<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Uang Korupsi Lukas Enembe Diduga Mengalir ke KKB Teroris, KPK Buka Suara</title><description>KPK juga melakukan penyitaan terhadap berbagai aset milik Lukas Enembe yang berasal dari tindak pidana korupsi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/27/337/2837779/uang-korupsi-lukas-enembe-diduga-mengalir-ke-kkb-teroris-kpk-buka-suara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/27/337/2837779/uang-korupsi-lukas-enembe-diduga-mengalir-ke-kkb-teroris-kpk-buka-suara"/><item><title>Uang Korupsi Lukas Enembe Diduga Mengalir ke KKB Teroris, KPK Buka Suara</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/27/337/2837779/uang-korupsi-lukas-enembe-diduga-mengalir-ke-kkb-teroris-kpk-buka-suara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/27/337/2837779/uang-korupsi-lukas-enembe-diduga-mengalir-ke-kkb-teroris-kpk-buka-suara</guid><pubDate>Selasa 27 Juni 2023 12:06 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/27/337/2837779/uang-korupsi-lukas-enembe-diduga-mengalir-ke-kkb-teroris-kpk-buka-suara-KXTSllxgjA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KKB Teroris di Papua</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/27/337/2837779/uang-korupsi-lukas-enembe-diduga-mengalir-ke-kkb-teroris-kpk-buka-suara-KXTSllxgjA.jpg</image><title>KKB Teroris di Papua</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara terkait adanya dugaan uang hasil korupsi Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe mengalir ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) teroris di Papua.

BACA JUGA:
Lukas Pakai Dana Operasional Rp1 Triliun untuk Makan Setahun, KPK : Sehari Rp1 Miliar?

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, aliran uang ke KKB itu masih sekadar dugaan. Menurutnya, informasi tersebut harus dilakukan pembuktian.
&amp;ldquo;Terkait dana mengalir ke OPM (KKB) saya ngga tahu. Ada dugaan, benar atau tidaknya (dana mengalir ke KKB) itu harus dibuktikan,&amp;rdquo; kata dia kepada wartawan, Selasa (27/6/2023).
Hingga saat ini kata dia, belum ada pengakuan maupun riwayat transaksi yang ditemukan. Selain itu, dia menyebut pembuktian dugaan itu sulit apabila aliran dana itu diberikan secara tunai.

BACA JUGA:
KPK Pamer Tumpukan Uang Hasil Korupsi Lukas Enembe, Ini Penampakannya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Kalau dikasih secara tunai sulit juga, ada sih dugaan ke arah sana, dalam proses pembuktian kita kesulitan,&amp;rdquo; pungkasnya.



Sekadar diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memamerkan tumpukan uang barang bukti dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe. Nilainya mencapai miliaran rupiah.




Tumpukan uang miliaran rupiah tersebut ditampilkan dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan. Dalam konpers tersebut hadir Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata; Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur; serta Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri.







Rincian uang yang ditampilkan KPK terdiri dari Rp81.628.693.000. Kemudian, senilai SGD26.300 atau setara Rp292 juta, dan USD5.100 atau setara Rp76 juta. Uang miliaran rupiah tersebut telah disita untuk memulihkan kerugian keuangan negara.







&quot;Ini adalah upaya untuk mengoptimalkan pengembalian dan pemulihan kerugian keuangan negara melalui asset recovery,&quot; kata Alexander Marwata di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (26/6/2023).







Bukan hanya uang tunai, KPK juga melakukan penyitaan terhadap berbagai aset milik Lukas Enembe yang berasal dari tindak pidana korupsi. Di antaranya, apartemen, logam mulia, tanah, hingga mobil mewah.

</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara terkait adanya dugaan uang hasil korupsi Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe mengalir ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) teroris di Papua.

BACA JUGA:
Lukas Pakai Dana Operasional Rp1 Triliun untuk Makan Setahun, KPK : Sehari Rp1 Miliar?

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, aliran uang ke KKB itu masih sekadar dugaan. Menurutnya, informasi tersebut harus dilakukan pembuktian.
&amp;ldquo;Terkait dana mengalir ke OPM (KKB) saya ngga tahu. Ada dugaan, benar atau tidaknya (dana mengalir ke KKB) itu harus dibuktikan,&amp;rdquo; kata dia kepada wartawan, Selasa (27/6/2023).
Hingga saat ini kata dia, belum ada pengakuan maupun riwayat transaksi yang ditemukan. Selain itu, dia menyebut pembuktian dugaan itu sulit apabila aliran dana itu diberikan secara tunai.

BACA JUGA:
KPK Pamer Tumpukan Uang Hasil Korupsi Lukas Enembe, Ini Penampakannya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Kalau dikasih secara tunai sulit juga, ada sih dugaan ke arah sana, dalam proses pembuktian kita kesulitan,&amp;rdquo; pungkasnya.



Sekadar diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memamerkan tumpukan uang barang bukti dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe. Nilainya mencapai miliaran rupiah.




Tumpukan uang miliaran rupiah tersebut ditampilkan dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan. Dalam konpers tersebut hadir Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata; Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur; serta Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri.







Rincian uang yang ditampilkan KPK terdiri dari Rp81.628.693.000. Kemudian, senilai SGD26.300 atau setara Rp292 juta, dan USD5.100 atau setara Rp76 juta. Uang miliaran rupiah tersebut telah disita untuk memulihkan kerugian keuangan negara.







&quot;Ini adalah upaya untuk mengoptimalkan pengembalian dan pemulihan kerugian keuangan negara melalui asset recovery,&quot; kata Alexander Marwata di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (26/6/2023).







Bukan hanya uang tunai, KPK juga melakukan penyitaan terhadap berbagai aset milik Lukas Enembe yang berasal dari tindak pidana korupsi. Di antaranya, apartemen, logam mulia, tanah, hingga mobil mewah.

</content:encoded></item></channel></rss>
