<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Tinjau Program Bedah Rumah di Desa Rimba Balai Banyuasin</title><description>Sampai dengan tahun 2022 telah dilakukan penanganan RTLH sejumlah 10.851 unit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/06/337/2842464/wapres-tinjau-program-bedah-rumah-di-desa-rimba-balai-banyuasin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/06/337/2842464/wapres-tinjau-program-bedah-rumah-di-desa-rimba-balai-banyuasin"/><item><title>Wapres Tinjau Program Bedah Rumah di Desa Rimba Balai Banyuasin</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/06/337/2842464/wapres-tinjau-program-bedah-rumah-di-desa-rimba-balai-banyuasin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/06/337/2842464/wapres-tinjau-program-bedah-rumah-di-desa-rimba-balai-banyuasin</guid><pubDate>Kamis 06 Juli 2023 21:29 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/06/337/2842464/wapres-tinjau-program-bedah-rumah-di-desa-rimba-balai-banyuasin-9urY2iDvW1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres KH Ma'ruf Amin (Foto: Setwapres BPMI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/06/337/2842464/wapres-tinjau-program-bedah-rumah-di-desa-rimba-balai-banyuasin-9urY2iDvW1.jpg</image><title>Wapres KH Ma'ruf Amin (Foto: Setwapres BPMI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNi8xLzE2Nzg1My81L3g4bWJlZHU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meninjau program Bedah Rumah bagi keluarga berisiko stunting di Desa Rimba Balai, Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (6/7/2023).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Banyuasin Askolani menjelaskan bahwa di Kabupaten Banyuasin terdapat 43 ribu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sampai dengan tahun 2022 telah dilakukan penanganan RTLH sejumlah 10.851 unit. Sehingga tercatat sisa RTLH Kabupaten Banyuasin sebanyak 1933 unit.
Adapun sumber dana penanganan RTLH tersebut, Askolani mengungkapkan, berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), Bantuan Gubernur, Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN), Dana Desa, Corporate Social Responsbility (CSR), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Aspirasi (gotong royong masyarakat), Eselon II, dan Camat.

BACA JUGA:
Banding Teddy Minahasa Ditolak, Hotman Paris Bakal Ajukan Kasasi

Sementara, Askolani menjelaskan, untuk Kampung KB Desa Rimba Balai yang hari ini ditinjau Wapres, akan dibangun 100 unit rumah, dan yang sudah dibangun sebanyak 19 unit dengan biaya Rp35 juta rupiah per rumah.
&amp;ldquo;Ini rumah dengan konsep rumah sehat yang produktif, rumah ini kami kerjakan dengan gotong royong,&amp;rdquo; ujar Askolani.

BACA JUGA:
Couple Goals Teladan, Kolaborasi Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh Sukses Turunkan Angka Stunting di Jateng

&amp;ldquo;Kenapa dikatakan rumah sehat, rumah ini dilengkapi dengan semua fasilitas termasuk sanitasinya, termasuk air bersih, dan juga toilet yang baik, yang bagus,&amp;rdquo; tambahnya.&amp;ldquo;Penduduk yang menempati [rumah] ini, yang tinggalnya di mana?&amp;rdquo; tanya Wapres.

&amp;ldquo;Diutamakan yang ada di desa ini dan Kecamatan Banyuasin III Pangkalan Balai,&amp;rdquo; jawab Askolani.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ganjar Terima Satyalencana Wira Karya karena Sukses Turunkan Angka Stunting

Dalam acara tersebut, juga diberikan bantuan sosial (bansos) dari Wapres kepada Gubernur Sumsel berupa Program Keluarga Harapan Tahap 3, sebanyak 269.424 total bantuan Rp199.427.525.000; serta asistensi rehabilitasi sosial pada semester II senilai Rp1.128.961.960.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Fenomena Aphelion Berdampak ke Cuaca Indonesia? Begini Penjelasan BMKG&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selain itu, Wapres juga memberikan bansos dari Wapres kepada Bupati Banyuasin, berupa Program Keluarga Harapan Tahap 3, sebanyak 23.849 total bantuan Rp17.232.950.000, kepada 5 keluarga penerima manfaat program keluarga harapan, dengan total Rp4650.000, serta asistensi rehabilitasi sosial kepada disabilitas, kepada 5 penerima manfaat, dengan total Rp21.608.000.





</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNi8xLzE2Nzg1My81L3g4bWJlZHU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meninjau program Bedah Rumah bagi keluarga berisiko stunting di Desa Rimba Balai, Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (6/7/2023).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Banyuasin Askolani menjelaskan bahwa di Kabupaten Banyuasin terdapat 43 ribu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sampai dengan tahun 2022 telah dilakukan penanganan RTLH sejumlah 10.851 unit. Sehingga tercatat sisa RTLH Kabupaten Banyuasin sebanyak 1933 unit.
Adapun sumber dana penanganan RTLH tersebut, Askolani mengungkapkan, berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), Bantuan Gubernur, Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN), Dana Desa, Corporate Social Responsbility (CSR), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Aspirasi (gotong royong masyarakat), Eselon II, dan Camat.

BACA JUGA:
Banding Teddy Minahasa Ditolak, Hotman Paris Bakal Ajukan Kasasi

Sementara, Askolani menjelaskan, untuk Kampung KB Desa Rimba Balai yang hari ini ditinjau Wapres, akan dibangun 100 unit rumah, dan yang sudah dibangun sebanyak 19 unit dengan biaya Rp35 juta rupiah per rumah.
&amp;ldquo;Ini rumah dengan konsep rumah sehat yang produktif, rumah ini kami kerjakan dengan gotong royong,&amp;rdquo; ujar Askolani.

BACA JUGA:
Couple Goals Teladan, Kolaborasi Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh Sukses Turunkan Angka Stunting di Jateng

&amp;ldquo;Kenapa dikatakan rumah sehat, rumah ini dilengkapi dengan semua fasilitas termasuk sanitasinya, termasuk air bersih, dan juga toilet yang baik, yang bagus,&amp;rdquo; tambahnya.&amp;ldquo;Penduduk yang menempati [rumah] ini, yang tinggalnya di mana?&amp;rdquo; tanya Wapres.

&amp;ldquo;Diutamakan yang ada di desa ini dan Kecamatan Banyuasin III Pangkalan Balai,&amp;rdquo; jawab Askolani.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ganjar Terima Satyalencana Wira Karya karena Sukses Turunkan Angka Stunting

Dalam acara tersebut, juga diberikan bantuan sosial (bansos) dari Wapres kepada Gubernur Sumsel berupa Program Keluarga Harapan Tahap 3, sebanyak 269.424 total bantuan Rp199.427.525.000; serta asistensi rehabilitasi sosial pada semester II senilai Rp1.128.961.960.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Fenomena Aphelion Berdampak ke Cuaca Indonesia? Begini Penjelasan BMKG&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selain itu, Wapres juga memberikan bansos dari Wapres kepada Bupati Banyuasin, berupa Program Keluarga Harapan Tahap 3, sebanyak 23.849 total bantuan Rp17.232.950.000, kepada 5 keluarga penerima manfaat program keluarga harapan, dengan total Rp4650.000, serta asistensi rehabilitasi sosial kepada disabilitas, kepada 5 penerima manfaat, dengan total Rp21.608.000.





</content:encoded></item></channel></rss>
