<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Relawan Ganjar Latih Ibu-Ibu Tingkatkan Nilai Jual Produk UMKM   </title><description>Para peserta diajarkan untuk mengolah produk UMKM hingga tahap pengemasan</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/23/340/2836212/relawan-ganjar-latih-ibu-ibu-tingkatkan-nilai-jual-produk-umkm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/23/340/2836212/relawan-ganjar-latih-ibu-ibu-tingkatkan-nilai-jual-produk-umkm"/><item><title>Relawan Ganjar Latih Ibu-Ibu Tingkatkan Nilai Jual Produk UMKM   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/23/340/2836212/relawan-ganjar-latih-ibu-ibu-tingkatkan-nilai-jual-produk-umkm</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/23/340/2836212/relawan-ganjar-latih-ibu-ibu-tingkatkan-nilai-jual-produk-umkm</guid><pubDate>Jum'at 23 Juni 2023 23:02 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/23/340/2836212/relawan-ganjar-latih-ibu-ibu-tingkatkan-nilai-jual-produk-umkm-dVWzFvi6OK.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Relawan Ganjar Pranowo. (Foto: Dok Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/23/340/2836212/relawan-ganjar-latih-ibu-ibu-tingkatkan-nilai-jual-produk-umkm-dVWzFvi6OK.jpeg</image><title>Relawan Ganjar Pranowo. (Foto: Dok Ist)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yMy8xLzE2NzQ4My81L3g4bHp1eTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Relawan Ganjar Pranowo dari Gerakan Pemuda dan Perempuan Gowa atau dari kalangan milenial turun langsung memberikan pelatihan ke ibu-ibu. Puluhan emak-emak dan pemuda pelaku UMKM di Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dilatih mencari uang alias cuan dari bahan baku singkong.

&quot;Kami ingin para ibu-ibu dan masyarakat di sini memberikan nilai ekonomis, dengan bahan yang mudah didapatkan yaitu singkong atau biasa kami sebut ubi kayu,&quot; beber Ketua Gerakan Pemuda Gowa, Daeng Bella melalui keterangan resminya, Kamis (23/6/2023).

Pada pelatihan kali ini, kata Daeng Bella, para peserta diajarkan untuk mengolah singkong hingga tahap pengemasan agar laik dijual di pasaran. Bahkan, para peserta diajarkan untuk memasarkan produk dengan cara yang menarik.

BACA JUGA:
Kisah Sukses UMKM Nganjuk, Ada Ganjar Pranowo di Belakangnya

&quot;Ini baru tahap awal. Di mana para peserta diajarkan mulai dari mengupas, menggoreng, memberikan bumbu, sampai tahap pengemasan supaya lebih menarik para konsumen,&quot; ungkapnya.

Dia juga mengaku ke depannya akan terus memberikan pendampingan kepada para peserta secara berkala agar pelatihan pembuatan keripik singkong dapat menghasilkan nilai ekonomi.

BACA JUGA:
Sambangi Nganjuk, Ganjar Motivasi Para Pelaku UMKM Kembangkan Usaha

&quot;Pelatihan akan berkesinambungan. Kami akan mengedukasi masyarakat utamanya ibu-ibu bagaimana cara memasarkan atau marketing produk kepada konsumen supaya lebih menarik dan dilirik,&quot; imbuhnya.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Nining mengaku senang mendapat kesempatan mengikuti pembuatan keripik singkong. Sebab, menurutnya, pelatihan ini baru kali pertama didapatnya.&quot;Ini pengalaman pertama dan sangat perlu untuk diadakan bagi kami di desa. Kapan lagi bisa ikut kegiatan bermanfaat semacam ini, menjadikan peluang bisnis juga,&quot; kata Nining.



Usai mengikut pelatihan, Nining mengungkapkan keinginannya untuk membuka usaha keripik singkong untuk membantu perekonomian keluarganya.



&amp;ldquo;Kalau saya, setelah ini tentu jadi tertarik bisnis usaha keripik singkong. Untuk dibuat sendiri juga bisa, karena anak-anak dan keluarga di rumah suka,&amp;rdquo; pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yMy8xLzE2NzQ4My81L3g4bHp1eTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Relawan Ganjar Pranowo dari Gerakan Pemuda dan Perempuan Gowa atau dari kalangan milenial turun langsung memberikan pelatihan ke ibu-ibu. Puluhan emak-emak dan pemuda pelaku UMKM di Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dilatih mencari uang alias cuan dari bahan baku singkong.

&quot;Kami ingin para ibu-ibu dan masyarakat di sini memberikan nilai ekonomis, dengan bahan yang mudah didapatkan yaitu singkong atau biasa kami sebut ubi kayu,&quot; beber Ketua Gerakan Pemuda Gowa, Daeng Bella melalui keterangan resminya, Kamis (23/6/2023).

Pada pelatihan kali ini, kata Daeng Bella, para peserta diajarkan untuk mengolah singkong hingga tahap pengemasan agar laik dijual di pasaran. Bahkan, para peserta diajarkan untuk memasarkan produk dengan cara yang menarik.

BACA JUGA:
Kisah Sukses UMKM Nganjuk, Ada Ganjar Pranowo di Belakangnya

&quot;Ini baru tahap awal. Di mana para peserta diajarkan mulai dari mengupas, menggoreng, memberikan bumbu, sampai tahap pengemasan supaya lebih menarik para konsumen,&quot; ungkapnya.

Dia juga mengaku ke depannya akan terus memberikan pendampingan kepada para peserta secara berkala agar pelatihan pembuatan keripik singkong dapat menghasilkan nilai ekonomi.

BACA JUGA:
Sambangi Nganjuk, Ganjar Motivasi Para Pelaku UMKM Kembangkan Usaha

&quot;Pelatihan akan berkesinambungan. Kami akan mengedukasi masyarakat utamanya ibu-ibu bagaimana cara memasarkan atau marketing produk kepada konsumen supaya lebih menarik dan dilirik,&quot; imbuhnya.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Nining mengaku senang mendapat kesempatan mengikuti pembuatan keripik singkong. Sebab, menurutnya, pelatihan ini baru kali pertama didapatnya.&quot;Ini pengalaman pertama dan sangat perlu untuk diadakan bagi kami di desa. Kapan lagi bisa ikut kegiatan bermanfaat semacam ini, menjadikan peluang bisnis juga,&quot; kata Nining.



Usai mengikut pelatihan, Nining mengungkapkan keinginannya untuk membuka usaha keripik singkong untuk membantu perekonomian keluarganya.



&amp;ldquo;Kalau saya, setelah ini tentu jadi tertarik bisnis usaha keripik singkong. Untuk dibuat sendiri juga bisa, karena anak-anak dan keluarga di rumah suka,&amp;rdquo; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
