<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Mangenta, Tradisi Suku Dayak di Kalimantan Tengah</title><description>Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat kaya, tidak hanya alamnya tetapi juga dengan tradisinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/23/337/2835290/mengenal-mangenta-tradisi-suku-dayak-di-kalimantan-tengah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/23/337/2835290/mengenal-mangenta-tradisi-suku-dayak-di-kalimantan-tengah"/><item><title>Mengenal Mangenta, Tradisi Suku Dayak di Kalimantan Tengah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/23/337/2835290/mengenal-mangenta-tradisi-suku-dayak-di-kalimantan-tengah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/23/337/2835290/mengenal-mangenta-tradisi-suku-dayak-di-kalimantan-tengah</guid><pubDate>Jum'at 23 Juni 2023 07:03 WIB</pubDate><dc:creator>Meuthia Hamidah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/22/337/2835290/mengenal-mangenta-tradisi-suku-dayak-di-kalimantan-tengah-cFxkqYkyCk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tradisi Mangenta (Foto: MMC.kalteng.go.id)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/22/337/2835290/mengenal-mangenta-tradisi-suku-dayak-di-kalimantan-tengah-cFxkqYkyCk.jpg</image><title>Tradisi Mangenta (Foto: MMC.kalteng.go.id)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat kaya, tidak hanya alamnya tetapi juga dengan tradisinya. Setiap provinsi di Indonesia mempunyai tradisi masing-masing yang tentunya berbeda, dengan ciri khasnya tersendiri.

Salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki tradisi unik yaitu, Kalimantan Tengah. Tradisi unik yang terdapat di Kalimantan Tengah di antaranya adalah mangenta.

BACA JUGA:
Kaisar Naruhito Ingin Belajar Budaya Indonesia Lebih Dalam


Mangenta merupakan tradisi kegiatan memasak kenta atau beras ketan. Tradisi yang berasal dari nenek moyang suku Dayak Kalimantan Tengah ini sudah menjadi tradisi turun temurun.

Adanya tradisi mangenta bermula dari kegiatan kaum petani untuk mengucapkan rasa syukur karena dimulainya panen padi dan tiba saatnya musim untuk menuai. Kenta sendiri merupakan makanan yang ditemukan pada acara adat pakanan batu.

Upacara Suku Dayak bernama pakanan batu ini merupakan acara yang dibuat sebagai rasa syukur dan terima kasih kepada peralatan yang dipakai saat bercocok tanam.

BACA JUGA:
Ternyata Begini Cara Suku Dayak Membuktikan Keberadaan Ular Raksasa Tangkalaluk


Proses memasak Mangenta ini dimulai dengan menyangrai padi ketan di sebuah wajan yang dipanaskan dengan kayu bakar. Padi yang mulai matang akan meletup-letup dan mengelupas sendiri dari kulitnya.

Setelah itu, padi dibersihkan supaya agar menyisakan beras ketan. Beras ketan yang masih panas lalu dipindahkan ke wadah kayu, tempat untuk menumbuknya. Setelah selesai menumbuk hingga hancur, beras ketan dicuci dan diolah.



Pada proses ini, kenta yang sudah hancur dicampur air hangat, gula pasir, atau gula merah yang kemudian dicampur kelapa muda. Kenta pun siap disantap.

BACA JUGA:
Relawan Ganjar Ajak Masyarakat Kapuas Budayakan Pola Hidup Sehat Melalui Senam




Tradisi warisan nenek moyang ini perlu dilestarikan. Salah satu upaya dalam melestarikan tradisi mangenta ini adalah dengan diadakannya lomba Mangenta. Pada tahun lalu, lomba mangenta diadakan pada Minggu, 25 Mei 2022, sebagai salah satu rangkaian kegiatan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM).



Lomba tersebut diadakan untuk memeriahkan hari jadi ke-65 Provinsi Kalimantan Tengah, yang jatuh setiap tanggal 23 Mei. Tak hanya itu melestarikan tradisi, masyarakat diharapkan dapat mengambil nilai-nilai moral dalam proses pembuatan mangenta untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.



Diolah dari sumber/Meuthia Hamidah/Litbang
&amp;nbsp;
</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat kaya, tidak hanya alamnya tetapi juga dengan tradisinya. Setiap provinsi di Indonesia mempunyai tradisi masing-masing yang tentunya berbeda, dengan ciri khasnya tersendiri.

Salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki tradisi unik yaitu, Kalimantan Tengah. Tradisi unik yang terdapat di Kalimantan Tengah di antaranya adalah mangenta.

BACA JUGA:
Kaisar Naruhito Ingin Belajar Budaya Indonesia Lebih Dalam


Mangenta merupakan tradisi kegiatan memasak kenta atau beras ketan. Tradisi yang berasal dari nenek moyang suku Dayak Kalimantan Tengah ini sudah menjadi tradisi turun temurun.

Adanya tradisi mangenta bermula dari kegiatan kaum petani untuk mengucapkan rasa syukur karena dimulainya panen padi dan tiba saatnya musim untuk menuai. Kenta sendiri merupakan makanan yang ditemukan pada acara adat pakanan batu.

Upacara Suku Dayak bernama pakanan batu ini merupakan acara yang dibuat sebagai rasa syukur dan terima kasih kepada peralatan yang dipakai saat bercocok tanam.

BACA JUGA:
Ternyata Begini Cara Suku Dayak Membuktikan Keberadaan Ular Raksasa Tangkalaluk


Proses memasak Mangenta ini dimulai dengan menyangrai padi ketan di sebuah wajan yang dipanaskan dengan kayu bakar. Padi yang mulai matang akan meletup-letup dan mengelupas sendiri dari kulitnya.

Setelah itu, padi dibersihkan supaya agar menyisakan beras ketan. Beras ketan yang masih panas lalu dipindahkan ke wadah kayu, tempat untuk menumbuknya. Setelah selesai menumbuk hingga hancur, beras ketan dicuci dan diolah.



Pada proses ini, kenta yang sudah hancur dicampur air hangat, gula pasir, atau gula merah yang kemudian dicampur kelapa muda. Kenta pun siap disantap.

BACA JUGA:
Relawan Ganjar Ajak Masyarakat Kapuas Budayakan Pola Hidup Sehat Melalui Senam




Tradisi warisan nenek moyang ini perlu dilestarikan. Salah satu upaya dalam melestarikan tradisi mangenta ini adalah dengan diadakannya lomba Mangenta. Pada tahun lalu, lomba mangenta diadakan pada Minggu, 25 Mei 2022, sebagai salah satu rangkaian kegiatan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM).



Lomba tersebut diadakan untuk memeriahkan hari jadi ke-65 Provinsi Kalimantan Tengah, yang jatuh setiap tanggal 23 Mei. Tak hanya itu melestarikan tradisi, masyarakat diharapkan dapat mengambil nilai-nilai moral dalam proses pembuatan mangenta untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.



Diolah dari sumber/Meuthia Hamidah/Litbang
&amp;nbsp;
</content:encoded></item></channel></rss>
