<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pj Gubernur DKI Imbau Masyarakat Tak Buang Limbah Hewan Kurban Sembarangan</title><description>Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono di momen Idul Adha 2023 dan pemotongan hewan kurban&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/29/338/2838833/pj-gubernur-dki-imbau-masyarakat-tak-buang-limbah-hewan-kurban-sembarangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/29/338/2838833/pj-gubernur-dki-imbau-masyarakat-tak-buang-limbah-hewan-kurban-sembarangan"/><item><title>Pj Gubernur DKI Imbau Masyarakat Tak Buang Limbah Hewan Kurban Sembarangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/29/338/2838833/pj-gubernur-dki-imbau-masyarakat-tak-buang-limbah-hewan-kurban-sembarangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/29/338/2838833/pj-gubernur-dki-imbau-masyarakat-tak-buang-limbah-hewan-kurban-sembarangan</guid><pubDate>Kamis 29 Juni 2023 12:51 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/29/338/2838833/pj-gubernur-dki-imbau-masyarakat-tak-buang-limbah-hewan-kurban-sembarangan-9zNvqINamx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi (foto: dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/29/338/2838833/pj-gubernur-dki-imbau-masyarakat-tak-buang-limbah-hewan-kurban-sembarangan-9zNvqINamx.jpg</image><title>Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi (foto: dok MPI)</title></images><description>JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono di momen Idul Adha 2023 dan pemotongan hewan kurban menghimbau agar masyarakat untuk tidak membuang limbah kurban sembarangan. Hal itu bertujuan agar tidak mencemari lingkungan.
&quot;Mudah-mudahan tidak ada yang buang limbah sembarangan,&quot; kata Heru kepada wartawan, Kamis (29/6/2023).

BACA JUGA:
Polri Salurkan Hewan Kurban Sapi, Warga: Terima Kasih Pak Kapolri

Heru mengatakan, pejabat kelurahan yang akan berpatroli untuk mengecek terkait adanya limbah kurban di daerahnya masing-masing.
&quot;Nanti itu Pak Lurah dan Bu Lurah yang bertugas. Kan kemarin sudah ada panitia juga yang memberikan arahan, penjelasan sosialisasi&quot; ucapnya.
Sebelumnya, warga Jalan Cikoko Barat III, Kelurahan Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan, mengeluhkan limbah kotoran sapi yang berada di sekitar permukiman mereka. Pasalnya, limbah tersebut mengeluarkan bau yang cukup menyengat.

BACA JUGA:
Beli Hewan Kurban dengan Cara Patungan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

&amp;ldquo;Permasalahan limbah sapi ini sudah berlangsung selama 21 tahun atau sejak 2002. Namun hingga saat ini tidak menemukan solusinya,&amp;rdquo; ujar salah satu warga, Hasan Alhabsy di Jakarta, Selasa (27/6/2023).Dikatakannya, kotoran sapi mulai muncul di jalan antara RT 05 dan RT 07 RW 05 Kelurahan Cikoko. Akibatnya, air selokan terlihat berwarna hijau tua kecokelatan. Selain itu, selokan air di lokasi jadi mampet, karena airnya tak mengalir. Bahkan, ada selokan yang menunjukkan genangan kotoran sapi.
&amp;ldquo;Saya sudah berulang kali mengeluhkan persoalan kotoran sapi ini. Apalagi istrinya saya sedang hamil dan sangat sensitif akan bau. Saya terpaksa bawa istri ke rumah sakit karena demam tinggi,&amp;rdquo; keluhnya.
Atas dasar itu lah saya melaporkan ke pihak RT ke RW. Kan ibu hamil kalau demam sangat rawan, bisa keguguran, bisa janinnya cacat,&quot;sambungnya.
Namun kata dia, laporan tersebut tak ada kemajuan, dia pun melapor ke pihak kelurahan dan juga menyambangi peternakan sapi tersebut.
&amp;ldquo;Saya datangi orangnya juga ke lokasi. Tidak bisa diomongin baik-baik. Akhirnya dimediasi kelurahan,&quot; ujar Hasan.</description><content:encoded>JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono di momen Idul Adha 2023 dan pemotongan hewan kurban menghimbau agar masyarakat untuk tidak membuang limbah kurban sembarangan. Hal itu bertujuan agar tidak mencemari lingkungan.
&quot;Mudah-mudahan tidak ada yang buang limbah sembarangan,&quot; kata Heru kepada wartawan, Kamis (29/6/2023).

BACA JUGA:
Polri Salurkan Hewan Kurban Sapi, Warga: Terima Kasih Pak Kapolri

Heru mengatakan, pejabat kelurahan yang akan berpatroli untuk mengecek terkait adanya limbah kurban di daerahnya masing-masing.
&quot;Nanti itu Pak Lurah dan Bu Lurah yang bertugas. Kan kemarin sudah ada panitia juga yang memberikan arahan, penjelasan sosialisasi&quot; ucapnya.
Sebelumnya, warga Jalan Cikoko Barat III, Kelurahan Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan, mengeluhkan limbah kotoran sapi yang berada di sekitar permukiman mereka. Pasalnya, limbah tersebut mengeluarkan bau yang cukup menyengat.

BACA JUGA:
Beli Hewan Kurban dengan Cara Patungan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

&amp;ldquo;Permasalahan limbah sapi ini sudah berlangsung selama 21 tahun atau sejak 2002. Namun hingga saat ini tidak menemukan solusinya,&amp;rdquo; ujar salah satu warga, Hasan Alhabsy di Jakarta, Selasa (27/6/2023).Dikatakannya, kotoran sapi mulai muncul di jalan antara RT 05 dan RT 07 RW 05 Kelurahan Cikoko. Akibatnya, air selokan terlihat berwarna hijau tua kecokelatan. Selain itu, selokan air di lokasi jadi mampet, karena airnya tak mengalir. Bahkan, ada selokan yang menunjukkan genangan kotoran sapi.
&amp;ldquo;Saya sudah berulang kali mengeluhkan persoalan kotoran sapi ini. Apalagi istrinya saya sedang hamil dan sangat sensitif akan bau. Saya terpaksa bawa istri ke rumah sakit karena demam tinggi,&amp;rdquo; keluhnya.
Atas dasar itu lah saya melaporkan ke pihak RT ke RW. Kan ibu hamil kalau demam sangat rawan, bisa keguguran, bisa janinnya cacat,&quot;sambungnya.
Namun kata dia, laporan tersebut tak ada kemajuan, dia pun melapor ke pihak kelurahan dan juga menyambangi peternakan sapi tersebut.
&amp;ldquo;Saya datangi orangnya juga ke lokasi. Tidak bisa diomongin baik-baik. Akhirnya dimediasi kelurahan,&quot; ujar Hasan.</content:encoded></item></channel></rss>
