<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lukashenko Yakin Rusia Tak Akan Gunakan Senjata Nuklir</title><description>Rusia telah memindahkan sebagian senjata nuklirnya ke Belarusia pada Juni.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/02/18/2840076/lukashenko-yakin-rusia-tak-akan-gunakan-senjata-nuklir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/02/18/2840076/lukashenko-yakin-rusia-tak-akan-gunakan-senjata-nuklir"/><item><title>Lukashenko Yakin Rusia Tak Akan Gunakan Senjata Nuklir</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/02/18/2840076/lukashenko-yakin-rusia-tak-akan-gunakan-senjata-nuklir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/02/18/2840076/lukashenko-yakin-rusia-tak-akan-gunakan-senjata-nuklir</guid><pubDate>Minggu 02 Juli 2023 19:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/02/18/2840076/lukashenko-yakin-rusia-tak-akan-gunakan-senjata-nuklir-0AEnCsKubV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Rusia Vladimir Putin bersama Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/02/18/2840076/lukashenko-yakin-rusia-tak-akan-gunakan-senjata-nuklir-0AEnCsKubV.jpg</image><title>Presiden Rusia Vladimir Putin bersama Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko. (Foto: Reuters)</title></images><description>MINSK - Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko, sekutu setia Kremlin dalam perang di Ukraina, mengatakan bahwa ia yakin senjata nuklir taktis Rusia yang dikerahkan di negaranya tidak akan pernah digunakan.
Lukashenko dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui bahwa beberapa senjata taktis milik Kremlin sudah tiba di Belarus dan beberapa sisa senjata lainnya akan ditempatkan pada akhir tahun.

BACA JUGA:
Lukashenko Tawarkan Senjata Nuklir Bagi Negara yang Ingin Bergabung dengan Persatuan Rusia-Belarusia

Dalam pidato peringatan hari nasional Belarusia, Jumat, (30/6/2023), Lukashenko mengatakan penempatan senjata di Belarusia adalah &quot;inisiatif saya yang paling kuat.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Saat kami bergerak, kami menjadi semakin yakin bahwa mereka (senjata) harus ditempatkan di sini, di Belarus, di tempat yang dapat diandalkan,&amp;rdquo; kata Lukashenko dalam sebuah pertemuan di aula besar siaran online kantor berita pemerintah, BelTA.

BACA JUGA:
Janjikan Keamanan, Presiden Lukashenko: Transfer Senjata Nuklir Taktis Rusia ke Belarusia Telah Dimulai

&quot;Saya yakin kami tidak akan pernah menggunakannya selama mereka (senjata itu) ada di sini. Dan tidak ada musuh yang akan menginjakkan kaki di tanah kami.&quot;
Lukashenko, seperti halnya Rusia, telah berulang kali menuduh negara-negara Barat berusaha menghancurkan negaranya. Ia mengatakan penyebaran senjata nuklir diperlukan untuk mencegah agresor potensial.Dia mengatakan pada bulan ini bahwa beberapa senjata nuklir ada di Belarusia dan pada satu titik menyarankan dia tidak akan ragu untuk menggunakannya jika dibutuhkan. Namun ia menegaskan bahwa konsultasi dengan Rusia akan diperlukan, demikian dilansir dari VOA Indonesia.&amp;nbsp;
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan pada Jumat bahwa pengerahan senjata tersebut tidak melanggar Traktat Non-Proliferasi Nuklir 1968 karena Rusia masih mempertahankan kendali atas senjata itu. Dia mengatakan kepada kantor berita Rusia, Tass, bahwa pengerahan senjata telah &quot;dipaksakan&quot; di Rusia.
Lukashenko mengizinkan Putin meluncurkan sebagian dari invasi Februari 2022 ke Ukraina dari Belarus dan mendukung perang tersebut. Ia menjadi mediator kesepakatan pekan lalu untuk memungkinkan pemimpin tentara bayaran Yevgeny Prigozhin dan pasukannya memindahkan operasi ke negaranya.</description><content:encoded>MINSK - Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko, sekutu setia Kremlin dalam perang di Ukraina, mengatakan bahwa ia yakin senjata nuklir taktis Rusia yang dikerahkan di negaranya tidak akan pernah digunakan.
Lukashenko dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui bahwa beberapa senjata taktis milik Kremlin sudah tiba di Belarus dan beberapa sisa senjata lainnya akan ditempatkan pada akhir tahun.

BACA JUGA:
Lukashenko Tawarkan Senjata Nuklir Bagi Negara yang Ingin Bergabung dengan Persatuan Rusia-Belarusia

Dalam pidato peringatan hari nasional Belarusia, Jumat, (30/6/2023), Lukashenko mengatakan penempatan senjata di Belarusia adalah &quot;inisiatif saya yang paling kuat.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Saat kami bergerak, kami menjadi semakin yakin bahwa mereka (senjata) harus ditempatkan di sini, di Belarus, di tempat yang dapat diandalkan,&amp;rdquo; kata Lukashenko dalam sebuah pertemuan di aula besar siaran online kantor berita pemerintah, BelTA.

BACA JUGA:
Janjikan Keamanan, Presiden Lukashenko: Transfer Senjata Nuklir Taktis Rusia ke Belarusia Telah Dimulai

&quot;Saya yakin kami tidak akan pernah menggunakannya selama mereka (senjata itu) ada di sini. Dan tidak ada musuh yang akan menginjakkan kaki di tanah kami.&quot;
Lukashenko, seperti halnya Rusia, telah berulang kali menuduh negara-negara Barat berusaha menghancurkan negaranya. Ia mengatakan penyebaran senjata nuklir diperlukan untuk mencegah agresor potensial.Dia mengatakan pada bulan ini bahwa beberapa senjata nuklir ada di Belarusia dan pada satu titik menyarankan dia tidak akan ragu untuk menggunakannya jika dibutuhkan. Namun ia menegaskan bahwa konsultasi dengan Rusia akan diperlukan, demikian dilansir dari VOA Indonesia.&amp;nbsp;
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan pada Jumat bahwa pengerahan senjata tersebut tidak melanggar Traktat Non-Proliferasi Nuklir 1968 karena Rusia masih mempertahankan kendali atas senjata itu. Dia mengatakan kepada kantor berita Rusia, Tass, bahwa pengerahan senjata telah &quot;dipaksakan&quot; di Rusia.
Lukashenko mengizinkan Putin meluncurkan sebagian dari invasi Februari 2022 ke Ukraina dari Belarus dan mendukung perang tersebut. Ia menjadi mediator kesepakatan pekan lalu untuk memungkinkan pemimpin tentara bayaran Yevgeny Prigozhin dan pasukannya memindahkan operasi ke negaranya.</content:encoded></item></channel></rss>
