur-massal-warnanya-hitam-dan-merah"/><item><title>Tradisi Unik Suku Using Banyuwangi Jemur Kasur Massal, Warnanya Hitam dan Merah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/22/519/2835306/tradisi-unik-suku-using-banyuwangi-jemur-kasur-massal-warnanya-hitam-dan-merah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/22/519/2835306/tradisi-unik-suku-using-banyuwangi-jemur-kasur-massal-warnanya-hitam-dan-merah</guid><pubDate>Kamis 22 Juni 2023 15:12 WIB</pubDate><dc:creator>Eris Utomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/22/519/2835306/tradisi-unik-suku-using-banyuwangi-jemur-kasur-massal-warnanya-hitam-dan-merah-wXKCYjyGGg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tradisi jemur kasur warga Suku Using Banyuwangi. (iNews/Eris Utomo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/22/519/2835306/tradisi-unik-suku-using-banyuwangi-jemur-kasur-massal-warnanya-hitam-dan-merah-wXKCYjyGGg.jpg</image><title>Tradisi jemur kasur warga Suku Using Banyuwangi. (iNews/Eris Utomo)</title></images><description>
BANYUWANGI - Warga Suku Using, Banyuwangi, Jawa Timur, memiliki tradisi unik yakni menjemur kasur secara massal di pinggir jalan desa sebagai bentuk bersih desa. Tradisi turun-temurun yang digelar satu tahun sekali ini bertujuan menghilangkan penyakit dan menolak balak untuk kerukunan dalam berumah tangga. Uniknya lagi, semua kasur memiliki warna yang sama, yaitu hitam dan merah.
Berdasarkan pantauan, sepanjang mata memandang pada sisi kanan dan kiri pinggir jalan berjejer kasur warga yang dijemur secara massal di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (22/6/2023) pagi.
Semua kasur memiliki warna yang sama, yaitu warna hitam pada bagian atas dan bawah. Sedangkan bagian pinggir kasur berwarna merah.
Bersih desa yang biasa digelar menjelang Hari Raya Idul Adha atau tepatnya minggu pertama Dzulhijjah ini bukan tidak ada alasan karena dipercaya bisa melanggengkan rumah tangga.
Warna kasur tersebut memiliki filosofi, yakni hitam melambangkan keabadian dan merah adalah keberanian. Artinya sebuah rumah tangga harus berani mengarungi bahtera rumah tangga agar tetap utuh.





BACA JUGA:
Tradisi Dayak Gawia Sowa Curi Perhatian Turis Malaysia, Ini Makna di Baliknya








&amp;ldquo;Satu desa kasur ini seragam warnanya hitam dan merah. Menurut warga hitam warna keabadian, merah itu keberanian kerja keras,&amp;rdquo; ujar tokoh adat Desa Kemiren, Adi Purwadi.
Rata-rata kasur tersebut merupakan warisan dari orang tuanya dan memiliki tanda status sosial.
Semakin tebal kasurnya, menandakan semakin tinggi pula status sosial di masyarakat.

Tradisi yang digelar satu tahun sekali ini telah berlangsung turun-temurun dari warga Using Banyuwangi yang terdahulu.






BACA JUGA:
Banyuwangi Gelar Pameran Benda Kuno, Ada Timbangan Emas Peninggalan Kerajaan Blambangan









Selain jemur kasur secara massal, warga Suku Using Desa Kemiren juga menggelar trasidi massal yakni membuat tumpeng secara massal dan dimakan secara bersama sama yang di gelar di jalan desa pada malam hari. Hal ini umumnya ditandai dengan pawai obor keliling desa.

</description><content:encoded>
BANYUWANGI - Warga Suku Using, Banyuwangi, Jawa Timur, memiliki tradisi unik yakni menjemur kasur secara massal di pinggir jalan desa sebagai bentuk bersih desa. Tradisi turun-temurun yang digelar satu tahun sekali ini bertujuan menghilangkan penyakit dan menolak balak untuk kerukunan dalam berumah tangga. Uniknya lagi, semua kasur memiliki warna yang sama, yaitu hitam dan merah.
Berdasarkan pantauan, sepanjang mata memandang pada sisi kanan dan kiri pinggir jalan berjejer kasur warga yang dijemur secara massal di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (22/6/2023) pagi.
Semua kasur memiliki warna yang sama, yaitu warna hitam pada bagian atas dan bawah. Sedangkan bagian pinggir kasur berwarna merah.
Bersih desa yang biasa digelar menjelang Hari Raya Idul Adha atau tepatnya minggu pertama Dzulhijjah ini bukan tidak ada alasan karena dipercaya bisa melanggengkan rumah tangga.
Warna kasur tersebut memiliki filosofi, yakni hitam melambangkan keabadian dan merah adalah keberanian. Artinya sebuah rumah tangga harus berani mengarungi bahtera rumah tangga agar tetap utuh.





BACA JUGA:
Tradisi Dayak Gawia Sowa Curi Perhatian Turis Malaysia, Ini Makna di Baliknya








&amp;ldquo;Satu desa kasur ini seragam warnanya hitam dan merah. Menurut warga hitam warna keabadian, merah itu keberanian kerja keras,&amp;rdquo; ujar tokoh adat Desa Kemiren, Adi Purwadi.
Rata-rata kasur tersebut merupakan warisan dari orang tuanya dan memiliki tanda status sosial.
Semakin tebal kasurnya, menandakan semakin tinggi pula status sosial di masyarakat.

Tradisi yang digelar satu tahun sekali ini telah berlangsung turun-temurun dari warga Using Banyuwangi yang terdahulu.






BACA JUGA:
Banyuwangi Gelar Pameran Benda Kuno, Ada Timbangan Emas Peninggalan Kerajaan Blambangan









Selain jemur kasur secara massal, warga Suku Using Desa Kemiren juga menggelar trasidi massal yakni membuat tumpeng secara massal dan dimakan secara bersama sama yang di gelar di jalan desa pada malam hari. Hal ini umumnya ditandai dengan pawai obor keliling desa.

</content:encoded></item></channel></rss>
