<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Nama Surabaya Tercantum di Negara Kretagama yang Ditulis Mpu Prapanca</title><description>Kala itu, Surabaya masih berupa desa di tepi Sungai Berantas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/25/337/2836534/kisah-nama-surabaya-tercantum-di-negara-kretagama-yang-ditulis-mpu-prapanca</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/25/337/2836534/kisah-nama-surabaya-tercantum-di-negara-kretagama-yang-ditulis-mpu-prapanca"/><item><title>Kisah Nama Surabaya Tercantum di Negara Kretagama yang Ditulis Mpu Prapanca</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/25/337/2836534/kisah-nama-surabaya-tercantum-di-negara-kretagama-yang-ditulis-mpu-prapanca</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/25/337/2836534/kisah-nama-surabaya-tercantum-di-negara-kretagama-yang-ditulis-mpu-prapanca</guid><pubDate>Minggu 25 Juni 2023 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/24/337/2836534/kisah-nama-surabaya-tercantum-di-negara-kretagama-yang-ditulis-mpu-prapanca-2a0bcDsRLr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prasasti Trowulan (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/24/337/2836534/kisah-nama-surabaya-tercantum-di-negara-kretagama-yang-ditulis-mpu-prapanca-2a0bcDsRLr.jpg</image><title>Prasasti Trowulan (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Nama Surabaya (Churabhaya) tercantum di Negara Kretagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca tentang perjalanan pesiar Hayam Wuruk pada 1385 M dalam pupuh XVII yang disebut dalam bait ke 5 di baris terakhir.

Dalam prasasti Trowulan I berangka 1358 M tercatat bahwa Surabaya sudah ada sejak jaman dulu. Kala itu, Surabaya masih berupa desa di tepi Sungai Berantas.
Dikisahkan, kala itu, pertempuran antara Raden Wijaya pendiri Kerajaan Majapahit melawan pasukan tar-tar dari dinasti Mongol, diduga terjadi di sepanjang aliran sungai sampai muara Sungai Kalimas yang sekarang disebut Tanjung Perak atau Ujunggaluh. Sungai Kalimas merupakan salah satu dari dua cabang Sungai Berantas


BACA JUGA:
Dapat Gerobak Perindo, Penjual Sate di Surabaya Gembira Tak Perlu Pinjam Lagi


Menurut kitab Pararaton, pasukan Mongol yang dipimpin Ike Mese diusir dari Pulau Jawa. Pertempuran berakhir di Pelabuhan Ujunggaluh dengan kemenangan pasukan Raden Wijaya.

BACA JUGA:
Bacaleg DPR RI Angela Tanoesoedibjo Berikan Gerobak ke Penjual Sate di Surabaya

Alkisah, di Negara Kretagama dengan dikawal dua perwira dan 200 pasukan Mongol, Raden Wijaya minta izin kembali ke Majapahit. Hal ini untuk menyiapkan upeti bagi kaisar Kubilai Khan, sebagai wujud penyerahan dirinya. Ike Mese mengizinkannya tanpa curiga.
Raden Wijaya dan pasukannya menghabisi kedua perwira dan para pengawal dari Mongol yang menyertainya. Kemudian, ia memimpin pasukannya menyerbu pasukan Mongol yang masih tersisa di Daha yang sedang berpesta kemenangan.



Pasukan Mongol yang masih tersisa yang tidak menyadari bahwa Raden Wijaya akan menyerang tiga ribu anggota pasukan kerajaan Yuan.



</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Nama Surabaya (Churabhaya) tercantum di Negara Kretagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca tentang perjalanan pesiar Hayam Wuruk pada 1385 M dalam pupuh XVII yang disebut dalam bait ke 5 di baris terakhir.

Dalam prasasti Trowulan I berangka 1358 M tercatat bahwa Surabaya sudah ada sejak jaman dulu. Kala itu, Surabaya masih berupa desa di tepi Sungai Berantas.
Dikisahkan, kala itu, pertempuran antara Raden Wijaya pendiri Kerajaan Majapahit melawan pasukan tar-tar dari dinasti Mongol, diduga terjadi di sepanjang aliran sungai sampai muara Sungai Kalimas yang sekarang disebut Tanjung Perak atau Ujunggaluh. Sungai Kalimas merupakan salah satu dari dua cabang Sungai Berantas


BACA JUGA:
Dapat Gerobak Perindo, Penjual Sate di Surabaya Gembira Tak Perlu Pinjam Lagi


Menurut kitab Pararaton, pasukan Mongol yang dipimpin Ike Mese diusir dari Pulau Jawa. Pertempuran berakhir di Pelabuhan Ujunggaluh dengan kemenangan pasukan Raden Wijaya.

BACA JUGA:
Bacaleg DPR RI Angela Tanoesoedibjo Berikan Gerobak ke Penjual Sate di Surabaya

Alkisah, di Negara Kretagama dengan dikawal dua perwira dan 200 pasukan Mongol, Raden Wijaya minta izin kembali ke Majapahit. Hal ini untuk menyiapkan upeti bagi kaisar Kubilai Khan, sebagai wujud penyerahan dirinya. Ike Mese mengizinkannya tanpa curiga.
Raden Wijaya dan pasukannya menghabisi kedua perwira dan para pengawal dari Mongol yang menyertainya. Kemudian, ia memimpin pasukannya menyerbu pasukan Mongol yang masih tersisa di Daha yang sedang berpesta kemenangan.



Pasukan Mongol yang masih tersisa yang tidak menyadari bahwa Raden Wijaya akan menyerang tiga ribu anggota pasukan kerajaan Yuan.



</content:encoded></item></channel></rss>
