<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Soekarno Sholat Idul Adha, Sosoknya Terlihat Jadi Dua saat Dibidik Penembak</title><description>Presiden pertama RI Soekarno pernah nyaris tewas saat menjalankan Sholat Idul Adha. P</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/28/337/2838221/kisah-soekarno-sholat-idul-adha-sosoknya-terlihat-jadi-dua-saat-dibidik-penembak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/28/337/2838221/kisah-soekarno-sholat-idul-adha-sosoknya-terlihat-jadi-dua-saat-dibidik-penembak"/><item><title>Kisah Soekarno Sholat Idul Adha, Sosoknya Terlihat Jadi Dua saat Dibidik Penembak</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/28/337/2838221/kisah-soekarno-sholat-idul-adha-sosoknya-terlihat-jadi-dua-saat-dibidik-penembak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/28/337/2838221/kisah-soekarno-sholat-idul-adha-sosoknya-terlihat-jadi-dua-saat-dibidik-penembak</guid><pubDate>Rabu 28 Juni 2023 05:30 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/27/337/2838221/kisah-soekarno-sholat-idul-adha-sosoknya-terlihat-jadi-dua-saat-dibidik-penembak-VC4IrOmbzI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Soekarno (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/27/337/2838221/kisah-soekarno-sholat-idul-adha-sosoknya-terlihat-jadi-dua-saat-dibidik-penembak-VC4IrOmbzI.jpg</image><title>Soekarno (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Presiden pertama RI Soekarno pernah nyaris tewas saat menjalankan Sholat Idul Adha. Peristiwa itu terjadi pada 14 Mei pada 1962.

Bersama sejumlah pejabat negara, Bung Karno melaksanakan Sholat Idul Adha di Masjid Baiturahim. Saat sholat memasuki memasuki rakaat kedua hal mengejutkan terjadi.

BACA JUGA:
Kisah Veteran KNIL Tolak Tawaran Soekarno Gara-Gara Sakit Hati


Seketika ada salah satu jamaah di belakang shaf sang Bung Karno yang melakukan penembakan. Sanusi Firkat, simpatisan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) melepaskan sejumlah tembakan dari jarak 5-6 meter dari belakang.

Dikutip dari buku &amp;lsquo;Sukarno, Tentara, PKI: Segitiga Kekuasaan Sebelum Prahara Politik 1961-1965&amp;rsquo;, beruntung tembakan Sanusi dari empat shaf di belakang Soekarno meleset.

Namun, peluru mengenai bahu imam Sholat Idul Adha Id yang juga Ketua DPR kala itu, Zainul Arifin. Selain itu, empat jamaah lainnya juga terluka, yakni Ketua Nahdlatul Ulama pada saat itu, KH Idham Chalid, Pengawal Presiden Ipda Darjat, Pengawal Presiden Brigadir Susilo dan pegawai istana Momahad Noer.

BACA JUGA:
Keberanian dan Kegigihan Tan Malaka Bikin Soekarno Kagum


Komandan Detasemen Kawal Pribadi Presiden, Mangil Martowidjojo dengan sigap langsung menyergap pelaku. Ia kebetulan memilih untuk tak menunaikan Sholat Idul Adha saat kejadian.

Seiring waktu berlalu, Sanusi mengungkapkan hal mengejutkan saat dirinya akan mengeksekusi Bung Karno. Menurutnya, tembakannya meleset karena saat membidik, ia melihat sosok Putra sang Fajar itu menjadi dua.



Hal tersebut membuatnya gagal memfokuskan arah tembakan. Sanusi pun divonis mati atas upaya pembunuhan yang dilakukan terhadap Soekarno.

BACA JUGA:
Kisah Bung Karno dan Sepeda Onthel Kesayangannya




Kendati peristiwa ini merupakan upaya pembunuhan kelima kalinya yang dialami Bung Karno, ia merasa iba saat menandatangani dokumen eksekusi Sanusi.



