<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ratusan Polisi Disiagakan Usai Ketegangan Warga dan Mahasiswa di Malang</title><description>Polisi berjaga untuk mengantisipasi adanya aksi massa susulan sekaligus sweeping untuk mencari terduga pelaku pembunuhan</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/26/519/2837265/ratusan-polisi-disiagakan-usai-ketegangan-warga-dan-mahasiswa-di-malang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/26/519/2837265/ratusan-polisi-disiagakan-usai-ketegangan-warga-dan-mahasiswa-di-malang"/><item><title>Ratusan Polisi Disiagakan Usai Ketegangan Warga dan Mahasiswa di Malang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/26/519/2837265/ratusan-polisi-disiagakan-usai-ketegangan-warga-dan-mahasiswa-di-malang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/26/519/2837265/ratusan-polisi-disiagakan-usai-ketegangan-warga-dan-mahasiswa-di-malang</guid><pubDate>Senin 26 Juni 2023 14:21 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/26/519/2837265/ratusan-polisi-disiagakan-usai-ketegangan-warga-dan-mahasiswa-di-malang-i1SoARTAUU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi disiagakan usai sweeping warga di Malang (Foto: istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/26/519/2837265/ratusan-polisi-disiagakan-usai-ketegangan-warga-dan-mahasiswa-di-malang-i1SoARTAUU.jpg</image><title>Polisi disiagakan usai sweeping warga di Malang (Foto: istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yNi8xLzE2NzU0NS81L3g4bTF1ano=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MALANG - Ratusan polisi masih disiagakan di kawasan Tlogomas, Malang, dan sekitarnya usai aksi sweeping dan ketegangan antara sekelompok mahasiswa dengan warga.
Polisi berjaga untuk mengantisipasi adanya aksi massa susulan sekaligus sweeping untuk mencari terduga pelaku pembunuhan kepada seorang mahasiswa asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
&quot;Kita siagakan personel pasca kejadian situasi Tlogomas dan sekitar kampus Unitri sebanyak 120 personel gabungan dari Polresta, Kodim, dan Satpol PP Kota Malang,&quot; kata Kabagops Polresta Malang Kota Kompol Supiyan ditemui di ruang kerjanya pada Senin (26/6/2023).

BACA JUGA:
Viral Video Timnas Malaysia Menang 1-0 atas Korea Selatan di Piala Asia 2023, Langsung Kena Sindir Orang Indonesia!

Selain personel gabungan yang bersiaga, pihaknya juga mengintensifkan patroli di sekitar Tlogomas. Langkah itu disebutnya untuk memberikan rasa aman bagi warga sekitar. Apalagi sebelumnya juga perwakilan warga dan kelompok mahasiswa tersebut telah bertemu di Polsek Lowokwaru dan menyepakati adanya perdamaian.
&quot;Jangan ada kecemasan, kekhawatiran untuk melakukan aktifitas di sekitar rumah, patroli juga ditingkatkan. Intinya apa, aman di Kota Malang merupakan harga mati, harus kita wujudkan sama-sama,&quot; bebernya.

BACA JUGA:
Culik Muridnya, Guru di Tangsel Diimingi Uang dan Diancam Keselamatannya oleh Pelaku Utama&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Supiyan menegaskan, siapa saja yang nantinya melanggar kesepakatan dan kembali memulai konflik akan ditindak tegas, serta diproses ke ranah hukum. Saat ini perwakilan warga sekitar Tlogomas dan beberapa tokoh mahasiswa juga tengah mencari solusi terbaik untuk persoalan kerusakan yang ditimbulkan pada aksi sweeping Minggu malam.
&quot;Akan kita tegakkan, suasana damai aman di Kota Malang harus dijaga, siapa yang mengganggu akan kita lakukan penanganan hukum secara proporsional tegas dan terukur,&quot; tuturnya.Pihaknya juga memastikan aksi sweeping yang terjadi pada Minggu malam tidak berkaitan dengan informasi adanya laporan penganiayaan yang ditolak kepolisian akibat visum secara mandiri. Informasi itu beredar berantai melalui media sosial, yang diduga menjadi salah satu penyebab aksi penusukan pada Minggu dini hari (25/6/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kronologi Korban Meninggal Pertama Akibat Virus Oz, Awalnya Digigit Kutu!

