<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Soeharto, Penguasa Orde Baru yang Ditempeleng Alex Kawilarang</title><description>Pria kelahiran 23 Februari 1920 itu merasa ditipu Soeharto karena laporan palsu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/30/337/2839078/kisah-soeharto-penguasa-orde-baru-yang-ditempeleng-alex-kawilarang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/30/337/2839078/kisah-soeharto-penguasa-orde-baru-yang-ditempeleng-alex-kawilarang"/><item><title>Kisah Soeharto, Penguasa Orde Baru yang Ditempeleng Alex Kawilarang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/30/337/2839078/kisah-soeharto-penguasa-orde-baru-yang-ditempeleng-alex-kawilarang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/30/337/2839078/kisah-soeharto-penguasa-orde-baru-yang-ditempeleng-alex-kawilarang</guid><pubDate>Jum'at 30 Juni 2023 06:30 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/30/337/2839078/kisah-soeharto-penguasa-orde-baru-yang-ditempeleng-alex-kawilarang-ZCGGfzR5af.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alex Kawilarang (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/30/337/2839078/kisah-soeharto-penguasa-orde-baru-yang-ditempeleng-alex-kawilarang-ZCGGfzR5af.jpg</image><title>Alex Kawilarang (Foto: Ist)</title></images><description>KOLONEL (Purn) Alexander Evert Kawilarang, prajurit yang dikenal jujur, pantang menyerah, berdedikasi, tegas dan tak kenal kompromi. Bahkan, ia dikisahkan pernah menampar Soeharto (Presiden kedua RI) saat masih menjadi bawahannya.
Sebagaimana melansir Buku &amp;ldquo;Suharto and His Generals: Indonesian Military Politics 1975-1983&amp;rdquo; karya David Jenkins.
Pria kelahiran 23 Februari 1920 itu merasa ditipu Soeharto karena laporan palsu. Soeharto kala itu merupakan Letna Kolonel bawahan Kawilarang yang menjabat Panglima Wirabuana.

BACA JUGA:
Ketika Soeharto Diciduk karena Disangka Simpatisan PKI

Peristiwa penamparan itu berawal saat Kawilarang dihadapkan pada masalah pemberontakan. Sekitar 1950-an, Kawilarang melapor pada Presiden Soekarno bahwa keadaan Makassar sudah aman, tidak ada ancaman militer dari pihak Belanda yang melakukan agresi di tanah Indonesia.
Namun, Soekarno malah menyodorkan sebuah radiogram yang melaporkan pasukan KNIL Belanda menduduki Makassar. Ditambah pasukan Soeharto yaitu Brigade Mataram yang bertugas mempertahankan kota Makassar, dilaporkan telah mundur ke Lapangan Udara Mandai.

BACA JUGA:
Titik Balik Soeharto Jadi Presiden dengan Orde Barunya, Gantikan Orde Lama

Kawilarang langsung dibuat naik pitam dan langsung pergi ke Makassar. Ia pun menemui Soeharto dan menamparnya setibanya di Makassar.
&amp;ldquo;Sirkus apa-apaan, ini?&amp;rdquo; ujar Kawilarang saat itu.
Kabarnya, reaksi Soeharto hanya menahan sakit sambil bersungut-sungut.

BACA JUGA:
Bak Minyak dan Air, Kisah Soeharto dan Achmad Yani yang Tak Pernah Akur karena Jabatan Militer
Meski di lain kesempatan, Kawilarang mengaku tidak pernah menampar Soeharto. Kendati dirinya dikabarkan tidak suka dengan pasukan penguasa Orde Baru itu karena membawa harta hasil rampasan perang.
Sekilas soal Kawilarang merupakan perintis pembentukan pasukan khusus TNI dengan nama Kesatuan Komando Territorium III (Kesko TT-III) Siliwangi di Batujajar, Jawa Barat pada April tahun 1951. Pasukan ini cikal bakal terbentuknya Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

BACA JUGA:
Jawaban Hoegeng Muda Pernah Bikin Soekarno Terkaget-kaget, Ini Ceritanya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Terlahir dari keluarga militer membuat Kawilarang sudah tidak merasa asing lagi tentang dunia kemiliteran, khususnya di Indonesia. Ayahnya Alexander Herman Hermanus merupakan mayor KNIL.
Sejumlah jabatan strategis pernah diemban Kawilarang di militer, seperti komandan penumpasan Republik Maluku Selatan (RMS), Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), hingga Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII).</description><content:encoded>KOLONEL (Purn) Alexander Evert Kawilarang, prajurit yang dikenal jujur, pantang menyerah, berdedikasi, tegas dan tak kenal kompromi. Bahkan, ia dikisahkan pernah menampar Soeharto (Presiden kedua RI) saat masih menjadi bawahannya.
Sebagaimana melansir Buku &amp;ldquo;Suharto and His Generals: Indonesian Military Politics 1975-1983&amp;rdquo; karya David Jenkins.
Pria kelahiran 23 Februari 1920 itu merasa ditipu Soeharto karena laporan palsu. Soeharto kala itu merupakan Letna Kolonel bawahan Kawilarang yang menjabat Panglima Wirabuana.

BACA JUGA:
Ketika Soeharto Diciduk karena Disangka Simpatisan PKI

Peristiwa penamparan itu berawal saat Kawilarang dihadapkan pada masalah pemberontakan. Sekitar 1950-an, Kawilarang melapor pada Presiden Soekarno bahwa keadaan Makassar sudah aman, tidak ada ancaman militer dari pihak Belanda yang melakukan agresi di tanah Indonesia.
Namun, Soekarno malah menyodorkan sebuah radiogram yang melaporkan pasukan KNIL Belanda menduduki Makassar. Ditambah pasukan Soeharto yaitu Brigade Mataram yang bertugas mempertahankan kota Makassar, dilaporkan telah mundur ke Lapangan Udara Mandai.

BACA JUGA:
Titik Balik Soeharto Jadi Presiden dengan Orde Barunya, Gantikan Orde Lama

Kawilarang langsung dibuat naik pitam dan langsung pergi ke Makassar. Ia pun menemui Soeharto dan menamparnya setibanya di Makassar.
&amp;ldquo;Sirkus apa-apaan, ini?&amp;rdquo; ujar Kawilarang saat itu.
Kabarnya, reaksi Soeharto hanya menahan sakit sambil bersungut-sungut.

BACA JUGA:
Bak Minyak dan Air, Kisah Soeharto dan Achmad Yani yang Tak Pernah Akur karena Jabatan Militer
Meski di lain kesempatan, Kawilarang mengaku tidak pernah menampar Soeharto. Kendati dirinya dikabarkan tidak suka dengan pasukan penguasa Orde Baru itu karena membawa harta hasil rampasan perang.
Sekilas soal Kawilarang merupakan perintis pembentukan pasukan khusus TNI dengan nama Kesatuan Komando Territorium III (Kesko TT-III) Siliwangi di Batujajar, Jawa Barat pada April tahun 1951. Pasukan ini cikal bakal terbentuknya Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

BACA JUGA:
Jawaban Hoegeng Muda Pernah Bikin Soekarno Terkaget-kaget, Ini Ceritanya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Terlahir dari keluarga militer membuat Kawilarang sudah tidak merasa asing lagi tentang dunia kemiliteran, khususnya di Indonesia. Ayahnya Alexander Herman Hermanus merupakan mayor KNIL.
Sejumlah jabatan strategis pernah diemban Kawilarang di militer, seperti komandan penumpasan Republik Maluku Selatan (RMS), Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), hingga Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII).</content:encoded></item></channel></rss>
