<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Urus Akta Anak, Ibu Muda di Bandung Diminta Rp1 Juta dan Hubungan Badan</title><description>Urus Akta Anak, Ibu Muda di Bandung Diminta Rp1 Juta atau Hubungan Badan
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/22/525/2835543/urus-akta-anak-ibu-muda-di-bandung-diminta-rp1-juta-dan-hubungan-badan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/22/525/2835543/urus-akta-anak-ibu-muda-di-bandung-diminta-rp1-juta-dan-hubungan-badan"/><item><title>Urus Akta Anak, Ibu Muda di Bandung Diminta Rp1 Juta dan Hubungan Badan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/22/525/2835543/urus-akta-anak-ibu-muda-di-bandung-diminta-rp1-juta-dan-hubungan-badan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/22/525/2835543/urus-akta-anak-ibu-muda-di-bandung-diminta-rp1-juta-dan-hubungan-badan</guid><pubDate>Kamis 22 Juni 2023 20:47 WIB</pubDate><dc:creator>Adi Haryanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/22/525/2835543/urus-akta-anak-ibu-muda-di-bandung-diminta-rp1-juta-dan-hubungan-badan-ut1X31D7zl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ibu muda diminta Rp1juta dan berhubungan badan saat urus akta anak dan KTP. (Ilustrasi/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/22/525/2835543/urus-akta-anak-ibu-muda-di-bandung-diminta-rp1-juta-dan-hubungan-badan-ut1X31D7zl.jpg</image><title>Ibu muda diminta Rp1juta dan berhubungan badan saat urus akta anak dan KTP. (Ilustrasi/Freepik)</title></images><description>




BANDUNG - Perempuan berinisial SR menjadi korban perlakuan tidak menyenangkan dan pelecehan secara lisan dari oknum perangkat Desa Banyusari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, yang berinisial R.

Pasalnya, saat dia hendak mengurus dokumen administrasi kependudukan seperti akta kelahiran, KTP, dan Kartu Keluarga di kantor Desa Banyusari, ia diminta uang Rp1 juta atau bisa gratis asalkan bersedia diajak berhubungan badan.

Hal tersebut membuat SR kaget dan merasa dilecehkan. Korban kemudian melaporkan tindak perbuatan tidak menyenangkan itu ke Polda Jabar. Ditreskrimum Polda Jabar saat ini telah melimpahkan kasus itu ke Satreskrim Polresta Bandung melalui surat bernomor B/3549/VI/RES.7.4/2023/Ditreskrimum.

SR mengatakan, kejadian tidak mengenakan itu terjadi saat ia hendak mengurus akta kelahiran anaknya, kartu keluarga, dan KTP milik sepupunya. Di kantor desa, dia diberitahu R jika untuk mengurus semua dokumen tersebut perlu biaya Rp1 juta.

&quot;Waktu itu saya sudah sepakat dengan angka itu dan pulang sambil menunggu prosesnya,&quot; kata SR kepada wartawan di Mapolresta Bandung, Kamis (22/6/2023).

Setelah beberapa hari SR kembali lagi ke kantor desa dan menemui R untuk menanyakan administrasi kependudukan yang diprosesnya. Pelaku menyebutkan jika nominal Rp1 juta tidak cukup untuk mengurus semua dokumen tersebut. Namun dia menyebutkan, dokumen bisa diurus asal mau berhubungan badan.




BACA JUGA:
Kronologi Dugaan Pelecehan Verbal Oknum Petugas KPK ke Jurnalis Perempuan







&quot;Dia berdalih kalau Rp1 juta tidak cukup dan langsung ngomong 'Itu semua bisa saya urus asal kamu mau berhubungan badan dengan saya',&quot; kata SR menirukan ucapan R.

SR mengaku terkejut dengan pernyataan pelaku yang mengajak untuk berhubungan badan. Sebab, selama ini, korban terbilang jarang bertegur sapa dengan pelaku meski tinggal di RT yang sama. Ia berharap dapat memperoleh keadilan dari aparat penegak hukum atas peristiwa yang dialaminya.







BACA JUGA:
Kakek Lecehkan Bocah 4 Tahun di Tangerang, Polisi Pulihkan Psikologis Korban









&quot;Saya minta keadilan, soalnya dia (pelaku) mengancam saya dan anak saya, juga mengancam dokumen yang diajukan tidak akan diproses semuanya,&quot; tuturnya.

</description><content:encoded>




BANDUNG - Perempuan berinisial SR menjadi korban perlakuan tidak menyenangkan dan pelecehan secara lisan dari oknum perangkat Desa Banyusari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, yang berinisial R.

Pasalnya, saat dia hendak mengurus dokumen administrasi kependudukan seperti akta kelahiran, KTP, dan Kartu Keluarga di kantor Desa Banyusari, ia diminta uang Rp1 juta atau bisa gratis asalkan bersedia diajak berhubungan badan.

Hal tersebut membuat SR kaget dan merasa dilecehkan. Korban kemudian melaporkan tindak perbuatan tidak menyenangkan itu ke Polda Jabar. Ditreskrimum Polda Jabar saat ini telah melimpahkan kasus itu ke Satreskrim Polresta Bandung melalui surat bernomor B/3549/VI/RES.7.4/2023/Ditreskrimum.

SR mengatakan, kejadian tidak mengenakan itu terjadi saat ia hendak mengurus akta kelahiran anaknya, kartu keluarga, dan KTP milik sepupunya. Di kantor desa, dia diberitahu R jika untuk mengurus semua dokumen tersebut perlu biaya Rp1 juta.

&quot;Waktu itu saya sudah sepakat dengan angka itu dan pulang sambil menunggu prosesnya,&quot; kata SR kepada wartawan di Mapolresta Bandung, Kamis (22/6/2023).

Setelah beberapa hari SR kembali lagi ke kantor desa dan menemui R untuk menanyakan administrasi kependudukan yang diprosesnya. Pelaku menyebutkan jika nominal Rp1 juta tidak cukup untuk mengurus semua dokumen tersebut. Namun dia menyebutkan, dokumen bisa diurus asal mau berhubungan badan.




BACA JUGA:
Kronologi Dugaan Pelecehan Verbal Oknum Petugas KPK ke Jurnalis Perempuan







&quot;Dia berdalih kalau Rp1 juta tidak cukup dan langsung ngomong 'Itu semua bisa saya urus asal kamu mau berhubungan badan dengan saya',&quot; kata SR menirukan ucapan R.

SR mengaku terkejut dengan pernyataan pelaku yang mengajak untuk berhubungan badan. Sebab, selama ini, korban terbilang jarang bertegur sapa dengan pelaku meski tinggal di RT yang sama. Ia berharap dapat memperoleh keadilan dari aparat penegak hukum atas peristiwa yang dialaminya.







BACA JUGA:
Kakek Lecehkan Bocah 4 Tahun di Tangerang, Polisi Pulihkan Psikologis Korban









&quot;Saya minta keadilan, soalnya dia (pelaku) mengancam saya dan anak saya, juga mengancam dokumen yang diajukan tidak akan diproses semuanya,&quot; tuturnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