&quot;Tidak ada laporan (penganiayaan) di kita, karena kalau di kita itu sudah ditanggung visumnya, tidak ada laporan mengenai dugaan penganiayaan di hari Kamis itu. Kalau ada (laporan) pun sudah perintah dari Bapak Kapolresta untuk tidak membebankan biaya visum ke korban. Sudah ada anggarannya khusus untuk itu sesuai instruksi,&quot; tandasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Erick Thohir Ungkap Kapan Pembentukan Panitia Pelaksana Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aksi sweeping dan ketegangan terjadi pada Minggu malam (25/6/2023) di kawasan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Aksi sweeping itu dilakukan guna mencari pelaku penusukan terhadap Keisnael Murri (23) yang terjadi pada Minggu dini hari (25/6/2023).

Massa melakukan sweeping di beberapa lokasi di Kota Malang. Mereka membawa beberapa benda tumpul seperti kayu dan bambu. Sejumlah warga juga terlihat berjaga untuk mengantisipasi dampak keamanan yang terjadi.





</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yNi8xLzE2NzU0NS81L3g4bTF1ano=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MALANG - Ratusan polisi masih disiagakan di kawasan Tlogomas, Malang, dan sekitarnya usai aksi sweeping dan ketegangan antara sekelompok mahasiswa dengan warga.
Polisi berjaga untuk mengantisipasi adanya aksi massa susulan sekaligus sweeping untuk mencari terduga pelaku pembunuhan kepada seorang mahasiswa asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
&quot;Kita siagakan personel pasca kejadian situasi Tlogomas dan sekitar kampus Unitri sebanyak 120 personel gabungan dari Polresta, Kodim, dan Satpol PP Kota Malang,&quot; kata Kabagops Polresta Malang Kota Kompol Supiyan ditemui di ruang kerjanya pada Senin (26/6/2023).

BACA JUGA:
Viral Video Timnas Malaysia Menang 1-0 atas Korea Selatan di Piala Asia 2023, Langsung Kena Sindir Orang Indonesia!

Selain personel gabungan yang bersiaga, pihaknya juga mengintensifkan patroli di sekitar Tlogomas. Langkah itu disebutnya untuk memberikan rasa aman bagi warga sekitar. Apalagi sebelumnya juga perwakilan warga dan kelompok mahasiswa tersebut telah bertemu di Polsek Lowokwaru dan menyepakati adanya perdamaian.
&quot;Jangan ada kecemasan, kekhawatiran untuk melakukan aktifitas di sekitar rumah, patroli juga ditingkatkan. Intinya apa, aman di Kota Malang merupakan harga mati, harus kita wujudkan sama-sama,&quot; bebernya.

BACA JUGA:
Culik Muridnya, Guru di Tangsel Diimingi Uang dan Diancam Keselamatannya oleh Pelaku Utama&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Supiyan menegaskan, siapa saja yang nantinya melanggar kesepakatan dan kembali memulai konflik akan ditindak tegas, serta diproses ke ranah hukum. Saat ini perwakilan warga sekitar Tlogomas dan beberapa tokoh mahasiswa juga tengah mencari solusi terbaik untuk persoalan kerusakan yang ditimbulkan pada aksi sweeping Minggu malam.
&quot;Akan kita tegakkan, suasana damai aman di Kota Malang harus dijaga, siapa yang mengganggu akan kita lakukan penanganan hukum secara proporsional tegas dan terukur,&quot; tuturnya.Pihaknya juga memastikan aksi sweeping yang terjadi pada Minggu malam tidak berkaitan dengan informasi adanya laporan penganiayaan yang ditolak kepolisian akibat visum secara mandiri. Informasi itu beredar berantai melalui media sosial, yang diduga menjadi salah satu penyebab aksi penusukan pada Minggu dini hari (25/6/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kronologi Korban Meninggal Pertama Akibat Virus Oz, Awalnya Digigit Kutu!

&quot;Tidak ada laporan (penganiayaan) di kita, karena kalau di kita itu sudah ditanggung visumnya, tidak ada laporan mengenai dugaan penganiayaan di hari Kamis itu. Kalau ada (laporan) pun sudah perintah dari Bapak Kapolresta untuk tidak membebankan biaya visum ke korban. Sudah ada anggarannya khusus untuk itu sesuai instruksi,&quot; tandasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Erick Thohir Ungkap Kapan Pembentukan Panitia Pelaksana Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aksi sweeping dan ketegangan terjadi pada Minggu malam (25/6/2023) di kawasan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Aksi sweeping itu dilakukan guna mencari pelaku penusukan terhadap Keisnael Murri (23) yang terjadi pada Minggu dini hari (25/6/2023).

Massa melakukan sweeping di beberapa lokasi di Kota Malang. Mereka membawa beberapa benda tumpul seperti kayu dan bambu. Sejumlah warga juga terlihat berjaga untuk mengantisipasi dampak keamanan yang terjadi.





</content:encoded></item></channel></rss>
