<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Perkuat Peran Masyarakat Kembangkan Potensi Desa Wisata</title><description>Pembangunan desa wisata tidak lagi sebatas bertujuan untuk mendorong pertumbuhan jumlah kunjungan, namun kualitas kunjungan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/26/512/2837556/pemerintah-perkuat-peran-masyarakat-kembangkan-potensi-desa-wisata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/26/512/2837556/pemerintah-perkuat-peran-masyarakat-kembangkan-potensi-desa-wisata"/><item><title>Pemerintah Perkuat Peran Masyarakat Kembangkan Potensi Desa Wisata</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/26/512/2837556/pemerintah-perkuat-peran-masyarakat-kembangkan-potensi-desa-wisata</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/26/512/2837556/pemerintah-perkuat-peran-masyarakat-kembangkan-potensi-desa-wisata</guid><pubDate>Senin 26 Juni 2023 21:28 WIB</pubDate><dc:creator>Novia Adristi Zhafira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/26/512/2837556/pemerintah-perkuat-peran-masyarakat-kembangkan-potensi-desa-wisata-JrXcqZASCR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Kemenparekraf</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/26/512/2837556/pemerintah-perkuat-peran-masyarakat-kembangkan-potensi-desa-wisata-JrXcqZASCR.jpg</image><title>Foto: Kemenparekraf</title></images><description>MAGELANG &amp;ndash; Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat khususnya desa wisata dalam pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sehingga hal ini dapat memberikan dampak yang besar terhadap kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat, terlebih usai pandemi Covid-19.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Martini M. Paham mengatakan, sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor penting dalam peningkatan kualitas dan pengembangan satu destinasi.

BACA JUGA:
Kembangkan Wisata Delod Berawah, Kemenparekraf Gandeng Pihak Ketiga

&quot;Ada tiga komponen penting dalam pengembangan satu destinasi, yakni atraksi, amenitas dan aksesibilitas atau yang bisa disebut 3A,&amp;rdquo;ujarnya saat membuka kegiatan &quot;Sosialisasi Sadar Wisata 5.0&quot; di Desa Wisata Sawitan, dikutip Senin (26/6/2023).
&amp;ldquo;Tapi tiga komponen ini tidak akan bisa berarti kalau human resource-nya atau sumber daya manusia tidak diangkat kualitasnya atau ditingkatkan peranannya,&quot;sambungnya.
Oleh karena itu, pemerintah bersama dengan World Bank menyelenggarakan program &quot;Sosialisasi Sadar Wisata&quot; yang merupakan bagian dari payung program &quot;Kampanye Sadar Wisata&quot; untuk mendorong peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan pariwisata di desanya.
Selain Desa Wisata Sawitan, kali ini kegiatan juga berlangsung di Desa Wisata Tegalarum, Desa Wisata Bumiharjo, Desa Wisata Rambeanak, Desa Wisata Wringinputih, dan Desa Wisata Kembanglimus.
Di tahun ini, Kampanye Sadar Wisata secara keseluruhan akan berlangsung di 90 Desa Wisata di 6 Destinasi Pariwisata Prioritas yakni: Danau Toba, Borobudur Yogyakarta Prambanan, Bromo Tengger Semeru, Lombok, Labuan Bajo, dan Wakatobi.

BACA JUGA:
Pesona Karang Sewu Dilirik Kemenparekraf, Bisa Hasilkan Triliunan Dolar

&quot;Ini peluang yang sangat bagus bagi kita untuk belajar. Peran kita harus terus dijaga supaya kita sama-sama bisa memajukan destinasi, mempromosikan, dan juga memenuhi pendekatan kualitas yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,&quot; ujar Martini.
Pemilihan desa wisata sebagai lokasi sasaran program tidak lepas dari peran desa wisata sebagai pandemic winner. Desa wisata tumbuh menjadi destinasi pariwisata yang mampu menawarkan pengalaman otentik. Selain beraktivitas di alam terbuka, wisatawan bisa sembari belajar budaya dan nilai kearifan lokal masyarakat desa.
Pembangunan desa wisata tidak lagi sebatas bertujuan untuk mendorong pertumbuhan jumlah kunjungan, namun kualitas kunjungan menuju pembangunan pariwisata berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
&quot;Bisa menjadi tuan rumah yang baik karena saya yakin salah satu modal utama pariwisata Indonesia adalah manusia-manusianya. Silakan tularkan kepada teman-teman semua, ceritakan kepada keluarga apa yang didapatkan dari acara yang luar biasa ini,&quot; tandasnya.
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, S. Achmad Husein, berharap kegiatan ini dapat berdampak langsung terhadap peningkatan jumlah Kelompok Sadar Wisata di Kabupaten Magelang.&amp;nbsp;Saat ini, kata&amp;nbsp;Achmad Husein dari 57 desa wisata di Kabupaten Magelang, belum sepenuhnya memiliki Pokdarwis.
Oleh karena itu, pihaknya akan mempererat sinergi dan kolaborasi untuk mendorong terwujudnya lebih banyak Pokdarwis di wilayah Magelang.
&quot;Pariwisata merupakan sektor yang menjanjikan dan dapat memberikan manfaat pembangunan yang luas serta berkelanjutan bagi masyarakat sehingga membutuhkan kerja sama, kerja kolektif dari berbagai pihak,&quot; ujar Achmad Husein.Terpisah, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan &quot;Kampanye Sadar Wisata&quot; merupakan salah satu program unggulan Kemenparekraf/Baparekraf dalam peningkatan sumber daya manusia.
Melalui ini kegiatan ini diharapkan melahirkan para penggerak pariwisata dalam pengembangan pariwisata di desa. Menumbuhkembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia yang maju, berdaya saing, berkelanjutan, serta mengedepankan kearifan lokal yang ditopang dengan keberadaan SDM yang andal dan berdaya saing.
&quot;Para pelaku pariwisata harus mampu menyesuaikan diri dan menjawab keinginan dan kebutuhan spesifik dari para wisatawan saat ini,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>MAGELANG &amp;ndash; Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat khususnya desa wisata dalam pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sehingga hal ini dapat memberikan dampak yang besar terhadap kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat, terlebih usai pandemi Covid-19.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Martini M. Paham mengatakan, sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor penting dalam peningkatan kualitas dan pengembangan satu destinasi.

