<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Ganjar Pranowo Ajak Warga Kelola Sampah Bernilai Ekonomis</title><description>Sejumlah kegiatan diadakan dengan penanaman pohon, pertunjukkan seni, hingga pameran produk UMKM bertema lingkungan hidup.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/04/512/2841078/hari-lingkungan-hidup-sedunia-ganjar-pranowo-ajak-warga-kelola-sampah-bernilai-ekonomis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/04/512/2841078/hari-lingkungan-hidup-sedunia-ganjar-pranowo-ajak-warga-kelola-sampah-bernilai-ekonomis"/><item><title>Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Ganjar Pranowo Ajak Warga Kelola Sampah Bernilai Ekonomis</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/04/512/2841078/hari-lingkungan-hidup-sedunia-ganjar-pranowo-ajak-warga-kelola-sampah-bernilai-ekonomis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/04/512/2841078/hari-lingkungan-hidup-sedunia-ganjar-pranowo-ajak-warga-kelola-sampah-bernilai-ekonomis</guid><pubDate>Selasa 04 Juli 2023 15:12 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/04/512/2841078/hari-lingkungan-hidup-sedunia-ganjar-pranowo-ajak-warga-kelola-sampah-bernilai-ekonomis-TGFJvXHZtF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (Foto: Pemprov Jateng)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/04/512/2841078/hari-lingkungan-hidup-sedunia-ganjar-pranowo-ajak-warga-kelola-sampah-bernilai-ekonomis-TGFJvXHZtF.jpg</image><title>Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (Foto: Pemprov Jateng)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNC8xLzE2Nzc4NS81L3g4bTh6ZjM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TEGAL - Pemprov Jawa Tengah menggelar peringatan Puncak Perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023 di Taman Rakyat Slawi Ayu, Kabupaten Tegal.
Sejumlah kegiatan diadakan dengan penanaman pohon, pertunjukkan seni, hingga pameran produk UMKM bertema lingkungan hidup.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menghadiri langsung kegiatan itu bersama masyarakat. Ganjar  ikut melakukan penanaman pohon sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan hidup.
&quot;Semangatnya luar biasa partisipasinya bagus. Bagaimana kita mencintai lingkungan, aksi riil menanam, aktivitas teman-teman aktivis sampah tadi mereka bersih-bersih, mereka mengedukasi,&quot; ujar Ganjar, Selasa (4/7/2023).

BACA JUGA:
Jokowi: Kemitraan IA-CEPA Tingkatkan Perdagangan hingga 90%

Pada kesempatan itu, Ganjar mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengelola sampah agar memiliki nilai ekonomis. Ganjar meminta masyarakat memilah sampah dari rumah dan menerapkan ekonomi sirkular dalam memanfaatkan sampah.

BACA JUGA:
Rumput JIS Bakal Diganti Semua, Menteri PUPR Basuki: Akan Telan Biaya Rp6 Miliar

Ganjar menjelaskan, sampah organik dan sampah anorganik harus dipisahkan agar memudahkan proses pengelolaan sampah menjadi sesuatu yang bernilai.
&quot;Yang organik diselesaikan di rumah dan tidak boleh keluar dari pekarangan. Yang bisa keluar yang anorganik, itu pun dipilah dan bisa dijual. Maka ini punya nilai tambah,&quot; kata Ganjar.Pria berambut putih itu memaparkan, saat ini produksi sampah di Jawa Tengah mencapai 6,3 juta ton per tahun dan terbagi dari 17,8 persen sampah plastik.

Berdasarkan hal itu, Ganjar meminta jajaran pemerintah kabupaten dan kota untuk memberikan penyuluhan dan edukasi terus-menerus agar kesadaran masyarakat terkait sampah bisa terbangun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Aidil Sharin Ungkap Penyebab Kekalahan Persikabo 1973 dari RANS Nusantara&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ganjar melanjutkan, peran anak-anak muda juga penting untuk terus mengampanyekan gerakan peduli lingkungan hidup. Salah satunya, kata Ganjar, dengan menciptakan aplikasi-aplikasi yang dapat mewadahi masyarakat terkait pengelolaan sampah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tak Tersentuh, Sindikat TPPO Ternyata Dibekingi Oknum Aparat

&quot;Maka bagaimana menjaga ketahanan pangan kita, bagaimana sampah-sampah tidak menimbulkan penyakit, pengelolaannya mulai bagus seperti yang tadi dicontohkan,&quot; jelas Ganjar.

&quot;Bagaimana agar mendekatkan itu, dengan aplikasi. Ini anak-anak muda sekarang keren menurut saya untuk bisa kita dorong, tapi harus menjadi gerakan besar sehingga menjadi kekuatan efektif untuk menyelesaikan persoalan sampah,&quot; sambung Ganjar.

