<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri: Banyak Kasus Perdagangan Manusia di Kalimantan Utara</title><description>Hal tersebut diungkap saat konferensi pers bersama Mahfud MD</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/04/337/2841097/polri-banyak-kasus-perdagangan-manusia-di-kalimantan-utara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/04/337/2841097/polri-banyak-kasus-perdagangan-manusia-di-kalimantan-utara"/><item><title>Polri: Banyak Kasus Perdagangan Manusia di Kalimantan Utara</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/04/337/2841097/polri-banyak-kasus-perdagangan-manusia-di-kalimantan-utara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/04/337/2841097/polri-banyak-kasus-perdagangan-manusia-di-kalimantan-utara</guid><pubDate>Selasa 04 Juli 2023 15:40 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/04/337/2841097/polri-banyak-kasus-perdagangan-di-kalimantan-utara-5K2shyAUcL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakabareskrim Polri Irjen Pol Asep Edi Suheri (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/04/337/2841097/polri-banyak-kasus-perdagangan-di-kalimantan-utara-5K2shyAUcL.jpg</image><title>Wakabareskrim Polri Irjen Pol Asep Edi Suheri (Foto: MPI)</title></images><description>


JAKARTA - Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Wakabareskrim), Irjen Pol Asep Edi Suheri mengungkapkan bahwa kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) banyak terjadi Kalimantan Utara (Kaltara).
Hal tersebut diungkap saat konferensi pers bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Mahfud MD terkait perkembangan Satgas TPPO.
&quot;Bahwa terhitung kami mendapatkan surat perintah dari Bapak Kapolri, pada tanggal 6 sampai tanggal 7 (Juni) kita langsung melakukan gerakan ke daerah Kalimantan Utara yang mana setelah kami analisa kami deteksi, bahwa banyak sekali di sana terjadinya suatu perbuatan-perbuatan tindak pidana perdagangan orang,&quot; kata Irjen Asep Edi, yang juga Kepala Satgas TPPO di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (4/7/2023).

BACA JUGA:
Alasan Kenapa Aikido Dilarang di MMA, Lebih Mematikan?

Asep menjelaskan, saat itu pihaknya menemukan sekitar 600 penumpang yang mayoritas berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari total tersebut, kini Satgas TPPO menetapkan 18 tersangka.

BACA JUGA:
Bukan Boston Celtics atau LA Lakers, NBA Jagokan Denver Nuggets Pertahankan Gelar Juara NBA pada Musim 2024

&quot;Yang mana kita lihat pada saat hari pertama kita melakukan operasi itu ada sekitar 600 penumpang dari berbagai daerah, terutama daerah-daerah NTB, daerah Sulsel dan juga daerah Kalimantan Timur yang mendarat di Pelabuhan Larantuka, di Nunukan,&quot; ucapnya.&quot;Pada saat kami melakukan pemeriksaan dan ternyata dari 600 lebih itu ternyata ada sekitar 4 tersangka itu hari pertama, dan ada korban sebanyak 233 orang yang berhasil kita selamatkan. Kita kembangkan terus sampai hari kedua dan kita mendapatkan sampai 10 tersangka dan sampai 2 minggu 3 Minggu kemudian itu tersangka bertambah menjadi 18 orang,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

PUPR Usul Anggaran Tambahan untuk Bandara VVIP IKN Nusantara

Dari 18 tersangka itu, kata Asep, 7 orang masuk daftar pencarian orang (DPO). Kemudian, 4 dari 7 DPO itu sudah ditangkap. Asep menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan untuk mencari tahu siapa saja yang terlibat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Panglima TNI dan Mahfud MD Datang ke Istana Wapres, Ada Apa?

&quot;Dan tujuh orang dinyatakan DPO ya kita terbitkan surat DPO, dan alhamdulillah kemarin bahwa DPO tersebut sudah 4 yang bisa kita tangkap, yang mana DPO tersebut adalah sebagai pemesan para pekerja itu yang akan diperkerjakan di Malaysia,&quot; katanya.
&quot;Hasil komunikasi kita dengan Polisi Malaysia, police to police, alhamdulillah 4 dari 7 itu sudah kita dapatkan. Dan rencana kita kembangkan, kita akan tarik sampai di mana beliau melakukan perbuatan tersebut dan siapa-siapa saja yang terlibat. Karena sesuai perintah Bapak Kapolri dan Pak Menko siapapun terlibat kira akan tindak tegas,&quot; sambungnya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Wakabareskrim), Irjen Pol Asep Edi Suheri mengungkapkan bahwa kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) banyak terjadi Kalimantan Utara (Kaltara).
Hal tersebut diungkap saat konferensi pers bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Mahfud MD terkait perkembangan Satgas TPPO.
&quot;Bahwa terhitung kami mendapatkan surat perintah dari Bapak Kapolri, pada tanggal 6 sampai tanggal 7 (Juni) kita langsung melakukan gerakan ke daerah Kalimantan Utara yang mana setelah kami analisa kami deteksi, bahwa banyak sekali di sana terjadinya suatu perbuatan-perbuatan tindak pidana perdagangan orang,&quot; kata Irjen Asep Edi, yang juga Kepala Satgas TPPO di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (4/7/2023).

BACA JUGA:
Alasan Kenapa Aikido Dilarang di MMA, Lebih Mematikan?

Asep menjelaskan, saat itu pihaknya menemukan sekitar 600 penumpang yang mayoritas berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari total tersebut, kini Satgas TPPO menetapkan 18 tersangka.

BACA JUGA:
Bukan Boston Celtics atau LA Lakers, NBA Jagokan Denver Nuggets Pertahankan Gelar Juara NBA pada Musim 2024

&quot;Yang mana kita lihat pada saat hari pertama kita melakukan operasi itu ada sekitar 600 penumpang dari berbagai daerah, terutama daerah-daerah NTB, daerah Sulsel dan juga daerah Kalimantan Timur yang mendarat di Pelabuhan Larantuka, di Nunukan,&quot; ucapnya.&quot;Pada saat kami melakukan pemeriksaan dan ternyata dari 600 lebih itu ternyata ada sekitar 4 tersangka itu hari pertama, dan ada korban sebanyak 233 orang yang berhasil kita selamatkan. Kita kembangkan terus sampai hari kedua dan kita mendapatkan sampai 10 tersangka dan sampai 2 minggu 3 Minggu kemudian itu tersangka bertambah menjadi 18 orang,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

PUPR Usul Anggaran Tambahan untuk Bandara VVIP IKN Nusantara

Dari 18 tersangka itu, kata Asep, 7 orang masuk daftar pencarian orang (DPO). Kemudian, 4 dari 7 DPO itu sudah ditangkap. Asep menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan untuk mencari tahu siapa saja yang terlibat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Panglima TNI dan Mahfud MD Datang ke Istana Wapres, Ada Apa?

&quot;Dan tujuh orang dinyatakan DPO ya kita terbitkan surat DPO, dan alhamdulillah kemarin bahwa DPO tersebut sudah 4 yang bisa kita tangkap, yang mana DPO tersebut adalah sebagai pemesan para pekerja itu yang akan diperkerjakan di Malaysia,&quot; katanya.
&quot;Hasil komunikasi kita dengan Polisi Malaysia, police to police, alhamdulillah 4 dari 7 itu sudah kita dapatkan. Dan rencana kita kembangkan, kita akan tarik sampai di mana beliau melakukan perbuatan tersebut dan siapa-siapa saja yang terlibat. Karena sesuai perintah Bapak Kapolri dan Pak Menko siapapun terlibat kira akan tindak tegas,&quot; sambungnya.</content:encoded></item></channel></rss>
