<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tabrakan Antara Lubang Hitam Picu Paduan Suara Gelombang Gravitasi</title><description>Seperti diketahui, gelombang gravitasi, awalnya diprediksi oleh Albert Einstein pada 1916.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/30/18/2838901/tabrakan-antara-lubang-hitam-picu-paduan-suara-gelombang-gravitasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/30/18/2838901/tabrakan-antara-lubang-hitam-picu-paduan-suara-gelombang-gravitasi"/><item><title>Tabrakan Antara Lubang Hitam Picu Paduan Suara Gelombang Gravitasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/30/18/2838901/tabrakan-antara-lubang-hitam-picu-paduan-suara-gelombang-gravitasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/30/18/2838901/tabrakan-antara-lubang-hitam-picu-paduan-suara-gelombang-gravitasi</guid><pubDate>Jum'at 30 Juni 2023 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/29/18/2838901/tabrakan-antara-lubang-hitam-picu-paduan-suara-gelombang-gravitasi-OEAymugSUd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Astronom mendengar gelombang gravitasi pertama kalinya (Foto: U.S.National)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/29/18/2838901/tabrakan-antara-lubang-hitam-picu-paduan-suara-gelombang-gravitasi-OEAymugSUd.jpg</image><title>Astronom mendengar gelombang gravitasi pertama kalinya (Foto: U.S.National)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Penemuan fenomenal terjadi ketika suara dengungan langit dari gelombang gravitasi yang kuat berhasil didengar para astronom.
Suara ini tercipta dari tabrakan antara lubang hitam yang bergema di seluruh alam semesta untuk pertama kalinya.

Pengamatan mereka mengungkapkan bahwa gelombang - termasuk beberapa yang perlahan bergelombang saat melewati galaksi Bima Sakti kita - terjadi pada frekuensi yang berbeda dan berosilasi selama beberapa dekade.

BACA JUGA:
Astronom Temukan Planet Baru Diberi Nama TRAPPIST-1c, Bisa Ditempati Manusia?

Penemuan ini dapat membantu para ilmuwan lebih memahami fenomena kosmik seperti lubang hitam supermasif dan seberapa sering galaksi bergabung.

BACA JUGA:
Astronom Temukan Struktur Kuno Tak Terlihat, Diduga Luka Bekas Ledakkan Lubang Hitam

Seperti diketahui, gelombang gravitasi, awalnya diprediksi oleh Albert Einstein pada 1916, merupakan riak dalam ruang-waktu yang pertama kali terdeteksi pada tahun 2015.



Para astronom menemukan gelombang tersebut dengan melacak pulsar, atau sisa-sisa padat inti bintang masif setelah mereka meledak dalam supernova, melintasi Bima Sakti. Pulsar seperti mercusuar bintang, berputar cepat dan melepaskan pancaran gelombang radio yang tampak &quot;berdenyut&quot; saat dilihat melalui teleskop berbasis Bumi. Pulsar dapat berputar ratusan kali setiap detik, dan ketepatan denyut yang stabil membuatnya dapat diandalkan seperti jam kosmik.
BACA SELENGKAPNYA:&amp;nbsp;Astronom Dengar Paduan Suara Gelombang Gravitasi Pertama Kalinya, Berasal dari Tabrakan Antara Lubang Hitam</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Penemuan fenomenal terjadi ketika suara dengungan langit dari gelombang gravitasi yang kuat berhasil didengar para astronom.
Suara ini tercipta dari tabrakan antara lubang hitam yang bergema di seluruh alam semesta untuk pertama kalinya.

Pengamatan mereka mengungkapkan bahwa gelombang - termasuk beberapa yang perlahan bergelombang saat melewati galaksi Bima Sakti kita - terjadi pada frekuensi yang berbeda dan berosilasi selama beberapa dekade.

BACA JUGA:
Astronom Temukan Planet Baru Diberi Nama TRAPPIST-1c, Bisa Ditempati Manusia?

Penemuan ini dapat membantu para ilmuwan lebih memahami fenomena kosmik seperti lubang hitam supermasif dan seberapa sering galaksi bergabung.

BACA JUGA:
Astronom Temukan Struktur Kuno Tak Terlihat, Diduga Luka Bekas Ledakkan Lubang Hitam

Seperti diketahui, gelombang gravitasi, awalnya diprediksi oleh Albert Einstein pada 1916, merupakan riak dalam ruang-waktu yang pertama kali terdeteksi pada tahun 2015.



Para astronom menemukan gelombang tersebut dengan melacak pulsar, atau sisa-sisa padat inti bintang masif setelah mereka meledak dalam supernova, melintasi Bima Sakti. Pulsar seperti mercusuar bintang, berputar cepat dan melepaskan pancaran gelombang radio yang tampak &quot;berdenyut&quot; saat dilihat melalui teleskop berbasis Bumi. Pulsar dapat berputar ratusan kali setiap detik, dan ketepatan denyut yang stabil membuatnya dapat diandalkan seperti jam kosmik.
BACA SELENGKAPNYA:&amp;nbsp;Astronom Dengar Paduan Suara Gelombang Gravitasi Pertama Kalinya, Berasal dari Tabrakan Antara Lubang Hitam</content:encoded></item></channel></rss>
