<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RPA Perindo Minta UPTD PPA Jabar Sinergi Kawal Kasus Pelecehan Seksual Disabilitas</title><description>Pihaknya akan menjadwalkan ulang pertemuan dengan UPTD PPA Jabar untuk membahas kasus tersebut</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/06/525/2842431/rpa-perindo-minta-uptd-ppa-jabar-sinergi-kawal-kasus-pelecehan-seksual-disabilitas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/06/525/2842431/rpa-perindo-minta-uptd-ppa-jabar-sinergi-kawal-kasus-pelecehan-seksual-disabilitas"/><item><title>RPA Perindo Minta UPTD PPA Jabar Sinergi Kawal Kasus Pelecehan Seksual Disabilitas</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/06/525/2842431/rpa-perindo-minta-uptd-ppa-jabar-sinergi-kawal-kasus-pelecehan-seksual-disabilitas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/06/525/2842431/rpa-perindo-minta-uptd-ppa-jabar-sinergi-kawal-kasus-pelecehan-seksual-disabilitas</guid><pubDate>Kamis 06 Juli 2023 20:39 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/06/525/2842431/rpa-perindo-minta-uptd-ppa-jabar-sinergi-kawal-kasus-pelecehan-seksual-disabilitas-3459SRIbdl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RPA Perindo gagal audiensi bersama UPTD PPA Jabar (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/06/525/2842431/rpa-perindo-minta-uptd-ppa-jabar-sinergi-kawal-kasus-pelecehan-seksual-disabilitas-3459SRIbdl.jpg</image><title>RPA Perindo gagal audiensi bersama UPTD PPA Jabar (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNi8xLzE2Nzg1MS81L3g4bWJkMmg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG - Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Jawa Barat meminta pemerintah bersinergi dalam mengawal kasus pelecehan seksual terhadap disabilitas berinisial NSF.
Permintaan itu menyusul batalnya agenda audiensi RPA Partai Perindo dengan pihak UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Jabar di Kantor UPTD PPA Jabar, Jalan LLRE Martadinata Nomor 2, Kota Bandung, Kamis (6/7/2023).
Ketua RPA Perindo Jabar, Aji Murtidianti mengatakan, pihaknya akan menjadwalkan ulang pertemuan dengan UPTD PPA Jabar untuk membahas kasus pelecehan seksual terhadap korban disabilitas berinisial NSF itu.

BACA JUGA:
Kejagung Periksa Satu Saksi Terkait Perkara Ekspor CPO&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Harapannya ke depan mungkin kami bisa diterima kembali dan dijadwalkan ulang untuk beraudiensi lagi,&quot; ucap Aji di Kantor UPTD PPA Jabar.
Sementara itu, John Binsar Simalango yang ditunjuk sebagai pendamping korban NSF mengatakan, fokus utamanya saat ini adalah untuk menyelesaikan kasus yang sudah terjadi 1,5 tahun dan masih berlarut-larut hingga saat ini.

BACA JUGA:
RPA Perindo Kecewa Batal Audiensi dengan UPTD PPA Jabar Bahas Pelecehan Seksual Disabilitas

Karena itu, pihaknya pun berharap, adanya sinergi antara RPA Perindo dan UPTD PPA Jabar dalam menuntaskan kasus pelecehan seksual terhadap disabilitas ini.
&quot;UPTD PPA Jawa Barat kalau kita lihat mereka melayani dari sisi psikologinya terhadap korban. Nah sementara untuk layanan hukumnya itu tidak ada sehingga RPA Perindo Jawa Barat turun ke lapangan juga untuk masuk ke ranah hukumnya. Kita berharap ada sinergi sebenarnya supaya sama-sama mendorong percepatan dari penuntasan kasus ini,&quot; terangnya.Di sisi lain, John pun mengaku prihatin dengan sikap tidak profesional yang ditunjukan pihak UPTD PPA Jabar karena batalnya pertemuan yang digelar pada hari ini.

