<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Prajurit Kopassus yang Cuma Butuh 169 Detik Habisi Teroris Pembajak Garuda</title><description>Kisah Prajurit Kopassus yang Cuma Butuh 169 Detik Habisi Teroris Pembajak Garuda</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/05/337/2841394/kisah-prajurit-kopassus-yang-cuma-butuh-169-detik-habisi-teroris-pembajak-garuda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/05/337/2841394/kisah-prajurit-kopassus-yang-cuma-butuh-169-detik-habisi-teroris-pembajak-garuda"/><item><title>Kisah Prajurit Kopassus yang Cuma Butuh 169 Detik Habisi Teroris Pembajak Garuda</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/05/337/2841394/kisah-prajurit-kopassus-yang-cuma-butuh-169-detik-habisi-teroris-pembajak-garuda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/05/337/2841394/kisah-prajurit-kopassus-yang-cuma-butuh-169-detik-habisi-teroris-pembajak-garuda</guid><pubDate>Rabu 05 Juli 2023 09:04 WIB</pubDate><dc:creator>Cita Zenitha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/05/337/2841394/kisah-prajurit-kopassus-yang-cuma-butuh-169-detik-habisi-teroris-pembajak-garuda-Hs4Dhsb2m5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/05/337/2841394/kisah-prajurit-kopassus-yang-cuma-butuh-169-detik-habisi-teroris-pembajak-garuda-Hs4Dhsb2m5.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA- Kisah prajurit Kopassus yang cuma butuh 169 detik habisi teroris pembajak Garuda menjadi salah satu peristiwa menegangkan dalam sejarah penerbangan di Indonesia.

BACA JUGA:
G30S Pecah, Jenderal Kopassus Ini Tidak Percaya Soeharto Masih Hidup&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Hal ini berawal saat pesawat Garuda Indonesia DC-9 Woyla dengan nomor penerbangan 206 rute Jakarta-Medan mengalami pembajakan pada 28 Maret 1981. Peristiwa bermula ketika pesawat yang membawa 48 penumpang dan 5 kru hendak melanjutkan perjalanan setelah transit di Talangbetutu, Palembang.

BACA JUGA:
Koopssus dan Kopassus, Apa Perbedaan Pasukan Khusus TNI yang Mematikan Ini ?

Setelah lepas landas, pesawat dibajak oleh 5 orang teroris yang tergabung dalam organisasi Islam ekstrimis yakni &amp;ldquo;Komando Jihad&amp;rdquo;. Aksi pembajakan pesawat Garuda Indonesia itu dipimpin oleh Imran bin Muhammad Zein yang menyamar sebagai pemimpin.
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI berhasil menangani kasus tersebut dengan sigap. Kopassus membutuhkan waktu kurang dari tiga menit atau 169 detik saja untuk membekukan pembajak pesawat.

Kisah prajurit Kopassus yang cuma butuh 169 detik habisi teroris pembajak Garuda tentunya tidak mudah. Membutuhkan perhitungan cermat untuk menyelamatkan seluruh penumpang di dalam pesawat.
Setelah mendengar pembajakan, Presiden Soeharto memanggil Kepala Pusat Intelijen Strategis Benny Moerdani untuk mengerjakan Kopassus. Letkol Sintong Panjaitan selaku Asisten Operasi Kopasandha sigap merancang operasi penyergapan di Bandara Penang, Malaysia.
Teroris yang saat itu membawa senjata masuk ke ruang kokpit. Mereka memerintahkan Kapten Pilot Herman Rante dan Kopilot Hedhy Djuantoro untuk membawa mereka ke Colombo, Sri Lanka.
Keterbatasan bahan bakar membuat pesawat terpaksa mengalihkan penerbangan ke Malaysia untuk mengisi bahan bakar. Rencananya pesawat akan melanjutkan penerbangan ke Bandara Don Muang, Bangkok, Thailand.
Dengan gerakan cepat, Kopassus menyerbu setiap sisi kabin pesawat dan melumpuhkan empat dari lima pemajak. Tiga teroris meregang nyawa di tempat dan satu orang meninggal saat kembali ke Indonesia.
Sementara pemimpin mereka, Imran bin Muhammad Zein, terjerat hukuman mati oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Peristiwa pembajakan pesawat yang terkenal dengan Peristiwa Woyla menewaskan Pilot Herman Rante dan personel Kopassus bernama Achmad Kirang. Seluruh penumpang selamat dalam peristiwa tersebut.
Demikian kisah prajurit Kopassus yang cuma butuh 169 detik habisi teroris pembajak Garuda.
(RIN)</description><content:encoded>JAKARTA- Kisah prajurit Kopassus yang cuma butuh 169 detik habisi teroris pembajak Garuda menjadi salah satu peristiwa menegangkan dalam sejarah penerbangan di Indonesia.