BACA JUGA:
Kembangkan Wisata Delod Berawah, Kemenparekraf Gandeng Pihak Ketiga

&quot;Ada tiga komponen penting dalam pengembangan satu destinasi, yakni atraksi, amenitas dan aksesibilitas atau yang bisa disebut 3A,&amp;rdquo;ujarnya saat membuka kegiatan &quot;Sosialisasi Sadar Wisata 5.0&quot; di Desa Wisata Sawitan, dikutip Senin (26/6/2023).
&amp;ldquo;Tapi tiga komponen ini tidak akan bisa berarti kalau human resource-nya atau sumber daya manusia tidak diangkat kualitasnya atau ditingkatkan peranannya,&quot;sambungnya.
Oleh karena itu, pemerintah bersama dengan World Bank menyelenggarakan program &quot;Sosialisasi Sadar Wisata&quot; yang merupakan bagian dari payung program &quot;Kampanye Sadar Wisata&quot; untuk mendorong peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan pariwisata di desanya.
Selain Desa Wisata Sawitan, kali ini kegiatan juga berlangsung di Desa Wisata Tegalarum, Desa Wisata Bumiharjo, Desa Wisata Rambeanak, Desa Wisata Wringinputih, dan Desa Wisata Kembanglimus.
Di tahun ini, Kampanye Sadar Wisata secara keseluruhan akan berlangsung di 90 Desa Wisata di 6 Destinasi Pariwisata Prioritas yakni: Danau Toba, Borobudur Yogyakarta Prambanan, Bromo Tengger Semeru, Lombok, Labuan Bajo, dan Wakatobi.

BACA JUGA:
Pesona Karang Sewu Dilirik Kemenparekraf, Bisa Hasilkan Triliunan Dolar

&quot;Ini peluang yang sangat bagus bagi kita untuk belajar. Peran kita harus terus dijaga supaya kita sama-sama bisa memajukan destinasi, mempromosikan, dan juga memenuhi pendekatan kualitas yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,&quot; ujar Martini.
Pemilihan desa wisata sebagai lokasi sasaran program tidak lepas dari peran desa wisata sebagai pandemic winner. Desa wisata tumbuh menjadi destinasi pariwisata yang mampu menawarkan pengalaman otentik. Selain beraktivitas di alam terbuka, wisatawan bisa sembari belajar budaya dan nilai kearifan lokal masyarakat desa.
Pembangunan desa wisata tidak lagi sebatas bertujuan untuk mendorong pertumbuhan jumlah kunjungan, namun kualitas kunjungan menuju pembangunan pariwisata berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
&quot;Bisa menjadi tuan rumah yang baik karena saya yakin salah satu modal utama pariwisata Indonesia adalah manusia-manusianya. Silakan tularkan kepada teman-teman semua, ceritakan kepada keluarga apa yang didapatkan dari acara yang luar biasa ini,&quot; tandasnya.
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, S. Achmad Husein, berharap kegiatan ini dapat berdampak langsung terhadap peningkatan jumlah Kelompok Sadar Wisata di Kabupaten Magelang.&amp;nbsp;Saat ini, kata&amp;nbsp;Achmad Husein dari 57 desa wisata di Kabupaten Magelang, belum sepenuhnya memiliki Pokdarwis.
Oleh karena itu, pihaknya akan mempererat sinergi dan kolaborasi untuk mendorong terwujudnya lebih banyak Pokdarwis di wilayah Magelang.
&quot;Pariwisata merupakan sektor yang menjanjikan dan dapat memberikan manfaat pembangunan yang luas serta berkelanjutan bagi masyarakat sehingga membutuhkan kerja sama, kerja kolektif dari berbagai pihak,&quot; ujar Achmad Husein.Terpisah, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan &quot;Kampanye Sadar Wisata&quot; merupakan salah satu program unggulan Kemenparekraf/Baparekraf dalam peningkatan sumber daya manusia.
Melalui ini kegiatan ini diharapkan melahirkan para penggerak pariwisata dalam pengembangan pariwisata di desa. Menumbuhkembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia yang maju, berdaya saing, berkelanjutan, serta mengedepankan kearifan lokal yang ditopang dengan keberadaan SDM yang andal dan berdaya saing.
&quot;Para pelaku pariwisata harus mampu menyesuaikan diri dan menjawab keinginan dan kebutuhan spesifik dari para wisatawan saat ini,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
