<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tewaskan 288 Orang, Ternyata Ini Penyebab Kecelakaan Kereta Terburuk India</title><description>Penyelidik dari CRS merilis laporan terkait salah satu kecelakaan kereta terburuk India tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/05/18/2841411/tewaskan-288-orang-ternyata-ini-penyebab-kecelakaan-kereta-terburuk-india</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/05/18/2841411/tewaskan-288-orang-ternyata-ini-penyebab-kecelakaan-kereta-terburuk-india"/><item><title>Tewaskan 288 Orang, Ternyata Ini Penyebab Kecelakaan Kereta Terburuk India</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/05/18/2841411/tewaskan-288-orang-ternyata-ini-penyebab-kecelakaan-kereta-terburuk-india</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/05/18/2841411/tewaskan-288-orang-ternyata-ini-penyebab-kecelakaan-kereta-terburuk-india</guid><pubDate>Rabu 05 Juli 2023 09:50 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/05/18/2841411/tewaskan-288-orang-ternyata-ini-penyebab-kecelakaan-kereta-terburuk-india-sSY5iDkmqM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemandangan udara menunjukkan lokasi kecelakaan kereta di Distrik Balasore, Negara Bagian Odisha, India, 3 Juni 2023. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/05/18/2841411/tewaskan-288-orang-ternyata-ini-penyebab-kecelakaan-kereta-terburuk-india-sSY5iDkmqM.jpg</image><title>Pemandangan udara menunjukkan lokasi kecelakaan kereta di Distrik Balasore, Negara Bagian Odisha, India, 3 Juni 2023. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xNC8xLzE2NzE3MS81L3g4bHI2dnA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BHUBANESWAR &amp;ndash; Tim penyelidik resmi merilis laporan terkait kecelakaan kereta di Bahanaga Bazar, di negara bagian Odisha, India timur yang menewaskan 288 orang dan melukai lebih dari 1.000 lainnya. Kecelakaan yang terjadi pada 2 Juni itu merupakan salah satu bencana perkeretaapian terburuk di India dalam dua dekade.

BACA JUGA:
Lebih dari 100 Mayat Korban Kecelakaan Kereta India Masih Belum Diklaim dan Diidentifikasi

Musibah terjadi ketika kereta penumpang menabrak kereta barang yang tidak bergerak, tergelincir keluar dari rel dan menabrak kereta penumpang lain yang datang dari arah berlawanan. Penyelidikan menemukan bahwa kesalahan sambungan dalam sistem persintayan otomatis pada jaringan kereta sebagai penyebab kecelakaan tersebut.
Dalam laporan penyelidikan, yang dilihat oleh Reuters, penyelidik Komisi Keselamatan Kereta Api (CRS) mengatakan tabrakan pertama terjadi karena modifikasi yang dilakukan pada sirkuit persinyalan untuk memperbaiki masalah yang sering terjadi pada penghalang rel-jalan terdekat.

BACA JUGA:
5 Fakta Kecelakaan Kereta India Tewaskan 288 Orang, Terburuk dalam Dua Dekade

Staf perkeretaapian lokal tidak memiliki diagram sirkuit standar yang menyebabkan koneksi yang salah dalam sistem persinyalan ketika mereka mencoba membuat sirkuit penghalang boom offline untuk diperbaiki, kata laporan tersebut. Sistem yang tidak berfungsi mengarahkan kereta penumpang ke jalur kereta barang, menurut laporan tersebut.

Reuters bulan lalu melaporkan untuk pertama kalinya bahwa penyelidik memusatkan perhatian pada pekerjaan perbaikan penghalang rel-jalan dan kemungkinan hubungannya dengan bypass manual dari sistem persinyalan.
Kereta Api India, jaringan kereta api terbesar keempat di dunia, adalah monopoli negara yang dijalankan oleh Dewan Kereta Api. Dewan melapor ke Kementerian Perkeretaapian.
Jaringan kereta api sedang mengalami transformasi senilai USD30 miliar dengan pengadaan kereta baru dan stasiun modern di bawah dorongan Perdana Menteri Narendra Modi untuk meningkatkan infrastruktur dan konektivitas. Namun, kecelakaan itu menimbulkan pertanyaan tentang apakah keselamatan mendapat perhatian yang cukup.
Laporan penyelidikan CRS mengatakan ada penyimpangan di berbagai tingkat di departemen sinyal dan telekomunikasi dan prosedur operasi standar tidak diikuti selama pekerjaan perbaikan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xNC8xLzE2NzE3MS81L3g4bHI2dnA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BHUBANESWAR &amp;ndash; Tim penyelidik resmi merilis laporan terkait kecelakaan kereta di Bahanaga Bazar, di negara bagian Odisha, India timur yang menewaskan 288 orang dan melukai lebih dari 1.000 lainnya. Kecelakaan yang terjadi pada 2 Juni itu merupakan salah satu bencana perkeretaapian terburuk di India dalam dua dekade.

BACA JUGA:
Lebih dari 100 Mayat Korban Kecelakaan Kereta India Masih Belum Diklaim dan Diidentifikasi

Musibah terjadi ketika kereta penumpang menabrak kereta barang yang tidak bergerak, tergelincir keluar dari rel dan menabrak kereta penumpang lain yang datang dari arah berlawanan. Penyelidikan menemukan bahwa kesalahan sambungan dalam sistem persintayan otomatis pada jaringan kereta sebagai penyebab kecelakaan tersebut.
Dalam laporan penyelidikan, yang dilihat oleh Reuters, penyelidik Komisi Keselamatan Kereta Api (CRS) mengatakan tabrakan pertama terjadi karena modifikasi yang dilakukan pada sirkuit persinyalan untuk memperbaiki masalah yang sering terjadi pada penghalang rel-jalan terdekat.

BACA JUGA:
5 Fakta Kecelakaan Kereta India Tewaskan 288 Orang, Terburuk dalam Dua Dekade

Staf perkeretaapian lokal tidak memiliki diagram sirkuit standar yang menyebabkan koneksi yang salah dalam sistem persinyalan ketika mereka mencoba membuat sirkuit penghalang boom offline untuk diperbaiki, kata laporan tersebut. Sistem yang tidak berfungsi mengarahkan kereta penumpang ke jalur kereta barang, menurut laporan tersebut.

Reuters bulan lalu melaporkan untuk pertama kalinya bahwa penyelidik memusatkan perhatian pada pekerjaan perbaikan penghalang rel-jalan dan kemungkinan hubungannya dengan bypass manual dari sistem persinyalan.
Kereta Api India, jaringan kereta api terbesar keempat di dunia, adalah monopoli negara yang dijalankan oleh Dewan Kereta Api. Dewan melapor ke Kementerian Perkeretaapian.
Jaringan kereta api sedang mengalami transformasi senilai USD30 miliar dengan pengadaan kereta baru dan stasiun modern di bawah dorongan Perdana Menteri Narendra Modi untuk meningkatkan infrastruktur dan konektivitas. Namun, kecelakaan itu menimbulkan pertanyaan tentang apakah keselamatan mendapat perhatian yang cukup.
Laporan penyelidikan CRS mengatakan ada penyimpangan di berbagai tingkat di departemen sinyal dan telekomunikasi dan prosedur operasi standar tidak diikuti selama pekerjaan perbaikan.</content:encoded></item></channel></rss>
