<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Setelah Berabad-abad Hilang Ditelan Laut, Kota Atlantis Laut Utara Akhirnya Ditemukan Kembali</title><description>Rungholt konon hilang disapu badai karena dosa penduduknya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/29/18/2838752/setelah-berabad-abad-hilang-ditelan-laut-kota-atlantis-laut-utara-akhirnya-ditemukan-kembali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/29/18/2838752/setelah-berabad-abad-hilang-ditelan-laut-kota-atlantis-laut-utara-akhirnya-ditemukan-kembali"/><item><title>Setelah Berabad-abad Hilang Ditelan Laut, Kota Atlantis Laut Utara Akhirnya Ditemukan Kembali</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/29/18/2838752/setelah-berabad-abad-hilang-ditelan-laut-kota-atlantis-laut-utara-akhirnya-ditemukan-kembali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/29/18/2838752/setelah-berabad-abad-hilang-ditelan-laut-kota-atlantis-laut-utara-akhirnya-ditemukan-kembali</guid><pubDate>Kamis 29 Juni 2023 10:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/29/18/2838752/setelah-berabad-abad-hilang-ditelan-laut-kota-atlantis-laut-utara-akhirnya-ditemukan-kembali-PgyJCSFm4y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ruth Blakenfeld/Dirk Bienen-Scholt. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/29/18/2838752/setelah-berabad-abad-hilang-ditelan-laut-kota-atlantis-laut-utara-akhirnya-ditemukan-kembali-PgyJCSFm4y.jpg</image><title>Foto: Ruth Blakenfeld/Dirk Bienen-Scholt. </title></images><description>SEBUAH kota yang telah berada di bawah laut selama ratusan tahun telah ditemukan dan kembali diali oleh para arkeolog.
Kota Jerman di Rungholt dijuluki 'Atlantis dari Laut Utara' setelah ditelan oleh laut saat badai pada 1362.

BACA JUGA:
Pernah Dikaitkan dengan Atlantis, Misteri Peradaban yang Tiba-Tiba Hilang di Iberia Perlahan Terungkap

Saat itu, badai dianggap sebagai 'balas dendam besar' yang ditimpakan kepada manusia sebagai hukuman atas dosa-dosa mereka, termasuk memamerkan kekayaan, kesombongan, dan mabuk-mabukan.
Sekarang, setelah bertahun-tahun menjadi legenda, kota itu telah ditemukan.
Penelitian ini dilakukan oleh arkeolog Universitas Kiel, Universitas Johannes Gutenberg Mainz, Pusat Arkeologi Baltik dan Skandinavia, dan Departemen Arkeologi Negara Bagian Schleswig-Holstein.
Dengan menggunakan teknologi pencitraan geofisika, para peneliti menemukan gundukan buatan manusia yang dibangun untuk melindungi manusia dari air pasang.
Di antara temuan itu adalah sisa-sisa gereja, pelabuhan, dan sistem drainase.

BACA JUGA:
5 Kota Hilang Legendaris Selain Atlantis

&quot;Pemukiman tetap tersembunyi di bawah dataran lumpur pertama kali dilokalkan dan dipetakan di area yang luas menggunakan berbagai metode geofisika seperti gradiometri magnetik, induksi elektromagnetik, dan seismik,&quot; kata Ahli geofisika, Dennis Wilken sebagaimana dilansir Unilad.
Dr Hanna Hadler, dari Institute of Geography di Mainz University, menambahkan: &quot;Berdasarkan prospek ini, kami secara selektif mengambil inti sedimen yang tidak hanya memungkinkan kami untuk membuat pernyataan tentang hubungan spasial dan temporal dari struktur permukiman, tetapi juga tentang perkembangan bentang alam.&quot;
Dr Ruth Blankenfeldt, seorang arkeolog, mengatakan bahwa 'ciri khusus dari penemuan ini terletak pada signifikansi gereja sebagai pusat struktur permukiman, yang dalam ukurannya harus ditafsirkan sebagai paroki dengan fungsi yang lebih tinggi.'
Rungholt terletak di wilayah Frisia Utara, yaitu di sebelah utara Jerman dekat perbatasan dengan Denmark.
Penelitian telah menunjukkan bahwa kota itu kaya karena status pelabuhannya, yang memfasilitasi perdagangan dan koneksi luar negeri.
Beberapa barang yang ditemukan di reruntuhan Rungholt antara lain tembikar, bejana logam, ornamen logam, dan senjata, yang kemungkinan besar tertinggal di sana saat kota tenggelam.
Legenda mengatakan bahwa kesuksesan ini membuat orang-orang menjadi sombong dan angkuh, oleh karena itu mengapa mereka dihukum dan kota mereka tersapu ke bawah laut.
Terlepas dari perbandingannya dengan Atlantis, para arkeolog yakin bahwa Atlantis adalah mitos, seperti yang dibuat oleh filsuf Yunani, Plato, lebih dari 2.300 tahun yang lalu.
Ada beberapa kekhawatiran bahwa Rungholt telah mengalami banyak erosi.
Dr Hadler berkata: &quot;Di sekitar Hallig S&amp;uuml;dfall dan di dataran lumpur lainnya, sisa-sisa pemukiman abad pertengahan sudah sangat terkikis dan seringkali hanya dapat dideteksi sebagai jejak negatif.
&amp;ldquo;Ini juga sangat jelas terlihat di sekitar lokasi gereja, jadi kami sangat perlu mengintensifkan penelitian di sini.&amp;rdquo;</description><content:encoded>SEBUAH kota yang telah berada di bawah laut selama ratusan tahun telah ditemukan dan kembali diali oleh para arkeolog.
Kota Jerman di Rungholt dijuluki 'Atlantis dari Laut Utara' setelah ditelan oleh laut saat badai pada 1362.

