<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG Update Kekuatan Gempa Yogyakarta M6,4 Jadi M6,0   </title><description>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengupdate atau memutakhirkan gempa M6,4 di Yogyakarta</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/30/337/2839488/bmkg-update-kekuatan-gempa-yogyakarta-m6-4-jadi-m6-0</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/30/337/2839488/bmkg-update-kekuatan-gempa-yogyakarta-m6-4-jadi-m6-0"/><item><title>BMKG Update Kekuatan Gempa Yogyakarta M6,4 Jadi M6,0   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/30/337/2839488/bmkg-update-kekuatan-gempa-yogyakarta-m6-4-jadi-m6-0</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/30/337/2839488/bmkg-update-kekuatan-gempa-yogyakarta-m6-4-jadi-m6-0</guid><pubDate>Jum'at 30 Juni 2023 23:02 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/30/337/2839488/bmkg-update-kekuatan-gempa-yogyakarta-m6-4-jadi-m6-0-LQJ2PB91b5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi  (foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/30/337/2839488/bmkg-update-kekuatan-gempa-yogyakarta-m6-4-jadi-m6-0-LQJ2PB91b5.jpg</image><title>Illustrasi  (foto: Freepik)</title></images><description>
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengupdate atau memutakhirkan gempa M6,4 di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi M6,0. Gempa terjadi Jumat 30 Juni 2023 pukul 19.57.43 WIB.

&amp;ldquo;Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,0,&amp;rdquo; ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.

Sementara itu, episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,63&amp;deg; LS ; 110,08&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 81 Km arah Selatan Kota Wates, Daerah Istimewa Yogyakarta pada kedalaman 67 km.

BACA JUGA:
 BMKG: Sebanyak 25 Kali Gempa Susulan Yogyakarta&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Daryono mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. &amp;ldquo;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ).&amp;rdquo;

Sementara itu, Daryono mengatakan gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Kulonprogo, Nganjuk, Kebumen, Ponorogo dengan skala intensitas IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ), Kediri dan Mojokerto dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

&amp;ldquo;Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 20.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 2 (dua) gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar M3,9,&amp;rdquo; ungkap Daryono.

BACA JUGA:
 Dampak Gempa M6,4 Yogyakarta, BNPB: Sementara 15 Rumah Warga Alami Kerusakan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Daryono pun meminta kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

&amp;ldquo;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,&amp;rdquo; imbaunya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengupdate atau memutakhirkan gempa M6,4 di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi M6,0. Gempa terjadi Jumat 30 Juni 2023 pukul 19.57.43 WIB.

&amp;ldquo;Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,0,&amp;rdquo; ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.

Sementara itu, episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,63&amp;deg; LS ; 110,08&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 81 Km arah Selatan Kota Wates, Daerah Istimewa Yogyakarta pada kedalaman 67 km.

BACA JUGA:
 BMKG: Sebanyak 25 Kali Gempa Susulan Yogyakarta&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Daryono mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. &amp;ldquo;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ).&amp;rdquo;

Sementara itu, Daryono mengatakan gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Kulonprogo, Nganjuk, Kebumen, Ponorogo dengan skala intensitas IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ), Kediri dan Mojokerto dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

&amp;ldquo;Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 20.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 2 (dua) gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar M3,9,&amp;rdquo; ungkap Daryono.

BACA JUGA:
 Dampak Gempa M6,4 Yogyakarta, BNPB: Sementara 15 Rumah Warga Alami Kerusakan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Daryono pun meminta kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

&amp;ldquo;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,&amp;rdquo; imbaunya.</content:encoded></item></channel></rss>
