<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>14 Tahun Tragedi Berdarah Urumqi, Pelakunya Harus Diseret ke Mahkamah Internasional</title><description>Tragedi Berdarah Urumqi berawal dari tewasnya 2 pria muslim Uighur dengan sangat mengenaskan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/07/18/2842902/14-tahun-tragedi-berdarah-urumqi-pelakunya-harus-diseret-ke-mahkamah-internasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/07/07/18/2842902/14-tahun-tragedi-berdarah-urumqi-pelakunya-harus-diseret-ke-mahkamah-internasional"/><item><title>14 Tahun Tragedi Berdarah Urumqi, Pelakunya Harus Diseret ke Mahkamah Internasional</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/07/07/18/2842902/14-tahun-tragedi-berdarah-urumqi-pelakunya-harus-diseret-ke-mahkamah-internasional</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/07/07/18/2842902/14-tahun-tragedi-berdarah-urumqi-pelakunya-harus-diseret-ke-mahkamah-internasional</guid><pubDate>Jum'at 07 Juli 2023 16:46 WIB</pubDate><dc:creator>Diana Aslamiyyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/07/18/2842902/14-tahun-tragedi-berdarah-urumqi-pelakunya-harus-diseret-ke-mahkamah-internasional-SXp6vgaBZK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Muslim Uighur/Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/07/18/2842902/14-tahun-tragedi-berdarah-urumqi-pelakunya-harus-diseret-ke-mahkamah-internasional-SXp6vgaBZK.jpg</image><title>Ilustrasi Muslim Uighur/Reuters</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia diminta untuk menginisiasi upaya bersama menyeret pelaku dan aktor intelektual pembantaian ratusan mahasiswa dan muslim Uighur dalam Tragedi Berdarah Urumqi 5 Juli 2009 atau 14 tahun silam ke Mahkamah Internasional.
Center for Indonesian Domestic and Foreign Policy Studies (Centris) menilai upaya bersama yang di inisiasi oleh Indonesia dan sepatutnya di ikuti oleh negara-negara dunia ini harus dilakukan, agar korban dan keluarga korban Tragedi Berdarah Urumqi segera mendapatkan keadilan atas peritiwa pilu yang melukai hingga menewaskan keluarganya kala itu.

BACA JUGA:
Hong Kong Bantah Tahan Sarjana Uighur yang Hilang Sejak Awal Mei, Kelompok HAM Tuntut Kasus Diungkap

Tragedi Berdarah Urumqi berawal dari tewasnya 2 pria muslim Uighur dengan sangat mengenaskan akibat dikeroyok massa, yang termakan isu jika keduanya telah memperkosa seorang wanita suku Han (asli China) di Shaoguan China.

Peneliti senior Centris, AB Solissa mengatakan, langkah China tersebut membuat ketegangan menjadi memuncak sehingga korban tewas dan terluka semakin bertambah.
&amp;ldquo;Dari laporan Wartawan Guardian di tempat kejadian, diketahui jumlah korban tewas lebih dari 30 orang Uighur, sementara data dari The China Project menyebut 36 orang tewas dan 126 lainnya terluka,&amp;rdquo; kata AB Solissa, Jumat (7/7/2023).
Angka ini, kata dia, sangat berbeda dengan keterangan otoritas China setempat yang mengklaim hanya dua orang muslim Uighur yang tewas dalam kejadian yang terjadi pada 25 Juni 2009 tersebut.

BACA JUGA:
Indonesia dan 18 Negara Tolak Debat PBB Soal Pelanggaran HAM Uighur Xinjiang, Ini Alasannya

Pembunuhan keji terhadap pekerja Uighur yang videonya menyebar luas di media sosial, memantik rasa keprihatinan para mahasiswa dan warga muslim Uighur di Urumqi, sehingga mereka melakukan aksi unjuk rasa damai, menuntut pemerintah menyeret pelaku pembunuhan serta membuka tabir peristiwa tersebut.
Aksi damai mahasiswa dan warga muslim Uighur 5 Juli 2009 tersebut dijawab Beijing dengan memerintahkan polisi dan tentara untuk melepaskan tembakan ke arah massa sehingga memicu kerusuhan.
Namun pihak berwenang China melaporkan 197 orang (kebanyakan dari warga suku Han) tewas dan 700 orang lainnya terluka dalam kerusuhan tersebut.
&amp;ldquo;Dari informasi sejumlah media, Sekretaris Partai Komunis China di Xinjiang, Wang Lequan, muncul di televisi nasional menegur muslim Uighur, dan mendesak Suku Han China untuk membalas dendam,&amp;rdquo; ujar AB Solissa.
&amp;ldquo;Tersulut provokasi Wang Lequan, orang-orang Suku Han yang berbekal senjata tajam, mengamuk di Urumqi untuk membalas dendam, membunuh seluruh orang Uighur yang mereka temui,&amp;rdquo;sambungnya.
Centris kata dia memiliki pandangan bahwasanya kejahatan kemanusiaan yang terjadi dalam Tragedi Berdarah Urumqi dapat segera di bawa ke PBB dengan sejumlah bukti kuat lainnya.Diantaranya pengakuan saksi hidup, yakni orang-orang Uighur yang berhasil lolos dari peristiwa pembantaian tersebut.