Ganjar berharap, kepedulian masyarakat akan lingkungan hidup, khususnya persoalan sampah terus ditingkatkan agar kelestarian lingkungan dapat terjaga. Lebih dari itu, masyarakat juga diharapkan mendapat penghasilan tambahan dari pemanfaatan sampah.

&quot;Dalam perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia kita makin aware, kita makin peduli. Dan saya ingatkan tadi, terjadi global climate change dan akan terjadi kemarau yang agak panjang,&quot; imbau Ganjar.

Sebagai informasi, Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Jawa Tengah dihadiri bupati dan wali kota, jajaran forkopimda, guru dan pelajar dari 150 sekolah adiwiyata, anggota pramuka, hingga relawan lingkungan hidup dari berbagai organisasi.





</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNC8xLzE2Nzc4NS81L3g4bTh6ZjM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TEGAL - Pemprov Jawa Tengah menggelar peringatan Puncak Perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023 di Taman Rakyat Slawi Ayu, Kabupaten Tegal.
Sejumlah kegiatan diadakan dengan penanaman pohon, pertunjukkan seni, hingga pameran produk UMKM bertema lingkungan hidup.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menghadiri langsung kegiatan itu bersama masyarakat. Ganjar  ikut melakukan penanaman pohon sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan hidup.
&quot;Semangatnya luar biasa partisipasinya bagus. Bagaimana kita mencintai lingkungan, aksi riil menanam, aktivitas teman-teman aktivis sampah tadi mereka bersih-bersih, mereka mengedukasi,&quot; ujar Ganjar, Selasa (4/7/2023).

BACA JUGA:
Jokowi: Kemitraan IA-CEPA Tingkatkan Perdagangan hingga 90%

Pada kesempatan itu, Ganjar mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengelola sampah agar memiliki nilai ekonomis. Ganjar meminta masyarakat memilah sampah dari rumah dan menerapkan ekonomi sirkular dalam memanfaatkan sampah.

BACA JUGA:
Rumput JIS Bakal Diganti Semua, Menteri PUPR Basuki: Akan Telan Biaya Rp6 Miliar

Ganjar menjelaskan, sampah organik dan sampah anorganik harus dipisahkan agar memudahkan proses pengelolaan sampah menjadi sesuatu yang bernilai.
&quot;Yang organik diselesaikan di rumah dan tidak boleh keluar dari pekarangan. Yang bisa keluar yang anorganik, itu pun dipilah dan bisa dijual. Maka ini punya nilai tambah,&quot; kata Ganjar.Pria berambut putih itu memaparkan, saat ini produksi sampah di Jawa Tengah mencapai 6,3 juta ton per tahun dan terbagi dari 17,8 persen sampah plastik.

Berdasarkan hal itu, Ganjar meminta jajaran pemerintah kabupaten dan kota untuk memberikan penyuluhan dan edukasi terus-menerus agar kesadaran masyarakat terkait sampah bisa terbangun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Aidil Sharin Ungkap Penyebab Kekalahan Persikabo 1973 dari RANS Nusantara&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ganjar melanjutkan, peran anak-anak muda juga penting untuk terus mengampanyekan gerakan peduli lingkungan hidup. Salah satunya, kata Ganjar, dengan menciptakan aplikasi-aplikasi yang dapat mewadahi masyarakat terkait pengelolaan sampah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tak Tersentuh, Sindikat TPPO Ternyata Dibekingi Oknum Aparat

&quot;Maka bagaimana menjaga ketahanan pangan kita, bagaimana sampah-sampah tidak menimbulkan penyakit, pengelolaannya mulai bagus seperti yang tadi dicontohkan,&quot; jelas Ganjar.

&quot;Bagaimana agar mendekatkan itu, dengan aplikasi. Ini anak-anak muda sekarang keren menurut saya untuk bisa kita dorong, tapi harus menjadi gerakan besar sehingga menjadi kekuatan efektif untuk menyelesaikan persoalan sampah,&quot; sambung Ganjar.

Ganjar berharap, kepedulian masyarakat akan lingkungan hidup, khususnya persoalan sampah terus ditingkatkan agar kelestarian lingkungan dapat terjaga. Lebih dari itu, masyarakat juga diharapkan mendapat penghasilan tambahan dari pemanfaatan sampah.

&quot;Dalam perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia kita makin aware, kita makin peduli. Dan saya ingatkan tadi, terjadi global climate change dan akan terjadi kemarau yang agak panjang,&quot; imbau Ganjar.

Sebagai informasi, Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Jawa Tengah dihadiri bupati dan wali kota, jajaran forkopimda, guru dan pelajar dari 150 sekolah adiwiyata, anggota pramuka, hingga relawan lingkungan hidup dari berbagai organisasi.





</content:encoded></item></channel></rss>