&quot;Kita menunggu dari jam 10 pagi berarti 2 jam lebih. Kalau dari sisi kecewa ya karena ini merupakan tugas dari pelayanan RPA Perindo kita tetap positif thinking. Tadi kita menunggu itu karena kita memberikan kesempatan pada mereka untuk mungkin ada waktu untuk bisa bertemu. Tapi ternyata sampai detik ini tidak ada jadi ya kita hanya prihatin saja bahwa harusnya ini tidak boleh terjadi,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Akui Status Peringkat Satu Dunia Jadi Tekanan, Fajar Alfian/Rian Ardianto Janji Akan Lebih Baik Lagi

Karena itu, John yang juga bacaleg Partai Perindo Dapil III Kota Bandung ini menyebut, pihaknya akan membuat surat untuk menjadwalkan ulang pertemuan dengan UPTD PAA Jabar ini. Rencananya, pertemuan tersebut akan digelar pada Selasa (11/7/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ada KEK Kesehatan, Erick Thohir Undang Dokter Diaspora Pulang Kampung ke Indonesia

&quot;Awalnya tuh kami ingin bertemu dengan Kepala UPTD-nya yaitu Pak Anjar Yusdinar jadi kita berharap juga pada hari Selasa tanggal 11 Juli jam 10 pagi kita bisa bertemu dengan beliau kita ingin mendudukan sama-sama mengenai kasus ini,&quot; tandasnya.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNi8xLzE2Nzg1MS81L3g4bWJkMmg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG - Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Jawa Barat meminta pemerintah bersinergi dalam mengawal kasus pelecehan seksual terhadap disabilitas berinisial NSF.
Permintaan itu menyusul batalnya agenda audiensi RPA Partai Perindo dengan pihak UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Jabar di Kantor UPTD PPA Jabar, Jalan LLRE Martadinata Nomor 2, Kota Bandung, Kamis (6/7/2023).
Ketua RPA Perindo Jabar, Aji Murtidianti mengatakan, pihaknya akan menjadwalkan ulang pertemuan dengan UPTD PPA Jabar untuk membahas kasus pelecehan seksual terhadap korban disabilitas berinisial NSF itu.

BACA JUGA:
Kejagung Periksa Satu Saksi Terkait Perkara Ekspor CPO&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Harapannya ke depan mungkin kami bisa diterima kembali dan dijadwalkan ulang untuk beraudiensi lagi,&quot; ucap Aji di Kantor UPTD PPA Jabar.
Sementara itu, John Binsar Simalango yang ditunjuk sebagai pendamping korban NSF mengatakan, fokus utamanya saat ini adalah untuk menyelesaikan kasus yang sudah terjadi 1,5 tahun dan masih berlarut-larut hingga saat ini.

BACA JUGA:
RPA Perindo Kecewa Batal Audiensi dengan UPTD PPA Jabar Bahas Pelecehan Seksual Disabilitas

Karena itu, pihaknya pun berharap, adanya sinergi antara RPA Perindo dan UPTD PPA Jabar dalam menuntaskan kasus pelecehan seksual terhadap disabilitas ini.
&quot;UPTD PPA Jawa Barat kalau kita lihat mereka melayani dari sisi psikologinya terhadap korban. Nah sementara untuk layanan hukumnya itu tidak ada sehingga RPA Perindo Jawa Barat turun ke lapangan juga untuk masuk ke ranah hukumnya. Kita berharap ada sinergi sebenarnya supaya sama-sama mendorong percepatan dari penuntasan kasus ini,&quot; terangnya.Di sisi lain, John pun mengaku prihatin dengan sikap tidak profesional yang ditunjukan pihak UPTD PPA Jabar karena batalnya pertemuan yang digelar pada hari ini.

&quot;Kita menunggu dari jam 10 pagi berarti 2 jam lebih. Kalau dari sisi kecewa ya karena ini merupakan tugas dari pelayanan RPA Perindo kita tetap positif thinking. Tadi kita menunggu itu karena kita memberikan kesempatan pada mereka untuk mungkin ada waktu untuk bisa bertemu. Tapi ternyata sampai detik ini tidak ada jadi ya kita hanya prihatin saja bahwa harusnya ini tidak boleh terjadi,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Akui Status Peringkat Satu Dunia Jadi Tekanan, Fajar Alfian/Rian Ardianto Janji Akan Lebih Baik Lagi

Karena itu, John yang juga bacaleg Partai Perindo Dapil III Kota Bandung ini menyebut, pihaknya akan membuat surat untuk menjadwalkan ulang pertemuan dengan UPTD PAA Jabar ini. Rencananya, pertemuan tersebut akan digelar pada Selasa (11/7/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ada KEK Kesehatan, Erick Thohir Undang Dokter Diaspora Pulang Kampung ke Indonesia

&quot;Awalnya tuh kami ingin bertemu dengan Kepala UPTD-nya yaitu Pak Anjar Yusdinar jadi kita berharap juga pada hari Selasa tanggal 11 Juli jam 10 pagi kita bisa bertemu dengan beliau kita ingin mendudukan sama-sama mengenai kasus ini,&quot; tandasnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