Hal tersebut tertuang dalam buku &amp;lsquo;Dari Revolusi 45 sampai Kudeta 66: Kesaksian Wakil Komandan Tjakrabirawa&amp;rsquo;.

BACA JUGA:
Kisah Bung Karno Bermimpi Menjadi Hercules, Dikelilingi 14 Bidadari




Dalam perkembangannya, muncul tersangka baru yang merupakan seorang kiai dari Bogor, H. Moh. Bachrum yang dituduh sebagai otak penembakan itu.



Namun, Kiai Bachrum akhirnya mendapat grasi dan menhirup udara bebas. Meski, dirinya diseret ke bui di RTM (Rumah Tahanan Militer) dan ke Rutan Salemba.

</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden pertama RI Soekarno pernah nyaris tewas saat menjalankan Sholat Idul Adha. Peristiwa itu terjadi pada 14 Mei pada 1962.

Bersama sejumlah pejabat negara, Bung Karno melaksanakan Sholat Idul Adha di Masjid Baiturahim. Saat sholat memasuki memasuki rakaat kedua hal mengejutkan terjadi.

BACA JUGA:
Kisah Veteran KNIL Tolak Tawaran Soekarno Gara-Gara Sakit Hati


Seketika ada salah satu jamaah di belakang shaf sang Bung Karno yang melakukan penembakan. Sanusi Firkat, simpatisan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) melepaskan sejumlah tembakan dari jarak 5-6 meter dari belakang.

Dikutip dari buku &amp;lsquo;Sukarno, Tentara, PKI: Segitiga Kekuasaan Sebelum Prahara Politik 1961-1965&amp;rsquo;, beruntung tembakan Sanusi dari empat shaf di belakang Soekarno meleset.

Namun, peluru mengenai bahu imam Sholat Idul Adha Id yang juga Ketua DPR kala itu, Zainul Arifin. Selain itu, empat jamaah lainnya juga terluka, yakni Ketua Nahdlatul Ulama pada saat itu, KH Idham Chalid, Pengawal Presiden Ipda Darjat, Pengawal Presiden Brigadir Susilo dan pegawai istana Momahad Noer.

BACA JUGA:
Keberanian dan Kegigihan Tan Malaka Bikin Soekarno Kagum


Komandan Detasemen Kawal Pribadi Presiden, Mangil Martowidjojo dengan sigap langsung menyergap pelaku. Ia kebetulan memilih untuk tak menunaikan Sholat Idul Adha saat kejadian.

Seiring waktu berlalu, Sanusi mengungkapkan hal mengejutkan saat dirinya akan mengeksekusi Bung Karno. Menurutnya, tembakannya meleset karena saat membidik, ia melihat sosok Putra sang Fajar itu menjadi dua.



Hal tersebut membuatnya gagal memfokuskan arah tembakan. Sanusi pun divonis mati atas upaya pembunuhan yang dilakukan terhadap Soekarno.

BACA JUGA:
Kisah Bung Karno dan Sepeda Onthel Kesayangannya




Kendati peristiwa ini merupakan upaya pembunuhan kelima kalinya yang dialami Bung Karno, ia merasa iba saat menandatangani dokumen eksekusi Sanusi.



Hal tersebut tertuang dalam buku &amp;lsquo;Dari Revolusi 45 sampai Kudeta 66: Kesaksian Wakil Komandan Tjakrabirawa&amp;rsquo;.

BACA JUGA:
Kisah Bung Karno Bermimpi Menjadi Hercules, Dikelilingi 14 Bidadari




Dalam perkembangannya, muncul tersangka baru yang merupakan seorang kiai dari Bogor, H. Moh. Bachrum yang dituduh sebagai otak penembakan itu.



Namun, Kiai Bachrum akhirnya mendapat grasi dan menhirup udara bebas. Meski, dirinya diseret ke bui di RTM (Rumah Tahanan Militer) dan ke Rutan Salemba.

</content:encoded></item></channel></rss>
