<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PBB Umumkan Datangnya El Nino, Bisa Jadi Petaka Tingkatkan Suhu Dunia</title><description>El Nino berpotensi mendorong kenaikan suhu hingga memecahkan rekor tertinggi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/07/18/2842794/pbb-umumkan-datangnya-el-nino-bisa-jadi-petaka-tingkatkan-suhu-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/07/18/2842794/pbb-umumkan-datangnya-el-nino-bisa-jadi-petaka-tingkatkan-suhu-dunia"/><item><title>PBB Umumkan Datangnya El Nino, Bisa Jadi Petaka Tingkatkan Suhu Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/07/18/2842794/pbb-umumkan-datangnya-el-nino-bisa-jadi-petaka-tingkatkan-suhu-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/07/18/2842794/pbb-umumkan-datangnya-el-nino-bisa-jadi-petaka-tingkatkan-suhu-dunia</guid><pubDate>Jum'at 07 Juli 2023 14:49 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/07/18/2842794/badan-pbb-umumkan-datangnya-el-nino-bisa-jadi-petaka-tingkatkan-suhu-dunia-YMUl6Snz83.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/07/18/2842794/badan-pbb-umumkan-datangnya-el-nino-bisa-jadi-petaka-tingkatkan-suhu-dunia-YMUl6Snz83.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>


BADAN cuaca Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), menyatakan bahwa fenomena El Nino saat ini sedang berlangsung, meningkatkan kemungkinan rekor suhu global yang tinggi dan pola cuaca yang mengganggu selama 12 bulan ke depan.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Minta Para Menteri Waspadai Musim Kemarau Panjang Dampak El Nino

Pengumuman WMO pada Selasa, (5/7/2023) menandai delapan tahun sejak El Ni&amp;ntilde;o terakhir berkembang, yang dimulai pada 2015, dan berakhir pada 2016.
&quot;Bukti kolektif dari pengamatan samudera dan atmosfer sangat menunjukkan adanya kondisi El Nino di Pasifik,&quot; demikian disampaikan dalam pengumuman tersebut, sebagaimana dilansir dari ABC News.
Pembaruan yang diumumkan WMO ini menggabungkan prakiraan dan panduan ahli dari seluruh dunia dan mengikuti deklarasi serupa yang dibuat oleh beberapa lembaga nasional awal tahun ini, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

BACA JUGA:
Siap-Siap! El Nino Telah Dimulai di Samudra Pasifik, 2024 Diperkirakan Jadi Tahun Terpanas di Dunia

El Nino mengacu pada perubahan pola cuaca di seluruh dunia yang dihasilkan dari suhu permukaan laut yang lebih hangat dari rata-rata di sepanjang Samudera Pasifik khatulistiwa.
Dampak El Ni&amp;ntilde;o biasanya berlangsung sembilan hingga 12 bulan, bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lain, dan kedatangannya disertai dengan peringatan akan peristiwa cuaca ekstrem.&quot;Permulaan El Ni&amp;ntilde;o akan sangat meningkatkan kemungkinan memecahkan rekor suhu dan memicu panas yang lebih ekstrem di banyak bagian dunia dan di lautan,&quot; kata Sekretaris Jenderal WMO Profesor Petteri Taalas.
&amp;ldquo;Deklarasi ini&amp;hellip; adalah sinyal bagi pemerintah di seluruh dunia untuk memobilisasi persiapan guna membatasi dampak pada kesehatan kita, ekosistem kita, dan ekonomi kita,&amp;rdquo; katanya.

&quot;Peringatan dini dan tindakan antisipatif dari peristiwa cuaca ekstrem yang terkait dengan fenomena iklim besar ini sangat penting untuk menyelamatkan nyawa dan mata pencaharian.&quot;
Itu juga bisa menjadi tahun pertama suhu dunia untuk sementara melewati level 1,5 derajat Celcius yang ditentukan dalam Perjanjian Paris.El Nino yang terakhir berakhir tujuh tahun yang lalu, dan sehubungan dengan pemanasan global yang disebabkan oleh manusia dari gas rumah kaca, menyebabkan 2016 menjadi tahun terpanas dalam sejarah.
Tahun ini kondisi itu sudah di jalur untuk menantang rekor tersebut.
Namun, efek El Nino terhadap suhu global paling menonjol pada tahun setelah perkembangannya, sehingga 2024 kemungkinan besar akan melampaui tingkat suhu pada 2016 tersebut.</description><content:encoded>


BADAN cuaca Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), menyatakan bahwa fenomena El Nino saat ini sedang berlangsung, meningkatkan kemungkinan rekor suhu global yang tinggi dan pola cuaca yang mengganggu selama 12 bulan ke depan.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Minta Para Menteri Waspadai Musim Kemarau Panjang Dampak El Nino

Pengumuman WMO pada Selasa, (5/7/2023) menandai delapan tahun sejak El Ni&amp;ntilde;o terakhir berkembang, yang dimulai pada 2015, dan berakhir pada 2016.
&quot;Bukti kolektif dari pengamatan samudera dan atmosfer sangat menunjukkan adanya kondisi El Nino di Pasifik,&quot; demikian disampaikan dalam pengumuman tersebut, sebagaimana dilansir dari ABC News.
Pembaruan yang diumumkan WMO ini menggabungkan prakiraan dan panduan ahli dari seluruh dunia dan mengikuti deklarasi serupa yang dibuat oleh beberapa lembaga nasional awal tahun ini, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

BACA JUGA:
Siap-Siap! El Nino Telah Dimulai di Samudra Pasifik, 2024 Diperkirakan Jadi Tahun Terpanas di Dunia

El Nino mengacu pada perubahan pola cuaca di seluruh dunia yang dihasilkan dari suhu permukaan laut yang lebih hangat dari rata-rata di sepanjang Samudera Pasifik khatulistiwa.
Dampak El Ni&amp;ntilde;o biasanya berlangsung sembilan hingga 12 bulan, bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lain, dan kedatangannya disertai dengan peringatan akan peristiwa cuaca ekstrem.&quot;Permulaan El Ni&amp;ntilde;o akan sangat meningkatkan kemungkinan memecahkan rekor suhu dan memicu panas yang lebih ekstrem di banyak bagian dunia dan di lautan,&quot; kata Sekretaris Jenderal WMO Profesor Petteri Taalas.
&amp;ldquo;Deklarasi ini&amp;hellip; adalah sinyal bagi pemerintah di seluruh dunia untuk memobilisasi persiapan guna membatasi dampak pada kesehatan kita, ekosistem kita, dan ekonomi kita,&amp;rdquo; katanya.

&quot;Peringatan dini dan tindakan antisipatif dari peristiwa cuaca ekstrem yang terkait dengan fenomena iklim besar ini sangat penting untuk menyelamatkan nyawa dan mata pencaharian.&quot;
Itu juga bisa menjadi tahun pertama suhu dunia untuk sementara melewati level 1,5 derajat Celcius yang ditentukan dalam Perjanjian Paris.El Nino yang terakhir berakhir tujuh tahun yang lalu, dan sehubungan dengan pemanasan global yang disebabkan oleh manusia dari gas rumah kaca, menyebabkan 2016 menjadi tahun terpanas dalam sejarah.
Tahun ini kondisi itu sudah di jalur untuk menantang rekor tersebut.
Namun, efek El Nino terhadap suhu global paling menonjol pada tahun setelah perkembangannya, sehingga 2024 kemungkinan besar akan melampaui tingkat suhu pada 2016 tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
