<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sambil Menangis, Ajudan Jenderal A Yani Terobos Rumah Sarwo Edhie Meminta Bantuan</title><description>Ajudan Panglima Angkatan Darat Letnan Jenderal Ahmad Yani itu malah menerobos ke ruang tamu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/05/337/2841396/sambil-menangis-ajudan-jenderal-a-yani-terobos-rumah-sarwo-edhie-meminta-bantuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/05/337/2841396/sambil-menangis-ajudan-jenderal-a-yani-terobos-rumah-sarwo-edhie-meminta-bantuan"/><item><title>Sambil Menangis, Ajudan Jenderal A Yani Terobos Rumah Sarwo Edhie Meminta Bantuan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/05/337/2841396/sambil-menangis-ajudan-jenderal-a-yani-terobos-rumah-sarwo-edhie-meminta-bantuan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/05/337/2841396/sambil-menangis-ajudan-jenderal-a-yani-terobos-rumah-sarwo-edhie-meminta-bantuan</guid><pubDate>Rabu 05 Juli 2023 09:10 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/05/337/2841396/sambil-menangis-ajudan-jenderal-a-yani-terobos-rumah-sarwo-edhie-meminta-bantuan-YxAC1nMkrC.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Sarwo Edhi Wibowo. (Foto: Dok Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/05/337/2841396/sambil-menangis-ajudan-jenderal-a-yani-terobos-rumah-sarwo-edhie-meminta-bantuan-YxAC1nMkrC.jpeg</image><title>Sarwo Edhi Wibowo. (Foto: Dok Ist)</title></images><description>KRISTIANI Herrawati, biasa dipanggil Ani, sedang menyapu ruang tamu saat pagi masih gelap. Tiba-tiba terdengar ketukan keras dari luar rumah. Karena tak mendapat sahutan dari Ani, sang tamu menggedor.

Dengan hati-hati, Ani memberanikan diri untuk membuka pintu. Terlihat seorang pria berdiri tegak di depannya. &amp;ldquo;Ada Papi?&amp;rdquo; tanya lelaki itu dengan suara bergetar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sehari Sebelum Gugurnya Jenderal A Yani, Minyak Wangi Tumpah dan Telefon Misterius&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Lelaki itu menanyakan keberadaan ayah Ani, Kolonel Sarwo Edhie Wibowo. Dalam buku Kepak Sayap Putri Prajurit, kejadian itu menggambarkan situasi Jumat pagi, 1 Oktober 1965, penuh teka-teki. Ani mengenal lelaki itu, Mayor Subardi.

Ketika Ani mempersilakannya duduk di teras, ajudan Panglima Angkatan Darat Letnan Jenderal Ahmad Yani itu malah menerobos ke ruang tamu. Sunarti Sri Hadiyah, ibu Ani, kemudian memanggil suaminya, yang sedang di kamar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kebaikan Hati Istri Jenderal A Yani, Beri Makan Para Tahanan PKI&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Alasan Subardi menemui Sarwo karena ada hal buruk yang menimpa Letnan Jenderal Ahmad Yani. Ada sekelompok tentara yang mencari keberadaan Jenderal Yani. Maka dari itu, tanpa pikir panjang Subardi langsung bergegas ke rumah Sarwo.&amp;nbsp;
Dikutip dari buku Sarwo Edhie dan Misteri 1665, Sarwo menemui Subardi dengan keadaan masih mengenakan piyamanya. Sambil menangis, sang Mayor menceritakan musibah yang menimpa Jenderal Yani.



Menurut Subardi, atasannya ditembak dan dibawa sekelompok tentara menjelang subuh. &quot;la minta agar saya mencari Pak Yani,&quot; kata Sarwo pada Oktober 1978.





</description><content:encoded>KRISTIANI Herrawati, biasa dipanggil Ani, sedang menyapu ruang tamu saat pagi masih gelap. Tiba-tiba terdengar ketukan keras dari luar rumah. Karena tak mendapat sahutan dari Ani, sang tamu menggedor.

Dengan hati-hati, Ani memberanikan diri untuk membuka pintu. Terlihat seorang pria berdiri tegak di depannya. &amp;ldquo;Ada Papi?&amp;rdquo; tanya lelaki itu dengan suara bergetar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sehari Sebelum Gugurnya Jenderal A Yani, Minyak Wangi Tumpah dan Telefon Misterius&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Lelaki itu menanyakan keberadaan ayah Ani, Kolonel Sarwo Edhie Wibowo. Dalam buku Kepak Sayap Putri Prajurit, kejadian itu menggambarkan situasi Jumat pagi, 1 Oktober 1965, penuh teka-teki. Ani mengenal lelaki itu, Mayor Subardi.

Ketika Ani mempersilakannya duduk di teras, ajudan Panglima Angkatan Darat Letnan Jenderal Ahmad Yani itu malah menerobos ke ruang tamu. Sunarti Sri Hadiyah, ibu Ani, kemudian memanggil suaminya, yang sedang di kamar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kebaikan Hati Istri Jenderal A Yani, Beri Makan Para Tahanan PKI&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Alasan Subardi menemui Sarwo karena ada hal buruk yang menimpa Letnan Jenderal Ahmad Yani. Ada sekelompok tentara yang mencari keberadaan Jenderal Yani. Maka dari itu, tanpa pikir panjang Subardi langsung bergegas ke rumah Sarwo.&amp;nbsp;
Dikutip dari buku Sarwo Edhie dan Misteri 1665, Sarwo menemui Subardi dengan keadaan masih mengenakan piyamanya. Sambil menangis, sang Mayor menceritakan musibah yang menimpa Jenderal Yani.



Menurut Subardi, atasannya ditembak dan dibawa sekelompok tentara menjelang subuh. &quot;la minta agar saya mencari Pak Yani,&quot; kata Sarwo pada Oktober 1978.





</content:encoded></item></channel></rss>
