<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mabes TNI Jelaskan Kronologi Jatuhnya Pesawat SAM Air di Papua, Penyebab Belum Diketahui</title><description>Markas Besar (Mabes) TNI membenarkan peristiwa jatuhnya pesawat Semuwa Aviasi Mandiri (SAM Air).</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/24/337/2836255/mabes-tni-jelaskan-kronologi-jatuhnya-pesawat-sam-air-di-papua-penyebab-belum-diketahui</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/24/337/2836255/mabes-tni-jelaskan-kronologi-jatuhnya-pesawat-sam-air-di-papua-penyebab-belum-diketahui"/><item><title>Mabes TNI Jelaskan Kronologi Jatuhnya Pesawat SAM Air di Papua, Penyebab Belum Diketahui</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/24/337/2836255/mabes-tni-jelaskan-kronologi-jatuhnya-pesawat-sam-air-di-papua-penyebab-belum-diketahui</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/24/337/2836255/mabes-tni-jelaskan-kronologi-jatuhnya-pesawat-sam-air-di-papua-penyebab-belum-diketahui</guid><pubDate>Sabtu 24 Juni 2023 06:45 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/24/337/2836255/mabes-tni-jelaskan-kronologi-jatuhnya-pesawat-sam-air-jatuh-di-papua-penyebab-belum-diketahui-fCcyJ9J0l8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/24/337/2836255/mabes-tni-jelaskan-kronologi-jatuhnya-pesawat-sam-air-jatuh-di-papua-penyebab-belum-diketahui-fCcyJ9J0l8.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Markas Besar (Mabes) TNI membenarkan peristiwa jatuhnya pesawat Semuwa Aviasi Mandiri (SAM Air) jenis Caravan dengan registrasi PK-SMW (C-208). Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab jatuhnya pesawat tersebut.
Julius menjelaskan kronologi kejadian mulai dari pesawat yang dipiloti oleh Cpt. Hari Permadi dan Levi Murib (FO) hilang kontak, hingga ditemukan hancur dengan kondisi terbakar.
&quot;Kronologi kejadian hilang kontak pesawat jenis Caravan PK-SMW (C-208) milik PT Semuwa Aviasi Mandiri (SAM Air). Pukul 10.23 WIT take off dari Kabupaten Wamena menuju Bandara Elelim Kabupaten Yalimo,&quot; kata Julius kepada wartawan, dikutip Sabtu (24/6/2023).

BACA JUGA:
 Cuaca Berkabut, Evakuasi Pesawat Sam Air di Hutan Papua Dilanjutkan Besok&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kemudian, pada pukul 10.53 WIT Pesawat Take Off dari Bandara Elilim menuju Bandara Poik Distrik Welarek Kabupaten Yalimo, dengan membawa empat penumpang dan sembako.
&quot;Antara lain Bartolomeus usia 34 tahun, Ebeth Hlelerohon 29 tahun, Domina Helerohon 17 tahun, dan Kilimputni 20 tahun, serta membawa barang sembako di antaranya, Beras 500 Kg, Gula 20 Kg, Barang campuran 73 Kg dan barang berupa karton 75 Kg,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Pesawat SAM Air yang Hilang Kontak di Papua Telah Ditemukan

Lalu, kata Julius, pada pukul 12.30 WIT diperoleh Informasi dari Air Traffic Controller (ATC) bahwa Pesawat jenis Caravan PK-SMW (C-208) yang dipiloti oleh Cpt. Hari Permadi hilang kontak dan tidak terdeteksi di Radar.
&quot;Sampai dengan pukul 16.07 WIT Pesawat jenis Caravan yang dipiloti oleh Cpt. Hari Permadi belum terdeteksi di radar dan GPS,&quot; katanya.Hingga pada 16.32 WIT, Helikopter Intan Perkasa PK IWF Belt 206 yang dipiloti oleh Cpt. Hadi melihat posisi pesawat Caravan PK-SMW (C-208) di Kampung Mabualem Distrik Welarek Kabupaten Yalimo.
&quot;Pada koordinat South 03.90732&amp;#8304; dan East. 139. 43141&amp;#8304; posisi di Kampung Mabualem Distrik Welarek Kabupaten Yalimo dalam kondisi hancur terbakar,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Markas Besar (Mabes) TNI membenarkan peristiwa jatuhnya pesawat Semuwa Aviasi Mandiri (SAM Air) jenis Caravan dengan registrasi PK-SMW (C-208). Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab jatuhnya pesawat tersebut.
Julius menjelaskan kronologi kejadian mulai dari pesawat yang dipiloti oleh Cpt. Hari Permadi dan Levi Murib (FO) hilang kontak, hingga ditemukan hancur dengan kondisi terbakar.
&quot;Kronologi kejadian hilang kontak pesawat jenis Caravan PK-SMW (C-208) milik PT Semuwa Aviasi Mandiri (SAM Air). Pukul 10.23 WIT take off dari Kabupaten Wamena menuju Bandara Elelim Kabupaten Yalimo,&quot; kata Julius kepada wartawan, dikutip Sabtu (24/6/2023).

BACA JUGA:
 Cuaca Berkabut, Evakuasi Pesawat Sam Air di Hutan Papua Dilanjutkan Besok&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kemudian, pada pukul 10.53 WIT Pesawat Take Off dari Bandara Elilim menuju Bandara Poik Distrik Welarek Kabupaten Yalimo, dengan membawa empat penumpang dan sembako.
&quot;Antara lain Bartolomeus usia 34 tahun, Ebeth Hlelerohon 29 tahun, Domina Helerohon 17 tahun, dan Kilimputni 20 tahun, serta membawa barang sembako di antaranya, Beras 500 Kg, Gula 20 Kg, Barang campuran 73 Kg dan barang berupa karton 75 Kg,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Pesawat SAM Air yang Hilang Kontak di Papua Telah Ditemukan

Lalu, kata Julius, pada pukul 12.30 WIT diperoleh Informasi dari Air Traffic Controller (ATC) bahwa Pesawat jenis Caravan PK-SMW (C-208) yang dipiloti oleh Cpt. Hari Permadi hilang kontak dan tidak terdeteksi di Radar.
&quot;Sampai dengan pukul 16.07 WIT Pesawat jenis Caravan yang dipiloti oleh Cpt. Hari Permadi belum terdeteksi di radar dan GPS,&quot; katanya.Hingga pada 16.32 WIT, Helikopter Intan Perkasa PK IWF Belt 206 yang dipiloti oleh Cpt. Hadi melihat posisi pesawat Caravan PK-SMW (C-208) di Kampung Mabualem Distrik Welarek Kabupaten Yalimo.
&quot;Pada koordinat South 03.90732&amp;#8304; dan East. 139. 43141&amp;#8304; posisi di Kampung Mabualem Distrik Welarek Kabupaten Yalimo dalam kondisi hancur terbakar,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
