<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Kisah Gus Dur Dikejar Motor Gede Milik Polisi Usai Jadi Pembicara</title><description>Setelah acara selesai, Gus Dur dan rombongannya langsung melaju ke arah Kota Surabaya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/27/337/2837424/humor-gus-dur-kisah-gus-dur-dikejar-motor-gede-milik-polisi-usai-jadi-pembicara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/27/337/2837424/humor-gus-dur-kisah-gus-dur-dikejar-motor-gede-milik-polisi-usai-jadi-pembicara"/><item><title>Humor Gus Dur: Kisah Gus Dur Dikejar Motor Gede Milik Polisi Usai Jadi Pembicara</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/27/337/2837424/humor-gus-dur-kisah-gus-dur-dikejar-motor-gede-milik-polisi-usai-jadi-pembicara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/27/337/2837424/humor-gus-dur-kisah-gus-dur-dikejar-motor-gede-milik-polisi-usai-jadi-pembicara</guid><pubDate>Selasa 27 Juni 2023 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/26/337/2837424/humur-gus-dur-kisah-gus-dur-dikejar-motor-gede-milik-polisi-usai-jadi-pembicara-p0lP58rxYa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/26/337/2837424/humur-gus-dur-kisah-gus-dur-dikejar-motor-gede-milik-polisi-usai-jadi-pembicara-p0lP58rxYa.jpg</image><title>Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur dikenal sebagai sosok yang humoris. Gus Dur kerap melontarkan humor yang bisa membuat orang tertawa terbahak-bahak sekaligus meredakan ketegangan politik pada kala itu.
Salah satunya adalah kisah yang diadaptasi dari buku &amp;lsquo;Gus Durku Gus Dur Anda Gus Dur Kita&amp;rsquo; karya Muhammad AS Hikam (2013).
Suatu hari Gus Dur dikisakan diundang menjadi pembicara oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Jombang, Jawa Timur. Setelah acara selesai, Gus Dur dan rombongannya langsung melaju ke arah Kota Surabaya.

BACA JUGA:
 Humor Gus Dur : Mengaku Keturunan China, Bermarga Tan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Namun ternyata selama di perjalanan, mobil Gus Dur dibuntuti dua motor gede putih milik Polri yang tidak membunyikan sirine.

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Kisah Pameran Otak Sedunia, Orang Indonesia Paling Tinggi Nilainya

Sopir Gus Dur langsung melaporkan hal itu. Gus Dur meminta sopir tetap menyetir biasa atau jika perlu mengebut.
Sang sopir pun akhirnya mengebut dan ternyata polisi juga ikut mengebut. Setelah berada di luar kota, kedua motor gede itu berhasil menyalip mobil Gus Dur.
Motor itu berhenti setelah agak jauh menyalip lalu berhenti di tengah jalan dan menghentikan mobil Gus Dur. Hal itu sontak membuat sopir Gus Dur mengerem mendadak untuk menghindari kecelakaanGus Dur pun marah besar dan membuka kaca mobil sembari menunggu kedua polisi itu mendatangi beliau.
&amp;ldquo;Ada apa?,&amp;rdquo; Gus Dur bertanya dengan nada tinggi.
&amp;ldquo;Assalamualaikum Kiai,&amp;rdquo; kata salah satu polisi,
&amp;ldquo;Ya, ini ada apa? Saya kan sudah pergi. Sana pergi kalian&amp;hellip;,&amp;rdquo; ujar Gus Dur mencoba mencegah kedua polisi itu mendekat.
&amp;ldquo;Begini Kiai, mohon maaf saya tadi belum sempat salaman sama njenengan (Anda), jadi terpaksa saya mengikuti Kiai. Tolong Kiai, saya ingin salaman,&amp;rdquo; kata anggota polisi tersebut.
Kedua polisi itu pun lalu bersalaman dan mencium tangan Gus Dur. Setelah itu kedua polisi itu langsung tersenyum cengengesan karena berhasil salaman dengan Gus Dur.
Gus Dur langsung tertawa terbahak-bahak ketika mobilnya kembali berjalan.
&amp;ldquo;Ngono kuwi lo, Kang wong NU (begitulah orang NU). Sudah repot-repot disuruh menjaga supaya ceramah tidak sukses, eee&amp;hellip; ujung-ujungnya pengen salaman,&amp;rdquo; ungkap Gus Dur.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur dikenal sebagai sosok yang humoris. Gus Dur kerap melontarkan humor yang bisa membuat orang tertawa terbahak-bahak sekaligus meredakan ketegangan politik pada kala itu.
Salah satunya adalah kisah yang diadaptasi dari buku &amp;lsquo;Gus Durku Gus Dur Anda Gus Dur Kita&amp;rsquo; karya Muhammad AS Hikam (2013).
Suatu hari Gus Dur dikisakan diundang menjadi pembicara oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Jombang, Jawa Timur. Setelah acara selesai, Gus Dur dan rombongannya langsung melaju ke arah Kota Surabaya.

BACA JUGA:
 Humor Gus Dur : Mengaku Keturunan China, Bermarga Tan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Namun ternyata selama di perjalanan, mobil Gus Dur dibuntuti dua motor gede putih milik Polri yang tidak membunyikan sirine.

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Kisah Pameran Otak Sedunia, Orang Indonesia Paling Tinggi Nilainya

Sopir Gus Dur langsung melaporkan hal itu. Gus Dur meminta sopir tetap menyetir biasa atau jika perlu mengebut.
Sang sopir pun akhirnya mengebut dan ternyata polisi juga ikut mengebut. Setelah berada di luar kota, kedua motor gede itu berhasil menyalip mobil Gus Dur.
Motor itu berhenti setelah agak jauh menyalip lalu berhenti di tengah jalan dan menghentikan mobil Gus Dur. Hal itu sontak membuat sopir Gus Dur mengerem mendadak untuk menghindari kecelakaanGus Dur pun marah besar dan membuka kaca mobil sembari menunggu kedua polisi itu mendatangi beliau.
&amp;ldquo;Ada apa?,&amp;rdquo; Gus Dur bertanya dengan nada tinggi.
&amp;ldquo;Assalamualaikum Kiai,&amp;rdquo; kata salah satu polisi,
&amp;ldquo;Ya, ini ada apa? Saya kan sudah pergi. Sana pergi kalian&amp;hellip;,&amp;rdquo; ujar Gus Dur mencoba mencegah kedua polisi itu mendekat.
&amp;ldquo;Begini Kiai, mohon maaf saya tadi belum sempat salaman sama njenengan (Anda), jadi terpaksa saya mengikuti Kiai. Tolong Kiai, saya ingin salaman,&amp;rdquo; kata anggota polisi tersebut.
Kedua polisi itu pun lalu bersalaman dan mencium tangan Gus Dur. Setelah itu kedua polisi itu langsung tersenyum cengengesan karena berhasil salaman dengan Gus Dur.
Gus Dur langsung tertawa terbahak-bahak ketika mobilnya kembali berjalan.
&amp;ldquo;Ngono kuwi lo, Kang wong NU (begitulah orang NU). Sudah repot-repot disuruh menjaga supaya ceramah tidak sukses, eee&amp;hellip; ujung-ujungnya pengen salaman,&amp;rdquo; ungkap Gus Dur.</content:encoded></item></channel></rss>