BACA JUGA:
G30S Pecah, Jenderal Kopassus Ini Tidak Percaya Soeharto Masih Hidup&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Hal ini berawal saat pesawat Garuda Indonesia DC-9 Woyla dengan nomor penerbangan 206 rute Jakarta-Medan mengalami pembajakan pada 28 Maret 1981. Peristiwa bermula ketika pesawat yang membawa 48 penumpang dan 5 kru hendak melanjutkan perjalanan setelah transit di Talangbetutu, Palembang.

BACA JUGA:
Koopssus dan Kopassus, Apa Perbedaan Pasukan Khusus TNI yang Mematikan Ini ?

Setelah lepas landas, pesawat dibajak oleh 5 orang teroris yang tergabung dalam organisasi Islam ekstrimis yakni &amp;ldquo;Komando Jihad&amp;rdquo;. Aksi pembajakan pesawat Garuda Indonesia itu dipimpin oleh Imran bin Muhammad Zein yang menyamar sebagai pemimpin.
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI berhasil menangani kasus tersebut dengan sigap. Kopassus membutuhkan waktu kurang dari tiga menit atau 169 detik saja untuk membekukan pembajak pesawat.

Kisah prajurit Kopassus yang cuma butuh 169 detik habisi teroris pembajak Garuda tentunya tidak mudah. Membutuhkan perhitungan cermat untuk menyelamatkan seluruh penumpang di dalam pesawat.
Setelah mendengar pembajakan, Presiden Soeharto memanggil Kepala Pusat Intelijen Strategis Benny Moerdani untuk mengerjakan Kopassus. Letkol Sintong Panjaitan selaku Asisten Operasi Kopasandha sigap merancang operasi penyergapan di Bandara Penang, Malaysia.
Teroris yang saat itu membawa senjata masuk ke ruang kokpit. Mereka memerintahkan Kapten Pilot Herman Rante dan Kopilot Hedhy Djuantoro untuk membawa mereka ke Colombo, Sri Lanka.
Keterbatasan bahan bakar membuat pesawat terpaksa mengalihkan penerbangan ke Malaysia untuk mengisi bahan bakar. Rencananya pesawat akan melanjutkan penerbangan ke Bandara Don Muang, Bangkok, Thailand.
Dengan gerakan cepat, Kopassus menyerbu setiap sisi kabin pesawat dan melumpuhkan empat dari lima pemajak. Tiga teroris meregang nyawa di tempat dan satu orang meninggal saat kembali ke Indonesia.
Sementara pemimpin mereka, Imran bin Muhammad Zein, terjerat hukuman mati oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Peristiwa pembajakan pesawat yang terkenal dengan Peristiwa Woyla menewaskan Pilot Herman Rante dan personel Kopassus bernama Achmad Kirang. Seluruh penumpang selamat dalam peristiwa tersebut.
Demikian kisah prajurit Kopassus yang cuma butuh 169 detik habisi teroris pembajak Garuda.
(RIN)</content:encoded></item></channel></rss>