Diberbagai media, mereka mengaku melihat langsung pembantaian yang dilakukan polisi dan tentara China, serta pembunuhan secara membabi-buta oleh orang-orang Suku Han terhadap muslim Uighur di Urumqi. Hal ini bisa jadi novum baru.

&amp;ldquo;Pengganti Wang Lequan yakni Chen Quanguo yang pada awal-awal tahun 2016 meluncurkan kebijakan pengawasan 24/7 di seluruh Xinjiang, memaksa sterilisasi wanita Uighur dan memulai penghapusan budaya dan bahasa Uighur secara sistematis,&amp;rdquo; ungkap AB Solissa.

&amp;ldquo;Dan hingga detik ini, upaya genosida muslim Uighur terus dilakukan oleh Beijing, terutama di kamp-kamp konsentrasi di Xianjiang.&amp;rdquo; pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia diminta untuk menginisiasi upaya bersama menyeret pelaku dan aktor intelektual pembantaian ratusan mahasiswa dan muslim Uighur dalam Tragedi Berdarah Urumqi 5 Juli 2009 atau 14 tahun silam ke Mahkamah Internasional.
Center for Indonesian Domestic and Foreign Policy Studies (Centris) menilai upaya bersama yang di inisiasi oleh Indonesia dan sepatutnya di ikuti oleh negara-negara dunia ini harus dilakukan, agar korban dan keluarga korban Tragedi Berdarah Urumqi segera mendapatkan keadilan atas peritiwa pilu yang melukai hingga menewaskan keluarganya kala itu.

BACA JUGA:
Hong Kong Bantah Tahan Sarjana Uighur yang Hilang Sejak Awal Mei, Kelompok HAM Tuntut Kasus Diungkap

Tragedi Berdarah Urumqi berawal dari tewasnya 2 pria muslim Uighur dengan sangat mengenaskan akibat dikeroyok massa, yang termakan isu jika keduanya telah memperkosa seorang wanita suku Han (asli China) di Shaoguan China.

Peneliti senior Centris, AB Solissa mengatakan, langkah China tersebut membuat ketegangan menjadi memuncak sehingga korban tewas dan terluka semakin bertambah.
&amp;ldquo;Dari laporan Wartawan Guardian di tempat kejadian, diketahui jumlah korban tewas lebih dari 30 orang Uighur, sementara data dari The China Project menyebut 36 orang tewas dan 126 lainnya terluka,&amp;rdquo; kata AB Solissa, Jumat (7/7/2023).
Angka ini, kata dia, sangat berbeda dengan keterangan otoritas China setempat yang mengklaim hanya dua orang muslim Uighur yang tewas dalam kejadian yang terjadi pada 25 Juni 2009 tersebut.

BACA JUGA:
Indonesia dan 18 Negara Tolak Debat PBB Soal Pelanggaran HAM Uighur Xinjiang, Ini Alasannya

Pembunuhan keji terhadap pekerja Uighur yang videonya menyebar luas di media sosial, memantik rasa keprihatinan para mahasiswa dan warga muslim Uighur di Urumqi, sehingga mereka melakukan aksi unjuk rasa damai, menuntut pemerintah menyeret pelaku pembunuhan serta membuka tabir peristiwa tersebut.
Aksi damai mahasiswa dan warga muslim Uighur 5 Juli 2009 tersebut dijawab Beijing dengan memerintahkan polisi dan tentara untuk melepaskan tembakan ke arah massa sehingga memicu kerusuhan.
Namun pihak berwenang China melaporkan 197 orang (kebanyakan dari warga suku Han) tewas dan 700 orang lainnya terluka dalam kerusuhan tersebut.
&amp;ldquo;Dari informasi sejumlah media, Sekretaris Partai Komunis China di Xinjiang, Wang Lequan, muncul di televisi nasional menegur muslim Uighur, dan mendesak Suku Han China untuk membalas dendam,&amp;rdquo; ujar AB Solissa.
&amp;ldquo;Tersulut provokasi Wang Lequan, orang-orang Suku Han yang berbekal senjata tajam, mengamuk di Urumqi untuk membalas dendam, membunuh seluruh orang Uighur yang mereka temui,&amp;rdquo;sambungnya.
Centris kata dia memiliki pandangan bahwasanya kejahatan kemanusiaan yang terjadi dalam Tragedi Berdarah Urumqi dapat segera di bawa ke PBB dengan sejumlah bukti kuat lainnya.Diantaranya pengakuan saksi hidup, yakni orang-orang Uighur yang berhasil lolos dari peristiwa pembantaian tersebut.

Diberbagai media, mereka mengaku melihat langsung pembantaian yang dilakukan polisi dan tentara China, serta pembunuhan secara membabi-buta oleh orang-orang Suku Han terhadap muslim Uighur di Urumqi. Hal ini bisa jadi novum baru.

&amp;ldquo;Pengganti Wang Lequan yakni Chen Quanguo yang pada awal-awal tahun 2016 meluncurkan kebijakan pengawasan 24/7 di seluruh Xinjiang, memaksa sterilisasi wanita Uighur dan memulai penghapusan budaya dan bahasa Uighur secara sistematis,&amp;rdquo; ungkap AB Solissa.

&amp;ldquo;Dan hingga detik ini, upaya genosida muslim Uighur terus dilakukan oleh Beijing, terutama di kamp-kamp konsentrasi di Xianjiang.&amp;rdquo; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