BACA JUGA:
Pernah Dikaitkan dengan Atlantis, Misteri Peradaban yang Tiba-Tiba Hilang di Iberia Perlahan Terungkap

Saat itu, badai dianggap sebagai 'balas dendam besar' yang ditimpakan kepada manusia sebagai hukuman atas dosa-dosa mereka, termasuk memamerkan kekayaan, kesombongan, dan mabuk-mabukan.
Sekarang, setelah bertahun-tahun menjadi legenda, kota itu telah ditemukan.
Penelitian ini dilakukan oleh arkeolog Universitas Kiel, Universitas Johannes Gutenberg Mainz, Pusat Arkeologi Baltik dan Skandinavia, dan Departemen Arkeologi Negara Bagian Schleswig-Holstein.
Dengan menggunakan teknologi pencitraan geofisika, para peneliti menemukan gundukan buatan manusia yang dibangun untuk melindungi manusia dari air pasang.
Di antara temuan itu adalah sisa-sisa gereja, pelabuhan, dan sistem drainase.

BACA JUGA:
5 Kota Hilang Legendaris Selain Atlantis

&quot;Pemukiman tetap tersembunyi di bawah dataran lumpur pertama kali dilokalkan dan dipetakan di area yang luas menggunakan berbagai metode geofisika seperti gradiometri magnetik, induksi elektromagnetik, dan seismik,&quot; kata Ahli geofisika, Dennis Wilken sebagaimana dilansir Unilad.
Dr Hanna Hadler, dari Institute of Geography di Mainz University, menambahkan: &quot;Berdasarkan prospek ini, kami secara selektif mengambil inti sedimen yang tidak hanya memungkinkan kami untuk membuat pernyataan tentang hubungan spasial dan temporal dari struktur permukiman, tetapi juga tentang perkembangan bentang alam.&quot;
Dr Ruth Blankenfeldt, seorang arkeolog, mengatakan bahwa 'ciri khusus dari penemuan ini terletak pada signifikansi gereja sebagai pusat struktur permukiman, yang dalam ukurannya harus ditafsirkan sebagai paroki dengan fungsi yang lebih tinggi.'
Rungholt terletak di wilayah Frisia Utara, yaitu di sebelah utara Jerman dekat perbatasan dengan Denmark.
Penelitian telah menunjukkan bahwa kota itu kaya karena status pelabuhannya, yang memfasilitasi perdagangan dan koneksi luar negeri.
Beberapa barang yang ditemukan di reruntuhan Rungholt antara lain tembikar, bejana logam, ornamen logam, dan senjata, yang kemungkinan besar tertinggal di sana saat kota tenggelam.
Legenda mengatakan bahwa kesuksesan ini membuat orang-orang menjadi sombong dan angkuh, oleh karena itu mengapa mereka dihukum dan kota mereka tersapu ke bawah laut.
Terlepas dari perbandingannya dengan Atlantis, para arkeolog yakin bahwa Atlantis adalah mitos, seperti yang dibuat oleh filsuf Yunani, Plato, lebih dari 2.300 tahun yang lalu.
Ada beberapa kekhawatiran bahwa Rungholt telah mengalami banyak erosi.
Dr Hadler berkata: &quot;Di sekitar Hallig S&amp;uuml;dfall dan di dataran lumpur lainnya, sisa-sisa pemukiman abad pertengahan sudah sangat terkikis dan seringkali hanya dapat dideteksi sebagai jejak negatif.
&amp;ldquo;Ini juga sangat jelas terlihat di sekitar lokasi gereja, jadi kami sangat perlu mengintensifkan penelitian di sini.&amp;rdquo;</content:encoded></item></channel></rss>
