<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polda Metro Dalami Perdagangan Orang untuk Dijual Ginjalnya</title><description>Akun tersebut menawarkan penjualan ginjal dengan harga Rp135 juta dengan sejumlah persyaratan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/23/338/2835746/polda-metro-dalami-perdagangan-orang-untuk-dijual-ginjalnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/23/338/2835746/polda-metro-dalami-perdagangan-orang-untuk-dijual-ginjalnya"/><item><title>Polda Metro Dalami Perdagangan Orang untuk Dijual Ginjalnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/23/338/2835746/polda-metro-dalami-perdagangan-orang-untuk-dijual-ginjalnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/23/338/2835746/polda-metro-dalami-perdagangan-orang-untuk-dijual-ginjalnya</guid><pubDate>Jum'at 23 Juni 2023 10:40 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Maaruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/23/338/2835746/polda-metro-dalami-perdagangan-orang-untuk-dijual-ginjalnya-xZiE44gJsk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/23/338/2835746/polda-metro-dalami-perdagangan-orang-untuk-dijual-ginjalnya-xZiE44gJsk.jpg</image><title>Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto (Foto: MPI)</title></images><description>


JAKARTA - Polda Metro Jaya masih mendalami kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, untuk dijual ginjalnya. Kasus ini terungkap usai polisi menyelidiki informasi sebuah akun media sosial (medsos).
Akun tersebut menawarkan penjualan ginjal dengan harga Rp135 juta dengan sejumlah persyaratan.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pengembangan kasus dugaan penjualan organ tubuh di Bekasi, Jawa Barat. Saat ini, kata dia, pihaknya belum dapat membeberkan perkembangan terakhir dari penyelidikan kasus TPPO tersebut secara terperinci.

BACA JUGA:
Belum Punya Momongan di 18 Tahun Pernikahan, Winky Wiryawan Rutin Berbagi ke Anak Yatim

&amp;ldquo;Tunggu Dir Um (Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi). Bentar lagi tuntas sedang dikembangkn dulu,&amp;rdquo; ujar Karyoto saat dikonfirmasi, Jumat (23/6/2023).
Dalam kasus ini, sebuah rumah yang diduga menjadi tempat penampungan penjualan ginjal ini terletak di Perumahan Villa Mutiara Gading, Kelurahan Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

BACA JUGA:
Segini Harta Kekayaan Elon Musk vs Mark Zuckerberg yang Siap Adu Jotos

Diduga di rumah tersebut, para korban TPPO ditampung untuk selanjutnya dikirim ke Kamboja untuk diambil ginjalnya.Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyampaikan bahwa kasus dugaan penjualan organ tubuh manusia jaringan internasional tengah ditangani Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Saat ini penanganan kasus ini masih dalam penyelidikan
&amp;nbsp;BACA JUGA:

The Simpsons Telah Ramalkan Hilangnya Kapal Selam Titan?

&quot;Sampai saat ini proses penanganan kasus dugaan penjualan organ tubuh jaringan internasional di Bekasi tersebut masih dalam penyelidikan penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya,&amp;rdquo; kata Ramadhan kepada awak media, Kamis 22 Juni 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sambil Lestarikan Alam, Enno dan Habib Geluti Usaha Madu Murni

Namun demikian, Ramadhan belum dapat memberikan penjelasan terkait dengan pengungkapan kasus tersebut. Mengingat proses penyelidikan dan pengembangan masih dilakukan. Karena itu, kata dia, jika sudah ada proses penyelidikan dan pengembangan kasus tersebut bakal disampaikan ke awak media.
&amp;ldquo;Artinya dalam rangka teknik, merupakan bagian dari pada penyelidikan penyidik Polda Metro Jaya,&amp;rdquo; kata Ramadhan.</description><content:encoded>


JAKARTA - Polda Metro Jaya masih mendalami kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, untuk dijual ginjalnya. Kasus ini terungkap usai polisi menyelidiki informasi sebuah akun media sosial (medsos).
Akun tersebut menawarkan penjualan ginjal dengan harga Rp135 juta dengan sejumlah persyaratan.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pengembangan kasus dugaan penjualan organ tubuh di Bekasi, Jawa Barat. Saat ini, kata dia, pihaknya belum dapat membeberkan perkembangan terakhir dari penyelidikan kasus TPPO tersebut secara terperinci.

BACA JUGA:
Belum Punya Momongan di 18 Tahun Pernikahan, Winky Wiryawan Rutin Berbagi ke Anak Yatim

&amp;ldquo;Tunggu Dir Um (Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi). Bentar lagi tuntas sedang dikembangkn dulu,&amp;rdquo; ujar Karyoto saat dikonfirmasi, Jumat (23/6/2023).
Dalam kasus ini, sebuah rumah yang diduga menjadi tempat penampungan penjualan ginjal ini terletak di Perumahan Villa Mutiara Gading, Kelurahan Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

BACA JUGA:
Segini Harta Kekayaan Elon Musk vs Mark Zuckerberg yang Siap Adu Jotos

Diduga di rumah tersebut, para korban TPPO ditampung untuk selanjutnya dikirim ke Kamboja untuk diambil ginjalnya.Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyampaikan bahwa kasus dugaan penjualan organ tubuh manusia jaringan internasional tengah ditangani Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Saat ini penanganan kasus ini masih dalam penyelidikan
&amp;nbsp;BACA JUGA:

The Simpsons Telah Ramalkan Hilangnya Kapal Selam Titan?

&quot;Sampai saat ini proses penanganan kasus dugaan penjualan organ tubuh jaringan internasional di Bekasi tersebut masih dalam penyelidikan penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya,&amp;rdquo; kata Ramadhan kepada awak media, Kamis 22 Juni 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sambil Lestarikan Alam, Enno dan Habib Geluti Usaha Madu Murni

Namun demikian, Ramadhan belum dapat memberikan penjelasan terkait dengan pengungkapan kasus tersebut. Mengingat proses penyelidikan dan pengembangan masih dilakukan. Karena itu, kata dia, jika sudah ada proses penyelidikan dan pengembangan kasus tersebut bakal disampaikan ke awak media.
&amp;ldquo;Artinya dalam rangka teknik, merupakan bagian dari pada penyelidikan penyidik Polda Metro Jaya,&amp;rdquo; kata Ramadhan.</content:encoded></item></channel></rss>
